Pinggang Besar, Cepat Meninggal08.23.10

Pria dan wanita yang tubuhnya besar di bagian tengah mempunyai resiko kematian yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan mereka yang pinggangnya langsing. Demikian hasil penelitian terakhir yang dikeluarkan oleh Asiosiasi Masyarakat Kanker Amerika.

Penelitian dilakukan guna mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan reriko kematian pada 48.500 pria dan 56.343 wanita di Amerika.

Mereka menemukan bahwa mereka yang mempunyai lingkar pinggang melebihi 47 inchi pada pria dan 42 inchi pada wanita memiliki resiko kematian 2 kali lebih besar bila dibandingkan dengan mereka yang pinggangnya langsing meskipun berat badan secara keseluruhan dalam batas normal.

Setiap subyek penelitian diberikan kuisioner tentang demografi, riwayat kesehatan dan segala informasi yang diperlukan khususnya ukuran lingkar pinggang dan berat badan. Setelah diikuti selama 9 tahun sejak tahun 1990, 9.315 pria dan 5.332 wanita meninggal.

Resiko kematian ini tidak berhubungan langsung dengan berat badan jadi orang dengan berat badan ideal atau gemuk mempunyai resiko yang sama. Bahkan pada wanita resiko kematian lebih besar pada mereka yang berat badannya ideal. Penyebab dari penomena ini masih belum jelas.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Kegemukan Dan Penyakit Yang Mengintai07.18.10

Kegemukan tidak hanya bermasalah dari segi penampilan tetapi juga merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Di Amerika Serikat, lebih dari 300.000 kematian per tahun dikarenakan penyakit yang berhubungan dengan kegemukan. 80% diantaranya mempunyai BMI (Body Mass Index) yang melebihi angka 30.

Berikut saya tampilkan beberapa penyakit yang mengintai bila kita gemuk.

Kencing Manis (Diabetes Melitus)

Penumpukan lemak terutama pada bagian perut akan meningkatkan resistensi insulin pada jaringan tubuh. Mengapa? Karena sel lemak mempunyai sifat yang lebih resisten terhadap insulin bila dibandingkan dengan sel otot. Sebagaimana kita ketahui, insulin sangat penting artinya dalam proses penyaluran glukosa dari pembuluh darah ke jaringan tubuh untuk dibakar menjadi energi. Bila terjadi resistensi insulin maka transport ini akan terganggu sehingga terjadi penumpukan glukosa dalam darah.

Tipe kencing manis yang berhubungan dengan resistensi insulin atau kegemukan ini adalah diabetes melitus tipe 2.

Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Hipertensi jamak terjadi pada orang orang dengan berat badan melebihi normal. Hal ini dibuktikan oleh beberapa penelitian yang dilakukan di berbagai negara. Peningkatan tekanan darah lebih banyak terjadi pada perempuan bila dibandingkan dengan laki laki.

Hypercholesterolemia (peningkatan kadar kolesterol)

Stroke

Serangan jantung

Resiko terkena serangan jantung meningkat tiga sampai empat kali pada perempuan dengan BMI melebihi angka 29. Penelitian terakhir juga menyebutkan setiap peningkatan 1 kg berat badan akan meningkatkan terjadinya serangan jantung sebanyak 1%.

Kanker

Meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kegemukan berhubungan dengan resiko terjadinya kanker usus besar pada laki laki dan perempuan, kanker prostat pada laki laki dan kanker rahim pada perempuan.

Batu saluran empedu

Gout atau radang sendi

Osteoarthritis

Terutama pada lutut, pinggul dan punggung.

Gangguan tidur.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Deteksi Dini Kanker08.31.09

  

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Pencegahan terhadap penyakit juga akan menghindarkan kita dari biaya pengobatan yang sungguh luar biasa mahalnya. Tidak ada satupun penyakit yang ada di muka bumi ini yang tidak mampu untuk dicegah. Sebaliknya, banyak sekali penyakit yang sampai saat belum ditemukan obatnya.

Salah satu penyakit yang sampai saat ini sangat sulit diobati adalah kanker. Karena sulit diobati sudah barang tentu kanker menjadi salah satu penyakit yang sangat mematikan.

Seperti halnya penyakit lain, kanker pun bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini. Semakin dini kanker diketahui maka pengobatan yang dilakukan akan semakin bagus hasilnya. Berikut saya tulis langkah langkah deteksi dini pada beberapa penyakit kanker yang cukup banyak menyebabkan kematian.

Kanker Serviks ( Kanker Leher Rahim )

Lakukan pemeriksaan pap smear secara rutin terutama bagi para wanita yang aktif secara seksual. Pap smear sebaiknya mulai dilakukan setelah 3 tahun melakukan aktifitas seksual dan di ulang setiap tiga tahun.

Pap smear tidak perlu dilakukan bagi mereka yang telah berumur diatas 65 tahun yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan rutin dan bagi mereka yang telah diangkat rahimnya.

Kanker Ovarium

Pemeriksaan rutin untuk deteksi dini kanker ovarium adalah dengan USG. Pengukuran kadar ca125 dan pemeriksaan pelvis tidak dianjurkan karena hasil yang didapatkan tidak terlalu memuaskan serta tidak praktis.

Kanker Payudara

Deteksi dini kanker payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara mandiri (SADARI). Pemeriksaan ini bisa secara rutin dilakukan setiap hari dengan meraba apakah ada benjolan pada payudara.

Pemeriksaan lainnya adalah dengan melakukan mamografi setiap 1 sampai 2 tahun bagi perempuan yang berusia diatas 40 tahun terutama mereka yang memiliki saudara yang pernah menderita kanker payudara.

Kanker Usus Besar

Pemeriksaan rutin untuk deteksi dini kanker usus besar sebaiknya dilakukan bagi mereka yang telah berusia diatas 50 tahun. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah tersamar pada kotoran (occult blood test) dan kolonoskopi setiap sepuluh tahun.

Deteksi dini harus dilakukan lebih awal untuk mereka yang dikatakan memiliki resiko tinggi yaitu ada riwayat keluarga yang menderita kanker usus besar.

Posted in Info Kesehatanwith 24 Comments →

Preeklampsia Dan Eklampsia Pada Kehamilan02.17.09

Media massa saat ini sedang dihebohkan oleh berita seorang ibu yang tiba tiba lumpuh dan kejang kejang setelah menjalani operasi sesar. Berbagai tanggapan muncul, ada yang menganggap hal tersebut sebagai sebuah malpraktek, ada pula yang menganggap hal tersebut sebagai komplikasi dari penyakit hipertensi pada kehamilan atau eklampsia. Sebelum ikut ikutan beropini, lebih baik kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan preeklampsia dan eklampsia.

Apakah preeklampsia itu?

Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan.

Apakah eklampsia itu?

Eklampsia merupakan kondisi lanjutan dari preeklampsia yang tidak teratasi dengan baik. Selain mengalami gejala preeklampsia, pada wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami kejang kejang. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Apa yang menyebabkan preeklampsia dan eklampsia?

Penyebab pasti dari kelainan ini masih belum diketahui, namun beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Faktor faktor tersebut antara lain, gizi buruk, kegemukan dan gangguan aliran darah ke rahim.

Apa saja faktor resiko terjadinya preeklampsia?

Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang pertama kali, kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun. Faktor resiko yang lain adalah :

  • Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan.
  • Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.
  • Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
  • Kegemukan.
  • Mengandung lebih dari satu orang bayi.
  • Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis.

Apa saja gejala preeklampsia yang patut di waspadai?

Selain bengkak pada kaki dan tangan, protein pada urine dan tekanan darah tinggi, gejala preeklampsia yang patut diwaspadai adalah :

  • Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
  • Nyeri perut.
  • Sakit kepala yang berat.
  • Perubahan pada refleks.
  • Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
  • Ada darah pada air kencing.
  • Pusing.
  • Mual dan muntah yang berlebihan.

Apakah setiap wanita hamil yang kaki tangannya bengkak menderita preeklampsia?

Beberapa wanita hamil yang normal dapat mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Tetapi jika bengkak yang timbul tidak mengecil saat istirahat dan ditambah dengan gejala yang saya sebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana efek preeklampsia pada bayi?

Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan peredaran darah pada plasenta. Hal ini akan menyebabkan berat badan bayi yang dilahirkan relatif kecil. Selain itu, preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar, epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.

Bagaimana mengobati preeklampsia dan eklampsia?

Pengobatan preeklampsia dan eklampsia adalah kelahiran bayi. Preeklampsia ringan (tekanan darah diatas 140/90 yang terjadi pada umur kehamilan 20 minggu yang mana wanita tersebut belum pernah mengalami hipertensi sebelumnya) dapat dilakukan observasi di rumah atau di rumah sakit terggantung kondisi umum pasien.

Jika umur bayi masih prematur, maka diusahakan keadaan umum pasien dijaga sampai bayi siap dilahirkan. Proses kelahiran sebaiknya dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan ketat dokter spesialis kebidanan. Jika umur bayi sudah cukup, maka sebaiknya segera dilahirkan baik secara induksi (dirangsang) atau operasi.

Untuk preeklampsia berat lebih baik dilakukan perawatan intensif di rumah sakit guna menjaga kondisi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Sebelumnya, kematian Luri AFI pun dicurigai akibat dari penyakit ini, jadi bagi wanita hamil ingat untuk selalu waspada atas apa yang terjadi atas kehamilan anda.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

World Hospice Palliative Care Day10.06.07

Hari ini tanggal 6 Oktober 2007, seluruh masyarakat dunia memperingati World Hospice Palliative Care Day, Hari Perawatan Hospis dan Paliatif Sedunia. Mungkin peringatan ini tidak banyak yang tahu karena memang peringatannya tidak seheboh peringatan Hari AIDS Sedunia atau Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Walaupun demikian, tidak mengecilkan arti dari perjuangan mereka mereka yang bergelut dalam bidang perawatan paliatif.

Ketika seorang pasien divonis menderita suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan, seketika itu pula kematian sudah berada di pelupuk mata. Segala binar kehidupan yang pernah menyala tiba tiba padam. Dunia terasa gelap, segala asa musnah dihembus angin. Sebagai petugas kesehatan yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang menyangkut diri pasien, tentu hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada daya dan upaya untuk mengangkat pasien dari kegelapan dan memberikan harapan walau hanya sementara.

(more…)

Posted in Ucapanwith 12 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics