Serba Serbi Sakit Perut04.06.10

Sakit perut atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah abdominal pain adalah perasaan nyeri atau sakit yang dirasakan pada perut. Secara anatomi, rongga perut atau abdomen dibatasi oleh diafragma di bagian atas dan tulang pinggul di bagian bawah. Meskipun nyeri perut juga bisa disebabkan oleh otot dan kulit yang membungkus rongga perut, namun biasanya istilah abdominal pain digunakan untuk menggambarkan keluhan yang disebabkan oleh gangguan organ yang ada di dalam rongga perut. Organ tersebut antara lain lambung, usus halus, usus besar, hati, kandung kencing dan pankreas.

Kadangkala, nyeri yang dirasakan pada rongga perut bukan berasal dari kelainan organ yang ada di rongga perut begitu pula sebaliknya kelainan organ yang terdapat di dalam rongga perut, rasa nyeri bisa dirasakan sampai di luar rongga perut.

Apakah penyebab abdominal pain?

Nyeri perut umumnya disebabkan oleh karena adanya peradangan (contoh : appendicitis, diverticulitis, colitis), peregangan organ (contoh : sumbatan usus, sumbatan saluran empedu, pembengkakan hati), dan gangguan aliran darah ke organ (contoh : kolitis iskemia).

Kadangkala penyebab gangguan ini sulit ditentukan sehingga dikelompokan ke dalam istilah Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Bagaimana mendiagnosa atau menentukan penyebab abdominal pain?

Untuk menentukan penyebab abdominal pain, dokter melakukan langkah langkah berikut :

1. Anamnesa (Wawancara).

Pasien ditanyakan tentang riwayat keluhannya. Mulai dari karakteristik nyerinya, kapan nyeri mulai dirasakan, sampai keluhan keluhan lain yang dirasakan berbarengan dengan rasa nyeri di perut. Ditanyakan pula riwayat penyakit yang pernah dirasakan oleh pasien yang kira kira berhubungan dengan keluhannya saat ini.

2. Pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan fisik meliputi kondisi pergerakan usus dan organ di dalam rongga perut. Tanda tanda peradangan, nyeri tekan, pembesaran organ dan lain lain.

3. Pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang meliputi, pemeriksaan laboratorium, ronsen, USG dan sebagainya.

Apa yang anda harus siapkan sebelum ke dokter?

Tidak selamanya dokter mudah menentukan penyebab dari nyeri perut. Sangat diperlukan kerjasama pasien dalam mengungkapkan keluhannya dengan lebih jelas sehingga membantu dokter dalam menentukan penyebab nyeri perut yang diderita pasien.

Berikut hal hal yang perlu anda catat sebelum ke dokter :

  • Obat yang selama ini anda konsumsi.
  • Riwayat alergi obat, makanan dan bahan bahan lainnya.
  • Obat yang anda konsumsi untuk meredakan keluhan anda saat ini.
  • Riwayat penyakit khronis yang pernah anda derita seperti penyakit jantung, diabetes, dan sebagainya.
  • Riwayat operasi pembedahan sebelumnya terutama di daerah perut.
  • Riwayat opname sebelumnya/
  • Riwayat pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan.
  • Riwayat keluarga yang memiliki keluhan yang sama.
  • Riwayat merokok, konsumsi alkohol dan sebagainya.

Yang perlu anda ceritakan sehubungan dengan keluhan yang anda derita saat ini antara lain :

  • Kapan nyeri mulai dirasakan.
  • Apakah ada keluhan yang sama sebelumnya.
  • Frekuensi nyeri yang dirasakan.
  • Apakah nyeri datang tiba tiba ada bertahap.
  • Seberapa parah nyeri yang dirasakan.
  • Apa yang menyebabkan nyeri bertambah parah.
  • Apa yang dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Karakteristik nyeri.
  • Keluhan lain yang berbarengan dengan nyeri perut seperti demam, kedinginan, keringat dingin, diare, penurunan berat badan, berak darah, hilangnya nafsu makan, mual, dan lemas.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Penyakitwith 15 Comments →

BlogDokter.Net Bukan Untuk Mengobati Penyakit12.27.09

pak dokter2…knp bkn blog sih kalau g menyelesaikan dx? anda kan dokter so anda punya hak untuk meresepkan obat..kasih tau tu para klient yg ter dx Pitriyasis Versikolor..

Demikian petikan komentar yang ada di salah satu tulisan blog ini. Sebenarnya komentar yang hampir hampir mirip sudah sering saya terima tetapi saya hanya memberikan jawaban via komentar pada tulisan tersebut. Mungkin karena jawaban saya terpecah pecah tersebut sehingga masih menimbulkan komentar yang sama tentang fungsi dan peranan dari blogdokter.net. Untuk kepentingan tersebut maka saya akan menceritakan kembali fungsi dan peranan blog ini dalam hubungannya dengan diagnosa penyakit berikut pengobatan yang diberikan.

Blogdokter.net merupakan sebuah blog yang berisi tulisan tentang kesehatan, penyakit, obat obatan dan teknologi informasi. Blog ini hanya sebuah media informasi yang berusaha menambah wawasan pembacanya mengenai bidang bidang tersebut. Selain tulisan sendiri, blog ini juga berisikan beberapa tulisan yang berasal dari sumber dan blogger lain yang kiranya berguna untuk disebarluaskan kepada pembaca blogdokter.net.

Karena sifatnya sebagai media informasi dan segmen pembaca yang berasal dari berbagai kalangan maka pembahasan atau tulisan yang ada di blog ini hanya bersifat superfisial alias inti intinya saja. Bila ingin mendapatkan informasi yang lebih detail, pembaca dipersilakan untuk mengisi kolom komentar atau menghubungi penulis melalui berbagai media penyaluran yang telah disediakan.

Ketika penulis yang kebetulan seorang dokter dituntut untuk menegakan diagnosa sekaligus memberikan pengobatan terhadap penyakit yang diderita pembaca, hal tersebut menjadi sangat tidak mungkin karena untuk menegakan diagnosa diperlukan beberapa langkah yang boleh dikatakan cukup rumit. Langkah tersebut antara lain :

  • Wawancara. Dalam bahasa kedokteran wawancara ini dikenal dengan nama anamnesa. Saat wawancara, pasien menjabarkan semua keluhan yang dialaminya yang membuatnya datang ke dokter. Untuk mengarahkan ke suatu penyakit tertentu, dokter akan memandu wawancara tersebut sekaligus untuk mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan. Mungkin hal ini bisa dilakukan via interaksi di blogdokter.net.
  • Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan fisik memerlukan interaksi langsung antara pasien dan dokter. Langkah langkah pemeriksaan fisik meliputi : inspeksi (pengamatan), palpasi (perabaan), perkusi (mendengarkan suara lewat ketukan), auskultasi (mendengarkan suara lewat stetoskop). Nah, ini yang sulit dilakukan tanpa bertemu langsung dengan pasien.
  • Pemeriksaan penunjang. Bila informasi yang didapatkan dari wawancara dan pemeriksaan fisik masih kurang maka akan dilakukan pemeriksaan penunjang yang antara lain berupa pemeriksaan laboratorium, pencitraan dan pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kebutuhan.
  • Nah, setelah informasi yang didapatkan cukup, baru dokter dapat menegakan diagnosa untuk kemudian dilakukan perencanaan pengobatan pada pasien.

Jadi, sangat tidak mungkin untuk menegakan diagnosa dan mengobati pasien hanya dengan menggunakan blog. Maka dari itu, saya tidak pernah menyarankan menggunakan obat obat tertentu kepada pembaca blog ini kecuali memang diagnosa bisa saya perkirakan dari keluhan yang dijabarkan dan itu pun hanya obat obatan yang di jual bebas di warung warung bukan obat yang menggunakan resep dokter.

Posted in Editorialwith 13 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics