Archive for the ‘Intermezzo’

Terima Kasih Chris John01.27.08

2221091703 Be53e8d6d2 O

Tulisan ini sepenuhnya saya dedikasikan untuk saudara Chris John yang mampu mengharumkan nama bangsa ini ditengah keamburadulan di segala bidang.

Lelaki yang lahir dengan nama kecil Yohannes Christian John ini mampu membius jutaan penonton televisi di Indonesia dengan aksi briliannya ketika menghempaskan Roinet Caballero dari Panama pada ronde kedelapan dengan kemenangan TKO. Dengan kemenangan ini, Chris John mampu mempertahankan gelar juara kelas bulu versi badan tinju dunia WBA sebanyak 9 kali. Prestasi ini tentu sangat membanggakan ditengah miskinnya prestasi olah raga Indonesia.

Dimulai dengan kemenangan atas Osamu Sato pada tahun 2004, selanjutnya berturut turut Chris John menundukan Jose Cheo Rojas, Derrick Gainer, Tommy Browne, Juan Manuel Marquez, Renan Acosta, Jose Cheo Rojas, Zaiki Takemoto, dan terakhir Roinet Caballero tadi malam. Deretan kemenangan ini tentu bukan prestasi sembarangan. Hal ini sudah bisa membuktikan siapa sebenarnya Chris John.

Petinju yang lahir di Jakarta 14 September 1979 anak pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini ini, mampu membuka mata dunia bahwa Bangsa ini belum menyerah. Indonesia masih memiliki anak bangsa yang mampu berprestasi di pentas dunia. Bangsa ini tidak hanya bisa berbicara karena terorisnya, budak a.k.a pembantunya, korupsinya, penindasan ham-nya, tetapi juga dalam bidang olah raga.

Olah raga tinju sebenarnya bukan ‘milik’ Indonesia, di Asia Tenggara kita masih kalah jauh dengan Thailand dan Filipina. Kekalahan ini bisa kita lihat di ajang SEA Games kemarin. Thailand hampir menyapu bersih semua medali emas yang dipertandingkan di cabang tinju. Namun suasana berbeda bisa kita lihat di tinju profesional. Sudah beberapa kali bangsa ini melahirkan petinju – petinju juara dunia. Mulai dari era Ellyas Pical sampai dengan Chris John saat ini.

Semoga prestasi Chris John ini mampu melecut para pemuda penerus bangsa ini agar lebih berprestasi di bidang yang mereka geluti. Tidak hanya bidang olah raga, di bidang pendidikan, pekerjaan dan lain lain kita bisa berprestasi. Buah dari prestasi itu pasti kita bisa nikmati baik untuk diri sendiri maupun untuk bangsa ini.

Terima kasih Chris John.

Posted in Intermezzowith 14 Comments →

Delapan Harapan di Tahun 200812.27.07

Pray

Tidak terasa tahun 2008 tinggal 5 hari lagi artinya sudah 360 hari kita melewati tahun 2007. Banyak kesan dan cerita yang telah berlalu di tahun ini, dan banyak harapan dan keinginan yang menanti di tahun depan.

Tahun 2007 anak saya yang pertama Ni Putu Evania Ananda Putri Wirawan mulai bersekolah di taman bermain alias playgorup. Seperti anak anak yang baru mulai sekolah tentu ada kelucuan dan kegemasan dalam diri saya melihat Nanda menangis di kelas, tidak mau bergaul dengan teman dan lain lain. Namun hal tersebut tidak perlu saya khawatirkan karena merupakan proses dari perkembangan anak.

Tahun 2007 saya mulai menggunakan domain blogdokter.net untuk ngeblog. Sebelumnya saya menggunakan server gratisan di wordpress.com. Cerita dan kisah ngeblog tentu tidak perlu diceritakan lagi karena pasti semua pembaca blog ini sudah mengetahuinya via arsip blog. Kesimpulannya, Ngeblog itu menyenangkan dan menghibur.

Manusia optimis adalah manusia yang penuh harapan dan cita cita. Delapan (mengapa mesti delapan sih?) harapan saya di tahun 2008 adalah :

1. Berhasil mengikuti pelatihan ATLS di bulan februari 2008 dengan sukses.
2. Mencari pekerjaan baru, karena terus terang saya sudah mulai tidak betah dengan tempat saya bekerja saat ini.
3. Hidup bebas utang, karena tahun depan seluruh utang utang saya lunas.
4. Mengajak anak anak ke kebun binatang. Terus terang karena kesibukan dan tetek bengeknya sampai sampai saya melalaikan janji mengajak anak ke kebun binatang.
5. Menyewa hostingan untuk forums.blogdokter.net dan mengelola forum itu sehingga menjadi forum kesehatan terbesar seperti milis dokter umum yang menjadi milis kesehatan terbesar.
6. Mengikuti kursus TOEFL. Ingin banget mengikutinya sebagai modal mencari pekerjaan yang baru.
7. Program menguruskan badan dan lebih mendisiplinkan diet. Walau sebagai dokter yang tahu kesehatan saya termasuk orang yang lalai dalam menjaga kesehatan diri sendiri.
8. Selalu menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan orang lain baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Demikian harapan saya sekaligus menjawab tag dari Sang Petualang.

Posted in Intermezzowith 40 Comments →

Blog Dokter Rangking 54, 58 dan 8612.09.07

Ranking

Kita sela dahulu pembahasan mengenai sakit kepala dengan sekilas info :

Menurut blog ini, Blog Dokter berada di peringkat 54 dari 100 blog Indonesia yang masuk ke Top 100. Kemudian saya telusuri di blog ini, Blog Dokter masuk peringkat 58 dari 100 untuk blog yang berbahasa Indonesia, dan peringkat 86 dari 100 untuk semua bahasa. Peringkat ini sewaktu-waktu bisa berubah menurut indeks skore dari beberapa ranking yang di rata-ratakan.

Sebagai penulis blog amatiran yang belum mahir benar menulis, peringkat ini tentu sangat bermanfaat untuk mengetahui seberapa penting blog ini bagi masyarakat blogosphere. Mudah-mudahan blog ini memang memberi manfaat bagi pembaca semua.

Seperti biasa saya mohon maaf bila ada kata-kata yang salah yang saya tulis di dalam blog ini, begitu pula saran-saran/tips yang saya berikan ternyata basi dan tidak memberikan manfaat bagi pembaca sekalian. Semua itu semata-mata karena masih terbatasnya kemampuan saya dibidang ilmu yang saya terjuni saat ini.

Terima kasih kepada semua pihak yang membantu saya dalam mengembangkan blog ini yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, begitu pula kepada pengunjung setia Blog Dokter baik yang suka berkomentar maupun yang hanya numpang lewat.

Tulisan ini bukan bermaksud narsis, cuma sekedar intermezzo aja. :)

Posted in Intermezzowith 33 Comments →

Milan – Juventus Berbagi Angka 0 – 012.02.07

Milan LogoJuventus Logo

Stadion Giuseppe Meazza di kota Milan tidak lagi menjadi tempat yang angker bagi tim tamu, khususnya yang melawat kesana untuk menghadapi AC Milan. Mereka selalui bisa membawa pulang poin setelah bertanding di stadion tersebut.Terakhir Juventus memperpanjang mitos tidak pernah menang Milan di kandang sendiri. Bermain di depan ribuan pendukung sendiri seakan menjadi beban bagi Milan sehingga kesebelasan kebangaan kota Milan ini gagal memanfaatkan keuntungan tersebut. Dua kali kalah dan lima kali seri merupakan sebuah rekor yang buruk untuk Milan bila bermain di kandang.

Menghadapi Juventus tadi pagi, Milan menurunkan seluruh punggawa terbaiknya, namun tidak satupun dari mereka mampu menggoyang jala Juventus yang dikawal oleh Buffon. Malah berkali kali tim tamu dari kota Turin, Juventus, berhasil melakukan serangan balik yang membahayakan gawang Dida. Kerjasama apik kedua bomber Juventus, David Trezeguet dan Iaquinta, mampu merepotkan lini pertahanan Milan yang dikawal oleh Nesta. Alhasil sampai dengan 45 menit babak pertama berakhir, tidak satupun gol yang tercipta.

Memasuki babak kedua, Carlo Anceloti pelatih Milan memasukan Inzaghi dan Maldini untuk menggantikan Gilardino dan Serginho. Penggantian ini membuat permainan Milan lebih berkembang. Berkali kali Buffon melakukan penyelamatan yang hebat untuk menahan tendangan dari Inzaghi yang sangat terukur. Melihat hal ini, Claudio Ranieri sang pelatih Juventus memasukan Del Piero menggantikan Iaquinta untuk menambah daya dobrak Juventus. Sayangnya pergantian pemain di kedua kesebelasan ini tidak mampu menambah satu gol pun sehingga kedua tim tetap membagi angka sama 0-0 sampai dengan wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Keberhasilan menahan imbang Milan dikandangnya ini merupakan pengulangan dari pertemuan mereka yang terakhir di Seri A 2 tahun yang lalu sebelum Juventus dipaksa degradasi ke seri B. Sedangkan bagi Milan, hasil imbang ini sangat menyulitkan mereka untuk bersaing merebut Scudetto musim ini. Bila tidak ada perubahan berarti, bukan tidak mungkin Milan akan mengibarkan bendera putih dalam usaha mengejar kampium seri A musim 2007-2008.

Data dan Fakta

AC Milan [0 - 0] Juventus

Kartu kuning : N. Legrottaglie, G. Chiellini, J. Zebina

Juventus: Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Nicola Legrottaglie, Christian Molinaro, Jonathan Zebina, Pavel Nedved, Antonio Nocerino, Hasan Salihamidzic, Cristiano Zanetti, Vincenzo Iaquinta, David Trezeguet

AC Milan: Nelson Dida, Kakha Kaladze, Alessandro Nesta, Massimo Oddo, Massimo Ambrosini, Gennaro Gattuso, Kaka, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Sergio Serginho, Alberto Gilardino

Posted in Intermezzowith 17 Comments →

Rasa Patriotisme Para Blogger12.01.07

Istockphoto 520404 Patriotism Vector

John F. Kenedy pernah bilang, “Jangan tanyakan apa yang telah negara lakukan padamu, tetapi tanyakan pada dirimu apa yang telah engkau lakukan pada negara”. Ungkapan itu begitu dashyat gaung dan gemanya meresap ke relung hati sanubari para pemuda Amerika pada masa itu. Rasa patriotisme timbul dan membara di seluruh daratan Amerika. Hasilnya sungguh luar biasa, rakyat Amerika pada waktu itu begitu semangat untuk maju ke medan perang, walau akhirnya mereka kalah secara defacto pada perang Vietnam.

Pada masa perang kemerdekaan Indonesia, berbagai ungkapan sejenis bermunculan. “Merdeka atau mati”, “maju tak gentar”, adalah beberapa diantaranya. Hasilnya pun tidak kalah hebat dengan apa yang terjadi di Amerika. Seluruh rakyat Indonesia merasa terpacu adrenalinya dan dengan tanpa memperdulikan hayat dikandung badan mereka berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Buahnya tentu sudah kita rasakan sampai detik ini yaitu kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan (walau kenyataannya kita masih dijajah dengan metode baru).

Bagaimana dengan masa kini? Apakah ungkapan yang membangkitkan rasa patriotisme itu masih relevan? Bagaimana dengan segerombolan orang yang menamakan diri mereka Blogger? Apa yang telah mereka lakukan untuk negara?

Ketika gencar diberitakan tentang keusilan, kenekatan dan kekurang ajaran negeri jiran Malaysia mencuri beberapa khasanah budaya Indonesia, dengan kompak para Blogger Indonesia menghujat dan menyerang negara yang mengaku serumpun dengan bangsa Indonesia ini. Terlepas dari kesalahan dari pihak Indonesia sendiri yang gagal untuk memelihara kekayaan budayanya, mengaku aku sebuah karya budaya yang memang bukan miliknya tentu merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji. Maka tidak heran bila muncul berbagai tulisan, banner, shoutbox, pop up message, yang menyerang Malaysia dengan berbagai macam umpatan dan kata kata kebencian lainnya.

Tidak peduli Blogger tua, muda, laki-laki, perempuan, transeksual, hitam, putih, sawomatang, seleb, asal mereka mengaku sebagai bagian dari bangsa ini ikut ambil bagian dalam gerakan ini. Semua kompak tanpa suatu komando menyebut negeri tetangga Indonesia itu dengan sebutan “Malingsia”.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa efektifkah pergerakan yang dilakukan komunitas Blogger ini? Apakah segala sesuatu yang mereka suarakan tadi didengar oleh mereka yang mempunyai kepentingan? Apakah semua itu hanya sebatas slogan kosong yang dengan mudah lenyap diterpa angin?

Apapun jawaban dari pertanyaan itu, kita tidak usah berkecil hati dan putus asa, yang paling penting adalah KITA TELAH BERBUAT SESUATU UNTUK NEGARA.

UPDATE :
Ada sebuah blog balasan dari rakyat Malingsia kepada rakyat Indonesia. Silakan baca disini dan lakukan segala hal yang dianggap perlu.

Posted in Intermezzowith 29 Comments →

Mosi Tidak Percaya Terhadap Aparatur Pemerintah11.13.07

Pagi ini tanggal 13 Nopember 2007, saya mengikuti rapat pemantapan persiapan tim kesehatan dalam rangka menyambut Konferensi PBB tentang perubahan iklim (UN FCCC) di Dinas Kesehatan Propinsi Bali. Konferensi yang akan berlangsung di Nusa Dua Bali dari tanggal 3 sampai 14 Desember 2007 ini menurut rencana akan dihadiri oleh 5 kepala pemerintahan, 40 pejabat setingkat menteri dan lebih dari 15.000 delegasi pendukung dari 189 negara. Untuk menyukseskan even terbesar yang pernah diadakan di Bali ini maka semua sektor yang terkait mulai sejak dini sudah mempersiapkan diri termasuk sektor kesehatan.

Dinas Kesehatan Propinsi Bali sebagai kepanjangan tangan Departemen Kesehatan RI juga tidak mau ketinggalan untuk ambil bagian pada even akbar tersebut. Hampir seluruh jejaring kesehatan yang ada di Bali, baik swasta maupun pemerintah sengaja dilibatkan. Berkenaan dengan maksud tersebut, saya selaku wakil dari RSU. Sari Dharma juga diundang untuk mengikuti rapat pemantapan persiapan yang pagi ini sudah kali kedua dilaksanakan. Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Dewa Oka berkenan untuk membuka rapat sekaligus memimpin diskusi.

Ada satu hal yang menggelitik hati saya pada rapat kali ini. Pada sambutan pembukaan, Kadis Oka membeberkan hasil rapat antara panitia daerah dengan panitia pusat yang ada di Jakarta. Ternyata semua urusan konferensi oleh panitia pusat telah diserahkan kepada event organizer (EO), termasuk tetek bengek di bidang kesehatan. Hal ini tentu menimbulkan ironi, mengapa panitia pusat dalam hal ini pemerintah harus menyerahkan semua tugas penting tersebut kepada swasta, padahal di daerah pemerintah mempunyai aparatur yang bisa digerakan untuk bekerja?

Bila alasannya karena kesiapan dan peralatan yang kurang, pada kenyataannya EO yang menangani bidang kesehatan tersebut malah telah menghubungi beberapa pihak yang sebelumnya masuk ke jejaring kesehatan yang telah disiapkan oleh Dinkes untuk menyewa peralatan. Cara yang dilakukan pun sangat arogan, tidak melalui sistem koordinasi tetapi mengirimkan surat saja. Untungnya semua pihak yang telah dikirimi surat tidak berjalan sendiri-sendiri, mereka menunda memberikan jawaban karena harus berkoordinasi dengan Dinkes.

Gejala diatas tentu semakin menguatkan dugaan telah terjadi masalah yang akut dalam hal koordinasi di negeri ini. Setiap aparatur berjalan sendiri-sendiri tanpa mau menggandeng aparatur yang lain dalam melaksanakan tugas. Contoh kecil yang sering kita alami bersama adalah masalah galian di jalan. Bulan ini PDAM yang melakukan galian, bulan depan PLN lalu bulan berikutnya Telkom, padahal bila galian dilakukan bersama-sama segala sesuatunya bisa dihemat dan pengguna jalan tidak akan merasa terganggu terlalu lama.

Mudah-mudahan masalah pembagian tugas ini cepat kelar sehingga tidak terlalu berimbas pada persiapan Konferensi PBB. Bila tidak maka nama bangsa ini akan makin terpuruk di mata dunia internasional.

Posted in Intermezzowith 12 Comments →

PageRank Blogdokter Naik10.29.07

Powered by MyPagerank.Net

Setelah menunggu kurang lebih 3 bulan sejak blog dengan domain blogdokter.net berdiri, akhirnya Google mau bermurah hati dengan menaikan PageRank (PR) blog ini menjadi 4. Menurut data yang saya himpun dari beberapa blog, kenaikan ini tidak terlepas dari kebijakan Google yang melakukan pembaruan (Update) terhadap kriteria rangking PR. Konsekuensi dari kebijakan ini pun sudah mulai terasa, antara lain ada beberapa blog yang selama ini mempunyai PR yang tinggi, tiba tiba PR-nya anjlok ke papan bawah. Sementara itu, beberapa blog yang lain yang mempunyai PR 0 lansung melesat ke PR yang diatasnya, seperti yang dialami blog ini.

Sebenarnya saya pribadi tidak begitu peduli dengan apa yang dinamakan PR ini, sebab menurut pendapat saya, PR tidak akan mampu membuat blog ini terhambat untuk dikenal di alam blogosphere. Toh, mesin pencari tidak hanya Google (Sementara ini, Google menempati posisi ketiga dalam hal membawa pengunjungnya ke blog ini), masih ada Yahoo, Windows Live, MSN dan lain lain. Memang sih, menurut para pakar web, PR diperhitungkan pemasang iklan untuk beriklan di suatu situs, tetapi di blog ini, saya tidak begitu inten untuk menaruh iklan. Iklan di blog ini cuma dua yaitu Text Link Ads dan Virtualvending. Sedikitnya iklan disini karena memang blog ini bukan bertujuan untuk mencari duit, untuk mencari duit, saya menggunakan blog ini dan ini.

(more…)

Posted in Intermezzowith 48 Comments →

Canon Powershot A46009.10.07

Akhirnya setelah menerima masukan dari teman teman milis dan berburu informasi lewat google.com, saya putuskan untuk menebus kamera digital Canon Powershot A460 seharga Rp. 1.350.000,00 di Anugerah Photo Denpasar. Ditambah dengan pembelian beberapa aksesori seperti camera bag dan memori SDCard, jadi total saya belanja sore itu Rp. 1.500.000,00

Sebelum memutuskan membeli Canon, saya sempat tergoda melihat penampilan dan harga dari Sony Cybershot S650. Dengan harga yang sama, Sony berani memberikan kamera 7.1 mpx dengan bentuk yang lebih mungil dan cantik. Namun menurut pengakuan dari sales Sony sendiri kalau kamera Sony seri S tidak bisa dibandingkan dengan Canon seri termurah sekalipun maka saya putuskan membuang keinginan membeli kamera Sony. Kamera Sony yang bisa menandingi Canon adalah yang seri W dan kamera Sony seri ini bisa dibawa pulang dengan harga diatas 3 jutaan. Cukup mahal bagi saya untuk sebuah kamera digital.

(more…)

Posted in Intermezzowith 35 Comments →

PKK, UPGK, Posyandu Riwayatmu Kini08.01.07

Menjawab tantangan Kang Kombor tentang kegiatan warisan Pelita (Pembangunan Lima Tahun) Orde Baru seperti PKK, Posyandu dan UPGK (Usaha Peningkatan Gizi Keluarga) yang masih berlangsung hingga kini maka akan saya turunkan laporan kegiatan yang masih berlangsung dan aktif di sekitar tempat tinggal saya yaitu Desa Sanur, Kota Denpasar.

Di Bali umumnya dan di Desa Sanur khususnya ketiga kegiatan pokok para wanita kader tersebut masih berlangsung sampai kini. Semua kegiatan masih terjadual rapi di masing masing Banjar (kelompok masyarakat setingkat RT). Mungkin dikarenakan ekspos tentang kegiatan mereka tidak segencar waktu jaman orde baru maka jarang banget kita jumpai koran koran yang menurunkan tulisan tentang kegiatan mereka sehingga kegiatan tersebut nyaris tidak terdengar.

(more…)

Posted in Intermezzowith 5 Comments →

Pejabat Ngeblog06.19.07

Membaca tulisan Pak Budi Poetra disini betul betul membuat saya gembira, mengapa? karena dunia blog telah mendapatkan pengakuan dari beberapa pejabat pemerintah. Pejabat mulai menyadari bahwa ada dunia lain di luar dunia mereka yang juga butuh perhatian dan perlu didengarkan keluh kesahnya.

Dunia blogger yang beken disebut blogosfer merupakan dunia yang penuh dengan berbagai macam karakter orang. Ada penulis yang cari aman dengan menulis sesuatu yang indah indah, tetapi tidak sedikit juga yang nakal dan cenderung kasar dalam menulis. Tidak hanya dalam tulisan sendiri, kekasaran mereka juga akan terlihat dari komentar komentar yang mereka tebar dimana mana. Apakah pejabat kita siap menghadapi mereka?

(more…)

Posted in Intermezzowith 15 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat