STR (Surat Tanda Registrasi)

Kemarin pagi saya mendapat telepon dari Kantor Pos Denpasar yang mengatakan bahwa Surat Tanda Registrasi (STR) saya sudah sampai di Kantor Pos Denpasar, dan meminta saya untuk mengambilnya disana. Tentu hal ini sangat mengembirakan karena pada akhirnya nama saya terdaftar sebagai dokter di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). KKI yang beranggotakan beberapa orang dari berbagai kalangan memang diamanatkan oleh Undang Undang Praktek Kedokteran untuk melakukan registrasi seluruh dokter dan dokter gigi yang akan praktek di Indonesia.

Akhirnya penantian saya selama kurang lebih 9 bulan untuk mendapatkan secarik kertas STR terpenuhi juga. Kertas yang memberikan keleluasaan bagi saya untuk mendapatkan Surat Ijin Praktek selama 5 tahun kedepan (walau sebenarnya kurang dari itu karena masa berlaku SIP = STR). Memang tidak seperti sebelumnya, SIP untuk dokter dan dokter gigi hanya berlaku 5 tahun, setelah itu dokter dan dokter gigi harus melakukan registrasi ulang untuk memperpanjang STR dan SIP. Kalau dipikir secara positif hal ini sangat bagus sebab dengan dilakukan registrasi ulang yang disertai dengan ujian kompetensi maka diharapkan dokter yang praktek benar benar dokter yang berkualitas. Tetapi kalau kita berpikiran negatif tentu hal ini akan menambah kocek instansi instansi yang terkait dengan masalah ini. Mengapa? Karena setiap melakukan registrasi ulang maka dokter dan dokter gigi wajib menyetorkan beberapa lembar uang ke rekening KKI. Belum lagi uang yang diperlukan dalam pengurusan SIP.

Berdasarkan tanda tangan dari ketua KKI, STR saya sebenarnya sudah selesai November tahun lalu, namun karena ada beberapa kendala maka baru bisa dikirim bulan ini. Paket STR sendiri terdiri dari selembar piagam STR, 3 lembar fotokopi yang dilegalisir dan sebuah kartu STR. Di dalamnya juga terdapat surat pengantar yang isinya rada rada aneh yaitu, tidak diperkenankan untuk melegalisir kembali STR selain fotokopi yang dikirimkan itu. Hal ini tentu bertujuan untuk membatasi dokter untuk mendapatkan SIP lebih dari 3 tempat. Lalu bagaimana kalau karena suatu hal fotokopi yang dilegalisir itu hilang? Apa dong solusinya?

Memuat...

Mudah mudahan manajemen pengurusan STR ini tiap tahun mengalami pembenahan sehingga untuk mendapatkan STR, seorang dokter tidak harus menunggu terlalu lama. Dan KKI segera membuka kantor kantor perwakilan di tiap propinsi untuk mempermudah pengurusan STR.

Nih buat jajan