Penghinaan Bendera?

Saya betul betul terkejut dan terkesima menonton tayangan berita Suara Anda di MetroTV malam ini. Diberitakan ada sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Rakyat mengadakan aksi teaktrikal memprotes perusakan ekologi di depan kantor Departemen Kehutanan. Seandainya protes dan aksi yang mereka lakukan tidak aneh dan mengusik perhatian saya sih saya tidak akan peduli, namun dengan kepala mata saya sendiri saya melihat mereka mengotori dengan lumpur bendera negara merah putih.

Bendera merah putih sebagaimana kita ketahui bersama, bisa berkibar dengan indah dan gagah hari ini merupakan hasil pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan kita dulu. Sudah berapa ratus ribu anak bangsa yang gugur dalam membela bendera kebanggan Bangsa Indonesia itu. Merah berarti berani dan putih berarti suci selalu saya dengar dari mulut guru PMP saya sewaktu sekolah dulu yang mengobarkan rasa cinta kepada negeri ini.

Selain burung garuda pancasila, bendera juga merupakan lambang negara yang patut kita hormati dan jaga kehormatannya sampai titik darah penghabisan. Bahkan setiap bendera itu merambat naik ke tiangnya, kita wajib memberikan penghormatan dengan cara berdiri atau dengan cara yang lain yang menunjukan penghormatan kita.

Memuat...

Lalu mengapa harus bendera yang harus ‘disiksa’ untuk menyampaikan protes terhadap kegagalan penguasa negeri ini? Mengapa tidak penguasa itu saja yang dilumuri lumpur lalu diinjak injak seperti halnya bendera merah putih? Apakah kalian berani? Memang bendera tidak akan menjerit bila diinjak, tidak akan mengeluh bila dilumuri lumpur tetapi perlu kalian ingat ada ratusan juta rakyat Indonesia siap membela kehormatan bendera merah putih itu.

Mungkin maksud dari aksi teatrikal itu mau menggambarkan bahwa Indonesia tengah hancur alamnya yang salah satunya banjir lumpur Lapindo, tetapi apakah pantas bendera yang harus menerima perlakukan seperti itu akibat kesalahan oknum penguasa saat ini? Mungkin pendapat atau opini saya ini terlalu sadis dan tidak enak dibaca namun inilah ungkapan perasaan saya melihat bendera saya yang saya banggakan dihina seperti itu.

Nih buat jajan