Seminar Empire02.13.11

POGI MUDA bersama PLD FKUI 2011/2012 mempersembahkan:

EMPIRE : Update in Management of Problems in Pregnancy

Lumire Hotel Jl. Senen Raya No. 135, Jakarta Pusat

19-20 Februari 2011

Dengan 9 SKP IDI dan 2 SKP IBI.

Update on Management of Problems in Pregnancy akan membahas:
• DHF saat aterm: aktif atau optimalisasi dahulu – dr. Med Damar SpOG (K) 
• Manajemen terkini ISK – dr. Yudianto Budi Saryono SpOG
• Metode persalinan pada miopia tinggi – dr. Med Damar SpOG (K)
• ARV sebagai pencegahan transmisi – dr. Yudianto Budi Saryono SpOG
• Recurrent pregnancy loss – dr. Kanadi Sumapraja SpOG, MSc
• Sindrom antifosfolipid saat kehamilan – Dr. dr. Djumhana Atmakusuma SpPD-KHOM
• Pertolongan pertama pada perdarahan pervaginam – dr. Kanadi Sumapraja SpOG, MSc
• Anemia defisiensi besi: koreksi melalui oral atau parenteral? – dr. Ali Sungkar SpOG
• Diabetes melitus gestasional: pematangan paru dan waktu yang tepat terminasi – dr. Yudianto Budi Saroyo SpOG
• Penilaian kesejahteraan janin dengan USG Doppler – dr. Azen Salim SpOG (K)
• Krisis hipertensi – Dr. dr. Noroyono Wibowo SpOG (K)
• Krisis tiroid – Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji SpPD-KEMD
• Peran progesteron dalam kehamilan – Dr. dr. Noroyono Wibowo SpOG (K)
• Manajemen lesi pre kanker dan kanker serviks selama kehamilan – Prof. Dr. dr. Andrijono SpOG (K)
• Vaksinasi HPV – dr. Gatot Purwoto SpOG (K)• Manajemen terkini TORCH – Dr. dr. Noroyono Wibowo SpOG (K)
• Dampak penyakit gigi & gusi terhadap kehamilan -  Dr. dr. Noroyono Wibowo SpOG (K)
• Kedaruratan pada neonatus – dr. Risma Kerina Kaban SpA (K)
• Resusitasi neonatus – dr. J.M. Seno Adjie SpOG (K) 

Diharapkan, seminar ini dapat menjawab pertanyaan yang selama ini timbul di kalangan masyarakat dan mengoptimalkan kesehatan ibu-ibu hamil di Indonesia.

Kunjungi www.empireseminar2011.co.cc untuk info selengkapnya. 

Follow Twitter kami di  @empireseminar.

Email ke  empireseminar@gmail.com

Facebook event: 
http://www.facebook.com/event.php?eid=164765006880316

Contact Person:
Natasya : 0857-807-66566
Christof : 0817-636-3630
Laura : 0857-1130-0052

Ticketing:
- Early Bird (s/d 31 Desember 2010)
Dokter Spesialis : IDR 1.000.000
Dokter Umum : IDR 600.000
Bidan : IDR 450.000
Mahasiswa : IDR 400.000

- Late Bird
Dokter Spesialis : IDR 1.200.000
Dokter Umum : IDR 700.000
Bidan : IDR 550.000
Mahasiswa : IDR 500.000

- Pembayaran:
Transfer Rekening BCA no. 0950792469 a/n Laura Harris
Rekening Bank Mandiri no. 1500016363630 a/n Christof Toreh
*Mohon segera konfirmasi ke CP setelah transfer
* Harap sertakan bukti transfer saat acara berlangsung

Posted in Advertorialwith No Comments →

Sekelumit Tentang Transfusi Darah10.18.10

Transfusi darah adalah suatu tindakan medis yang bertujuan mengganti kehilangan darah pasien akibat kecelakaan, operasi pembedahan atau oleh karena suatu penyakit. Darah yang tersimpan di dalam kantong darah dimasukan ke dalam tubuh melalui selang infus.

Kapan kita memerlukan transfusi darah?

Transfusi darah diperlukan saat anda kehilangan banyak darah, misalnya pada :

  • Kecelakaan, trauma atau operasi pembedahan yang besar.
  • Penyakit yang menyebabkan terjadinya perdarahan misal maag khronis dan berdarah.
  • Penyakit yang menyebabkan kerusakan sel darah dalam jumlah besar, misal anemia hemolitik atau trombositopenia.

Jika anda menderita penyakit pada sumsum tulang sehingga produksi sel darah terganggu seperti pada penyakit anemia aplastik maka anda juga akan membutuhkan transfusi darah. Beberapa penyakit seperti hemofilia yang menyebabkan gangguan produksi beberapa komponen darah maka anda mungkin membutuhkan transfusi komponen darah tersebut.

Apakah transfusi darah aman?

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI), darah transfusi di Indonesia relatif aman dan bebas dari segala macam penyakit berbahaya. Setiap darah donor akan dilakukan pemeriksaan yang ketat sehingga jarang sekali seseorang mendapatkan penyakit dari darah donor.

Masalah utama transfusi darah yang saat ini masih ada adalah kecelakaan akibat ketidakcocokan golongan darah. Meskipun angka kejadiannya boleh dikatakan sangat kecil namun inkompabilitas transfusi darah ini beresiko menyebabkan penderita mengalami reaksi yang sangat serius dan mengancam nyawa.

Beberapa penderita mendonorkan darahnya beberapa minggu sebelum dioperasi. Jika dalam operasi dibutuhkan darah maka dia dapat menggunakan darahnya sendiri sehingga reaksi transfusi dapat dikurangi.

Saat menerima darah transfusi, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi karena menganggap darah yang masuk adalah benda asing. Tubuh akan menolak darah yang masuk dan berusaha menghancurkannya. Namun, keadaan ini dapat dicegah dengan pemeriksaan golongan darah yang ketat sebelum dilakukan transfusi darah. Darah penerima dan darah donor dicocokan golongan darahnya, baik melalui sistem ABO maupun Rhesus.

Meskipun telah dilakukan pencocokan golongan darah, beberapa penderita tetap dapat mengalami reaksi ringan transfusi darah seperti :

  • Demam.
  • Gatal dan bintik bintik merah pada kulit.
  • Nafas pendek.
  • Nyeri.
  • Berdebar debar.
  • Menggigil.
  • Tekanan darah menurun.

Reaksi transfusi ini memang sedikit menakutkan namun tidak berbahaya jika cepat ditangani.

Apa sih golongan darah itu dan mengapa sangat penting?
Golongan darah yang sangat penting dalam transfusi darah adalah sistem ABO dan Rhesus. A, B, AB dan O adalah penggolongan darah dalam sistem ABO. Setiap tipe pada sistem ABO memiliki nilai postif dan negatif, nilai ini dikenal dengan faktor Rhesus. Misalnya, jika anda memiliki golongan darah A+ artinya anda memiliki golongan darah A pada sistem ABO dan faktor Rhesus anda adalah positif.

Jika anda menerima darah transfusi yang golongannya tidak cocok maka dapat terjadi reaksi transfusi. Reaksi ringan jarang sekali berbahaya, tapi tetap harus mendapatkan penanganan cepat dan tepat sementara reaksi yang berat dapat mematikan.

Bagaimana darah dikumpulkan?

Darah yang tersedia di bank darah dikumpulkan dari para pendonor sukarela. Sebelum donor darah dilakukan maka pendonor akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah diderita. Hanya pendonor yang dapat melewati pemeriksaan ini yang dapat mendonorkan darahnya.

Darah donor yang telah diambil selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap penyakit berbahaya dan golongan darahnya. Jika ditemukan suatu masalah maka darah tersebut akan dibuang.

Darah yang telah lolos seleksi selanjutnya dipisahkan komponen darahnya lalu disimpan atau dikirim untuk segera digunakan.

Darah yang tersimpan di bank darah tidak dapat disimpan dalam waktu lama, hal ini menyebabkan bank darah dalam hal ini PMI sangat membutuhkan para pendonor sukarela guna mencukupi keperluan darah yang kian hari kian meningkat.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics