Memilih Susu Formula Yang Pas Untuk Bayi07.22.12

Air susu ibu atau ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi anda. Tidak ada yang meragukan kalimat tersebut namun tidak sedikit ibu yang tidak bisa memberikan ASI untuk buah hatinya sehingga harus beralih ke susu formula. Sayangnya selama ini informasi tentang susu formula lebih banyak didapat para ibu dari iklan sehingga tidak berimbang dan cenderung membodohi. Berikut beberapa hal tentang susu formula yang harus diketahui seorang ibu.

Apa saja jenis jenis susu formula?

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, saat ini terdapat tiga jenis susu formula yakni:

  • Formula susu sapi. Sebagian besar susu formula yang beredar di pasaran sebagai pengganti ASI terbuat dari susu sapi. Susu formula yang berasal dari susu sapi lebih seimbang gizi-nya dan lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Namun, ada beberapa bayi yang alergi terhadap susu sapi sehingga harus memilih jenis susu formula yang lain.
  • Formula susu kedelai. Susu formula yang terbuat dari kedelai sangat cocok bagi anda yang ingin meniadakan protein hewani untuk bayi anda. Susu formula kedelai juga bisa menjadi pilihan bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa. Namun ada juga bayi yang alergi terhadap susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai.
  • Formula hidrolisa protein. Susu formula jenis ini mengandung protein yang dipecah/hidrolisa sehingga menjadi bentuk yang lebih kecil bila dibandingkan protein pada susu sapi atau susu kedelai. Susu formula hidrolisa protein cocok bagi bayi yang tidak cocok dengan susu sapi dan susu kedelai. Susu formula ini juga bisa diberikan pada bayi yang alergi protein tertentu.

Disamping itu juga tersedia susu formula yang khusus buat bayi prematur dan bayi yang mengalami masalah kesehatan tertentu.

Mengapa bayi harus minum susu formula dan bukan susu biasa?

Susu formula yang dijual di pasaran diperkaya oleh segala nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Susu biasa atau susu segar tidak mengandung nutrisi yang seimbang atau yang dibutuhkan oleh bayi. Walaupun sejatinya nutrisi yang diberikan oleh susu formula belum bisa menyamai air susu ibu.

Apa saja bentuk susu formula yang tersedia?

Secara umum susu formula yang beredar di pasaran terdiri dari tiga bentuk. Pilihan terggantung dari kemampuan keluarga dan kepraktisan pemberian.

  • Susu formula bubuk. Susu formula bubuk adalah bentuk susu formula yang paling banyak di pasaran. Harganya relatif murah dan penyajiannya harus dicampur dengan air.
  • Susu formula cair konsentrat. Susu formula jenis ini juga harus dicampur dengan air saat menyajikan.
  • Susu formula siap minum. Susu formula jenis ini relatif mahal, tidak perlu dicampur air dan bisa langsung diminum oleh bayi anda.

Apa saja beda tiap tiap merk susu formula?

Setiap susu formula yang dijual di pasaran Indonesia harus mengandung nutrisi standar yang ditetapkan oleh BPOM/Kemkes. Jadi, walaupun setiap pabrik susu formula menambahkan segala macam jenis nutrisi pada susu formulanya namun mereka tetap harus berpegang kepada peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai nutrisi standar yang harus terdapat pada susu formula.

Apakah perlu membeli susu formula yang diperkaya zat besi?

Ya. Bayi anda membutuhkan zat besi agar bisa tumbuh dan berkembang. Jika anda tidak memberikan ASI bagi bayi anda maka susu formula yang diperkaya zat besi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan zat besi bagi bayi.

Bagaimana dengan susu formula yang ditambahkan DHA dan ARA?

Beberapa jenis susu formula ditambahkan dengan docosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid (ARA). Asam lemak omega 3 ini bisa ditemukan dalam ASI dan beberapa jenis makanan seperti telur dan ikan. Beberapa studi mengatakan bahwa menambahkan DHA dan ARA pada susu formula dapat membantu perkembangan penglihatan dan otak bayi namun studi yang lain justru mengatakan penambahan ini tidak memberikan manfaat.

Bagaimana dengan susu formula yang ditambahkan probiotik?

Probiotik yang ditambahkan pada susu formula diharapkan mampu menambah ketersediaan bakteri baik pada usus bayi. Mekanisme yang mirip saat bayi diberikan ASI, namun menurut studi yang dilakukan dalam jangka panjang, efek penambahan probiotik pada susu formula belum jelas atau belum pasti manfaatnya.

Pentingkah masa kadaluarsa pada susu formula?

Jangan membeli susu formula yang sudah kadaluarsa/expired. Jika sudah lewat waktu pemakaian, tidak bisa dijamin apakah susu formula itu masih baik kualitasnya.

Saat memeriksa masa pakai atau kadaluarsa susu formula, pastikan anda juga memeriksa kondisi kaleng/kemasan susu. Jangan dibeli susu formula yang kemasannya berkarat atau rusak. Susu formula yang kemasannya telah rusak tidak bisa dijamin keamanannya.

Berapa lama sebaiknya bayi minum susu formula?

Susu formula sebaiknya diminum bayi sampai usia 1 tahun. Namun konsultasikan ke dokter anak anda tentang kebutuhan susu yang sesuai dengan kondisi bayi anda. Susu skim tidak cocok bagi bayi di bawah usia 2 tahun karena tidak mengandung cukup kalori untuk menunjang pertumbuhan.

Akhir kata, Air Susu Ibu masih yang terbaik bagi bayi anda.

Posted in Tips Kesehatanwith 1 Comment →

Inilah Faktor Risiko Melahirkan Prematur04.02.11

Disebut kelahiran prematur jika janin lahir sebelum kehamilan memasuki usia 37 minggu. Di Amerika Serikat hampir 10% bayi yang lahir merupakan bayi prematur.

Berikut merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan ibu hamil melahirkan bayi prematur.

  • Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya.
  • Perokok atau pemakai kokain/narkoba.
  • Kehamilan ganda/kembar.
  • Janin yang dikandung mengalami kelainan kromosom.
  • Ibu hamil dengan abnormalitas serviks atau rahim.
  • Mengalami pembedahan perut selama kehamilan.
  • Mengalami infeksi selama kehamilan.
  • Perdarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.
  • Sangat kurus atau pemeriksaan kehamilan yang tidak benar.
  • Memiliki ibu atau nenek yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbrestol).

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Mengenal Bakteri Sakazakii Yang Meresahkan02.16.11

Enterobacter sakazakii adalah bakteri yang termasuk ke dalam keluarga Enterobacteriaceae. Keluarga enterobacter merupakan bakteri yang sering ditemukan pada usus hewan, manusia dan lingkungan. Bakteri sakazakii dapat menyebabkan wabah radang otak/meningitis dan diare/enteritis khususnya pada bayi.

Pada beberapa kejadian wabah dilaporkan, sebanyak 20 – 50% bayi yang terinfeksi sakazakii meninggal dunia sedangkan sisanya mengalami gangguan saraf menetap. Pada orang dewasa, infeksi sakazakii hanya menimbulkan gekala yang sifatnya ringan dan mudah disembuhkan.

Habitat alami Enterobacter sakazakii masih belum bisa dipastikan. Bakteri ini sering ditemukan pada usus manusia yang sehat, hewan dan lingkungan.

Pada dasarnya, bakteri sakazakii mengkontaminasi susu formula melalui tiga cara, yaitu :

1. Bahan baku yang digunakan untuk membuat susu formula.

2. Kontaminasi oleh bahan bahan yang ditambahkan ke susu formula setelah dilakukan pasteurisasi.

3. Kontaminasi pada saat susu formula disajikan ke bayi oleh ibunya dan proses penyimpanan sisa susu formula yang tidak bagus.

Bakteri sakazakii juga ditemukan pada jenis makanan lain namun hanya pada susu formula yang dilaporkan dapat menimbulkan wabah.

Enterobacter sakazakii dapat menimbulkan penyakit pada semua kelompok umur. Pada beberapa kasus yang dilaporkan, bayi usia dibawah setahun adalah yang paling berisiko terutama yang berumur dibawah 28 hari. Bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah dan bayi yang mengalami gangguan sistem pertahanan tubuh juga memiliki risiko yang sama.

Para ahli mengharapkan ibu ibu yang memberikan bayinya susu formula untuk memahami fakta bahwa tidak ada satupun susu formula yang benar benar steril. Mereka diharapkan mampu menyajikan susu formula untuk bayinya dengan cara cara yang sesehat dan sebersih mungkin.

FAO/WHO Codex Alimentarius Commission telah memberikan standarisasi Internasional untuk produk makanan termasuk susu formula bayi. Mereka juga memberikan standar maksimal kandungan bakteri yang terdapat dalam susu formula termasuk untuk bakteri sakazakii. Jadi, secara internasional, adanya bakteri sakazakii pada susu formula masih diperbolehkan namun tidak boleh melebihi dari standar yang diberikan oleh WHO/FAO.

Sampai saat ini data mengenai kandungan bakteri sakazakii pada masing masing produk susu formula masih menjadi tanda tanya akibat tertutupnya industri susu dalam memberikan informasi.

Hal ini bisa dipahami mengapa pemerintah tidak berani mengumumkan susu yang ber-sakazakii sebab tidak menutup kemungkinan semua produk susu mengandung bakteri ini namun masih dalam batas yang diperbolehkan.

Tidak semua bakteri boleh ada pada susu formula. Bakteri salmonela yang pathogen misalnya. Bakteri salmonela tidak boleh ada satu pun dalam produk susu formula untuk bayi.

Fakta terkini menunjukan, tidak ada satupun bayi yang diberikan ASI ekslusif mengalami infeksi bakteri sakazakii. Jadi, agar bayi terhindari dari infeksi bakteri sakazakii, bayi harus diberikan ASI ekslusif selama enam bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun seperti rekomendasi WHO.

Posted in Info Kesehatanwith 1 Comment →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat