Kanker Ovarium Dan CA 12506.12.09

CA 125 atau penanda tumor (tumor marker) merupakan suatu protein yang konsentrasinya sangat tinggi pada sel tumor. Meskipun CA 125 juga terdapat  pada berbagai jenis kanker namun konsentrasi zat ini paling tinggi ditemukan pada kanker ovarium. CA sendiri merupakan singkatan dari Cancer Antigen.

Bagaimana mengukur kadar CA 125?

CA 125 umumnya diukur dari sampel darah yang diambil dari orang yang dicurigai menderita kanker atau untuk memonitor keberhasilan pengobatan kanker ovarium. CA 125 juga bisa diukur berdasarkan pemeriksaan cairan yang diambil dari rongga perut dan rongga dada.

Pada tahun 1996 dilakukan perbaikan dalam hal metode pengukuran CA 125 sehingga menghasilkan versi baru dari CA 125 yaitu CA 125 – II.

Berapa nilai normal dari CA 125?

Nilai normal CA 125 bervariasi pada setiap laboratorium, namun sebagaian besar laboratorium menggunakan angka dibawah 35 U/ml.

Apa artinya peningkatan CA 125 dan bagaimana tindakan selanjutnya?

Tidaklah bijak untuk melakukan intepretasi hasil pemeriksaan CA 125 tanpa melihat kondisi klinis dari pasien. Hal tersebut karena peningkatan kadar protein juga dapat terjadi pada kondisi yang normal atau oleh karena sesuatu yang tidak berbahaya. Intepretasi hasil pemeriksaan CA 125 hanya dilakukan pada mereka yang dicurigai menderita kanker berdasarkan hasil pemeriksaan klinis yang telah dilakukan.

Pemantauan hasil CA 125 saat ini sering digunakan untuk mengamati perkembangan kanker ovarium. Pada pasien dengan kanker ovarium, pemeriksaan CA 125 dilakukan secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Penurunan kadar CA 125 juga dipakai patokan keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Karena besarnya variasi normal dari pemeriksaan ini maka perubahan nilai yang kecil sering diabaikan.

Apakah yang menyebabkan CA 125 meningkat selain kanker ovarium?

Beberapa keadaan yang dapat meningkatkan kadar CA 125 antara lain kehamilan, endometriosis, mioma uteri, radang pankreas, menstruasi normal, penyakit radang panggul dan penyakit hati. Peningkatan kadar CA 125 juga terjadi pada tumor pada saluran tuba, tumor endometrium, kanker paru, kanker payudara dan kanker pada saluran pencernaan.

Apakah nilai CA 125 berguna untuk deteksi dini kanker?

Meskipun nilai CA 125 sangat berguna untuk memantau keberhasilan pengobatan kanker ovarium namun pemeriksaan ini tidak berguna untuk deteksi dini kanker. Lebih dari 20% perempuan yang menderita kanker ovarium ternyata hasil pemeriksaan CA 125-nya menunjukan angka normal sementara perempuan yang hasil CA 125-nya tinggi belum tentu menderita kanker ovarium. Jadi, disini sangat diperlukan kejelian seorang dokter dalam menentukan perlu tidaknya dilakukan pemeriksaan CA 125.

Posted in Info Kesehatanwith 15 Comments →

Tanda Dan Gejala Kencing Manis (Diabetes Melitus Tipe 2)08.09.08

Obesity.jpg

Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta yang terdapat dalam pankreas. Pada keadaan normal, kadar insulin dalam darah akan berfluktuasi tergantung kadar gula dalam darah. Kadar insulin akan meningkat sesaat setelah makan dan akan menurun begitu kita tidak memakan sesuatu. Fungsi utama insulin adalah mendistribusikan glukosa yang terdapat dalam darah ke seluruh tubuh guna di metabolisme untuk menghasilkan energi. Bila kadar gula atau glukosa yang ada melebihi kebutuhan maka kelebihan itu akan disimpan dalam hati. Simpanan glukosa ini akan dilepaskan jika diperlukan misalnya saat tubuh kita kelaparan.

Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi insulinya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah akan meningkat.

Untungnya tubuh mempunyai mekanisme yang sangat bagus untuk memberitahukan kita bila terjadi suatu kelainan. Sangatlah penting untuk mengetahui gejala diabetes melitus tipe 2 secara dini sebab semakin dini pengobatan dilakukan maka akan semakin bagus hasilnya dan semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi. Berikut adalah beberapa gejala diabetes melitus tipe 2 yang patut kita waspadai.

Kelelahan yang luar biasa merupakan gejala yang paling awal dirasakan oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Pasien akan merasakan tubuhnya lemas walaupun tidak melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat. Jadi, bila anda selalu merasa lelah dan mengantuk meskipun sebelumnya anda tidak begadang, ada baiknya anda segera menemui dokter.

Penurunan berat badan secara drastis. Jika anda memakan makanan yang berlebihan maka tubuh anda akan semakin gemuk. Kelebihan lemak dalam tubuh akan menyebabkan resistensi tubuh terhadap insulin meningkat. Pada orang yang telah menderita diabetes, walaupun ia makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak menjadi gemuk dan malah mengurus hal ini disebabkan karena otot tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh.

Gangguan penglihatan. Kadar gula yang tinggi dalam darah akan menarik cairan dalam sel keluar, hal ini akan menyebabkan sel menjadi keriput. Keadaan ini juga terjadi pada lensa mata, sehingga lensa menjadi rusak dan penderita akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan ini akan membaik bila diabetes melitus berhasil ditangani dengan baik. Bila tidak tertangani, gangguan penglihatan ini akan dapat memburuk dan menyebabkan kebutaan.

Sering terinfeksi dan bila luka sulit sekali sembuh. Keadaan ini bisa terjadi karena kuman tumbuh subur akibat dari tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu, jamur juga sangat menikmati tumbuh pada darah yang tinggi kadar glukosanya.

Demikianlah beberapa gejala tambahan yang bisa anda perhatikan pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Silakan berdiskusi disni : http://medisiana.com/viewtopic.php?p=1043#1043

Posted in Info Penyakitwith 145 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom