Sekelumit Tentang Transfusi Darah10.18.10

Transfusi darah adalah suatu tindakan medis yang bertujuan mengganti kehilangan darah pasien akibat kecelakaan, operasi pembedahan atau oleh karena suatu penyakit. Darah yang tersimpan di dalam kantong darah dimasukan ke dalam tubuh melalui selang infus.

Kapan kita memerlukan transfusi darah?

Transfusi darah diperlukan saat anda kehilangan banyak darah, misalnya pada :

  • Kecelakaan, trauma atau operasi pembedahan yang besar.
  • Penyakit yang menyebabkan terjadinya perdarahan misal maag khronis dan berdarah.
  • Penyakit yang menyebabkan kerusakan sel darah dalam jumlah besar, misal anemia hemolitik atau trombositopenia.

Jika anda menderita penyakit pada sumsum tulang sehingga produksi sel darah terganggu seperti pada penyakit anemia aplastik maka anda juga akan membutuhkan transfusi darah. Beberapa penyakit seperti hemofilia yang menyebabkan gangguan produksi beberapa komponen darah maka anda mungkin membutuhkan transfusi komponen darah tersebut.

Apakah transfusi darah aman?

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI), darah transfusi di Indonesia relatif aman dan bebas dari segala macam penyakit berbahaya. Setiap darah donor akan dilakukan pemeriksaan yang ketat sehingga jarang sekali seseorang mendapatkan penyakit dari darah donor.

Masalah utama transfusi darah yang saat ini masih ada adalah kecelakaan akibat ketidakcocokan golongan darah. Meskipun angka kejadiannya boleh dikatakan sangat kecil namun inkompabilitas transfusi darah ini beresiko menyebabkan penderita mengalami reaksi yang sangat serius dan mengancam nyawa.

Beberapa penderita mendonorkan darahnya beberapa minggu sebelum dioperasi. Jika dalam operasi dibutuhkan darah maka dia dapat menggunakan darahnya sendiri sehingga reaksi transfusi dapat dikurangi.

Saat menerima darah transfusi, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi karena menganggap darah yang masuk adalah benda asing. Tubuh akan menolak darah yang masuk dan berusaha menghancurkannya. Namun, keadaan ini dapat dicegah dengan pemeriksaan golongan darah yang ketat sebelum dilakukan transfusi darah. Darah penerima dan darah donor dicocokan golongan darahnya, baik melalui sistem ABO maupun Rhesus.

Meskipun telah dilakukan pencocokan golongan darah, beberapa penderita tetap dapat mengalami reaksi ringan transfusi darah seperti :

  • Demam.
  • Gatal dan bintik bintik merah pada kulit.
  • Nafas pendek.
  • Nyeri.
  • Berdebar debar.
  • Menggigil.
  • Tekanan darah menurun.

Reaksi transfusi ini memang sedikit menakutkan namun tidak berbahaya jika cepat ditangani.

Apa sih golongan darah itu dan mengapa sangat penting?
Golongan darah yang sangat penting dalam transfusi darah adalah sistem ABO dan Rhesus. A, B, AB dan O adalah penggolongan darah dalam sistem ABO. Setiap tipe pada sistem ABO memiliki nilai postif dan negatif, nilai ini dikenal dengan faktor Rhesus. Misalnya, jika anda memiliki golongan darah A+ artinya anda memiliki golongan darah A pada sistem ABO dan faktor Rhesus anda adalah positif.

Jika anda menerima darah transfusi yang golongannya tidak cocok maka dapat terjadi reaksi transfusi. Reaksi ringan jarang sekali berbahaya, tapi tetap harus mendapatkan penanganan cepat dan tepat sementara reaksi yang berat dapat mematikan.

Bagaimana darah dikumpulkan?

Darah yang tersedia di bank darah dikumpulkan dari para pendonor sukarela. Sebelum donor darah dilakukan maka pendonor akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah diderita. Hanya pendonor yang dapat melewati pemeriksaan ini yang dapat mendonorkan darahnya.

Darah donor yang telah diambil selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap penyakit berbahaya dan golongan darahnya. Jika ditemukan suatu masalah maka darah tersebut akan dibuang.

Darah yang telah lolos seleksi selanjutnya dipisahkan komponen darahnya lalu disimpan atau dikirim untuk segera digunakan.

Darah yang tersimpan di bank darah tidak dapat disimpan dalam waktu lama, hal ini menyebabkan bank darah dalam hal ini PMI sangat membutuhkan para pendonor sukarela guna mencukupi keperluan darah yang kian hari kian meningkat.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Diklatsarmil dan Latprajab 200905.23.09

Guna membentuk abdi negara yang tahu akan hak dan kewajibannya serta mengenalkan disiplin dan kehidupan ala militer, seluruh cpns/pns di lingkungan TNI wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar dasar militer  serta latihan prajabatan. Diklatsarmil wajib diikuti karena merupakan syarat untuk kenaikan pangkat pertama kali, sementara latprajab merupakan syarat utama untuk menaikan status dari cpns ke pns.

Pada tanggal 22 April sampai dengan 19 Mei 2009 atau selama 28 hari, saya bersama dengan 231 orang cpns/pns dari seluruh Indonesia mengikuti latsarmil dan latprajab yang bertempat di PusdikAjen Lembang Bandung. Dari 232 peserta, 182 diantaranya adalah perempuan serta 5 orang merupakan titipan dari BKKBN. Kegiatan yang di dominasi oleh cpns/pns golongan III ini menempati 4 buah barak atau tempat penampungan yaitu Maribaya (laki laki), Dharma, Wira dan Laksana.

Proses pendidikan diawali dengan diklatsarmil yang berlangsung dari tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2009. Kegiatan latsarmil lebih menekankan kepada aspek fisik disamping pemaparan teori di kelas. Materi yang diajarkan antara lain :

  • Bela Negara
  • Ilmu Komunikasi
  • PUDD
  • Wawasan Nusantara
  • Tata Upacara Militer
  • Kerukunan Hidup Beragama
  • Peraturan Dinas Garnisun
  • Cara Memberikan Instruksi
  • Pertahanan Negara
  • Pengetahuan Senjata Ringan
  • Kesadaran Disiplin
  • Ketahanan Nasional
  • Bela Diri Militer
  • Peraturan Baris Berbaris
  • Senam Militer
  • Lintas Medan
  • Outbound/Mountenering
  • Caraka Malam

Bagi saya yang menarik dari kegiatan latsarmil adalah Outbound dan Caraka Malam. Pada kegiatan ini kita dituntut keberanian untuk menghadapi segala tantangan alam demi keberhasilan melaksanakan tugas. Saat Caraka Malam kita diberikan sebuah pesan untuk disampaikan kepada komandan di tengah malam. Proses penyampaian pesan yang berlangsung tengah malam dengan berjalan sendiri menyusuri hutan tanpa penerangan dan disertai dengan bermacam godaan.

Saat latsarmil para peserta dikarantina dan diisolasi dari dunia luar seperti halnya kehidupan militer/pendidikan militer. Alat komunikasi (HP) ditahan, siswa dilarang ke kantin dan keluar dari PusdikAjen. Tantangan yang paling sulit dihadapi oleh siswa adalah terpisah dengan HP selama 2 minggu. Kita benar benar tidak bisa berhubungan dengan keluarga.

Kegiatan selanjutnya adalah latprajab yang berlangsung dari tanggal 6 Mei sampai dengan 15 Mei 2009. Kegiatan yang sebagian besar berlangsung di kelas ini bermaterikan antara lain :

  • Orgas TNI
  • Administrasi Umum TNI
  • Pembinaan PNS TNI
  • Karmil dan Seminar
  • Matra Darat
  • Matra Laut
  • Matra Udara

Karena kegiatan banyak berlangsung di kelas, tantangan yang paling berat dari latprajab adalah mengantuk dan tidur di kelas. Entah mengapa, setiap menerima pelajaran ada saja siswa yang tertidur dan mengantuk. Apalagi didukung oleh cuaca di Lembang yang sering hujan dan suhu yang sangat sejuk tentu akan membuat para siswa tambah mengantuk.

Saat latprajab, masing masing siswa juga mendapat tugas membuat sebuah karangan militer (karmil). Saya sendiri mengambil judul ‘upaya meningkatkan kemampuan prajurit TNI dan PNS di lingkungan Ajendam IX/Udayana dalam bidang teknologi informasi guna menunjang tugas sehari hari’ sebagai karangan militer.

Setiap akhir pekan selama latprajab, seluruh siswa mendapat kesempatan melaksanakan ijin bermalam (IB) yakni boleh menginap di luar PusdikAjen tetapi tetap dilingkungan Bandung, Jakarta dan sekitarnya. Kesempatan ini benar benar dimanfaatkan siswa untuk melepas sementara kehidupan ‘teratur’ di PusdikAjen. Saya sendiri bersama beberapa teman, menghabiskan IB pertama di rumah seorang pembina asal Bali sambil berjalan jalan menikmati indahnya Gunung Tangkuban Parahu. Sedangkan IB kedua saya bersama beberapa teman menghabiskan waktu di Bandung, selanjutnya IB kedua juga di Bandung di rumah seorang teman.

Seluruh kegiatan ditutup tanggal 19 Mei 2009 pagi  dengan upacara yang dipimpin oleh Wakil Asisten Personel Mabes TNI. Diakhir upacara dilanjutkan dengan demo PBB, Bela Diri Militer, Poco poco dan defile.

Yang sangat membanggakan bagi diri saya adalah saya berhasil menempati urutan kecakapan nomor 2 dari 232 siswa latsarmil 2009. Suatu prestasi yang tidak saya duga sebelumnya, mengingat target saya ikut latsarmil kali ini bukan mengejar peringkat tetapi hanya ingin lulus dan cepat pulang. Peringkat ketiga juga ditempati oleh teman saya yang sama sama dari Kodam IX/Udayana, jadi ada dua orang Kodam IX/Udayana yang masuk sepuluh besar latsarmil 2009.

Disamping prestasi tersebut, saya juga terpilih sebagai anggota senat yang membidangi seksi pendidikan, menjadi anggota tim demo PBB, menjadi dokter jaga kesehatan dan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan laptop.

Meskipun sudah ditutup, bukan berarti proses pendidikan CPNS di lingkungan TNI sudah berakhir, masih ada pendidikan prajabatan nasional yang menanti di depan mata. Menurut rencana prajabnas akan berlangsung pertengahan juli 2009 di kantor Dephan Salemba Jakarta selama 2 minggu. Sayangnya, kami telah kehilangan 3 teman seperjuangan akibat kecelakaan pesawat hercules di Magetan sehingga saat prajabnas pesertanya tidak sebanyak latsarmil/latprajab kemarin.

Demikian kegiatan saya selama sebulan menghilang dari hiruk pikuk dunia maya.

Posted in Curhatwith 19 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics