Obat Murah

Beberapa waktu yang lalu pemerintah melalui Departemen Kesehatan kembali membuat gebrakan. Setelah cukup sukses dengan program ASKESKIN untuk masyarakan kurang mampu (tidak mampu), pemerintah kini meluncurkan program yang kembali menyasar kaum miskin yaitu program obat murah. Program yang cukup mulia ini bermaksud menekan harga obat khususnya antibiotika semurah mungkin agar terjangkau oleh golongan masyarakat ini.

Dengan banderoll harga Rp.1000 per paket, obat yang diproduksi oleh pabrik Indofarma ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan obat murah bagi pasien pasien ASKESKIN. Menurut Menteri Kesehatan, harga Rp. 1000 sudah memperhitungkan segala aspek dalam produksi obat termasuk keuntungan bagi produsen. Untuk mempermudah dalam hal negosiasi harga makanya pemerintah menunjuk PT Indofarma yang merupakan BUMN sebagai produsen obat murah tersebut.

Kita tentu bertanya tanya tentang kualitas obat murah tersebut. Label murah tentu akan menimbulkan kecurigaan jangan jangan obat tersebut kualitasnya tidak bagus. Seperti kasus obat generik yang dikalangan masyarakat dianggap mempunyai ‘kelas’ lebih rendah dari obat paten. Mudah mudahan pemerintah mampu meyakinkan masyarakat jika obat murah ini memang tidak murahan.

Pada tahap awal yang diproduksi adalah antibiotika golongan amoxicillin mengingat kebutuhan akan obat jenis ini cukup besar. Dijanjikan untuk tahap tahap berikutnya akan ditambah dengan jenis jenis obat yang lain. Jangan lama lama ya…

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

loading...