Satu Lagi Dari Telkom • 02.23.08

Pagi ini saya mendapati telepon rumah saya tidak membunyikan nada tunggu saat gagang telepon diangkat. Ritual pengecekan pun segera saya lakukan yaitu dengan menyambungkan pesawat telepon langsung pada kotak IKR yang tertempel di dinding. Nada tunggu masih belum bisa saya dengar. Kesimpulan sementara, kerusakan bukan pada instalasi rumah saya.
Sebagai pelanggan yang baik, saya segera menelepon nomor 147 untuk mengadukan gangguan yang terjadi. Panggilan saya diterima oleh suara seorang CS wanita. Sayangnya saya lupa siapa namanya, mungkin karena terkesima mendengar suaranya yang merdu sehingga saya tidak begitu mendengar saat doi menyebut nama. Karena saya menghubungi 147 menggunakan Telkomsel, jadi saya tidak mau membuang buang waktu, langsung saja saya beberkan masalah yang terjadi.
Sang CS sepertinya mencatat segala keluhan saya, dan memberitahu saya bahwa beliau akan segera menyampaikan ke bagian yang terkait. Setelah mengucapkan kata terima kasih, saya pun menutup telepon.
Sorenya, sepulang dari mengantar istri seminar tentang anak di Grand Bali Beach, saya iseng mengangkat gagang telepon, dan ternyata nada tunggu belum juga nongol. Sekali lagi sebagai pelanggan yang baik, saya segera menelepon ulang ke 147 untuk sekedar mengecek, gangguan apa yang sebenarnya terjadi sehingga memakan waktu yang sedemikan lama untuk memperbaikinya.
Kembali panggilan saya diterima oleh seorang CS perempuan dengan suara yang tidak kalah merdu dengan yang tadi pagi. Sayang sekali, kejadian tadi pagi pun terulang, saya lupa mencatat namanya di memori otak saya.
Ketika saya menanyakan progress dari laporan saya tadi pagi, sang CS menjelaskan bahwa pengecekan oleh teknisi sudah dilakukan dan hasilnya gangguan terjadi akibat putusnya kabel bawah tanah yang memerlukan waktu untuk perbaikan. Saya pun menanyakan waktu itu berapa lama, sang CS dengan sigap menjawab bahwa waktunya bisa berhari hari dan doi tidak bisa memastikan kapan akan tersambung kembali.
Sebagai pelanggan yang baik, saya hanya bisa mengurut dada dan pasrah, beginilah nasib menjadi pelanggan yang baik dari perusahaan telekomunikasi yang bernama Telkom.
Update : Pagi ini telepon rumah saya sudah kembali normal. Sebagai pelanggan yang baik, saya tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih atas semua perbaikan yang dilakukan Telkom.






