Archive for April, 2010

Mengenal Lebih Jauh Tentang Operasi Seksio04.07.10

Operasi seksio atau sering disingkat SC adalah operasi pembedahan untuk melahirkan bayi melalui perut ibu. Meskipun kesehatan ibu dan bayi lebih terjamin, bukan berarti operasi ini tidak bisa mengalami komplikasi. Karena termasuk operasi besar tentu resiko yang terjadi pun akan lebih besar serta proses penyembuhan luka yang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan persalinan normal.

Operasi seksio hanya dilakukan bila proses persalinan normal tidak mungkin dilakukan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakmampuan melahirkan secara normal ini, baik yang datangnya dari ibu maupun janin yang dikandungnya.

Meskipun demikian, angka kelahiran melalui operasi seksio kian hari kian meningkat. Padahal kalau ditilik secara lebih mendalam, banyak ibu hamil yang sebenarnya dapat melahirkan secara normal tapi lebih memilih untuk melakukan operasi dengan berbagai alasan.

Jadi, sangatlah penting bagi ibu hamil untuk mengenal secara lebih mendalam tentang apa itu operasi seksio.

Mengapa operasi seksio menjadi pilihan melahirkan bayi?

Dokter akan menganjurkan anda melahirkan dengan jalan operasi jika persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan. Umumnya operasi seksio adalah tindakan terencana namun di lapangan banyak operasi yang dilakukan secara mendadak akibat gangguan proses melahirkan secara normal.

Berikut adalah hal hal yang menjadi pertimbangan dokter sebelum memutuskan apakah seorang ibu hamil layak untuk dilakukan operasi seksio :

  • Seorang ibu dengan kehamilan kembar.
  • Ibu hamil dengan penyakit berat seperti infeksi HIV, herpes dan penyakit jantung.
  • Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Ibu hamil dengan bentuk panggul yang sempit.
  • Terdapat masalah dengan plasenta.
  • Terdapat masalah dengan tali plasenta.
  • Posisi bayi di dalam rahim yang tidak normal, misalnya sungsang.
  • Terdapat gangguan aliran darah pada janin.
  • Ibu hamil dengan riwayat operasi seksio sebelumnya.

Dapatkah seorang ibu hamil meminta untuk dilakukan operasi seksio?

Kenyataannya memang banyak operasi seksio saat ini dilakukan atas permintaan pasien meskipun tanpa alasan medis. Mereka umumnya memilih melakukan operasi karena takut kesakitan saat melahirkan secara normal. Alasan lain adalah mereka lebih mudah menentukan tanggal dan waktu kelahiran dengan operasi. Selain itu, mereka juga ketakutan organ kelaminnya rusak setelah persalinan normal.

Dari sisi medis, etika permintaan operasi seksio oleh ibu hamil  masih menjadi perdebatan. Tapi umumnya para dokter beranggapan bahwa sah saja seorang ibu hamil meminta operasi asal mereka sudah diberikan pemahaman tentang keuntungan dan kerugian atas tindakan yang akan dilakukan.

Resiko medis yang dapat terjadi pada operasi seksio antara lain infeksi, perdarahan, dan bayi yang dilahirkan akan mudah mengalami gangguan nafas setelah operasi. Setelah operasi, perawatan di rumah sakit juga akan lebih lama bila dibandingkan dengan persalinan normal. Rasa nyeri setelah operasi juga jauh lebih sakit bila dibandingkan dengan persalinan normal.

Operasi seksio juga akan meningkatkan resiko medis pada kehamilan berikutnya. Kehamilan setelah operasi seksio juga akan meningkatkan resiko terjadinya ruptur atau pecahnya rahim. Dan bila hal ini terjadi tentu akan membahayakan keselematan ibu dan janin.

Meskipun pada akhirnya ibu hamil menerima segala resiko tersebut namun operasi seksio hanya dapat dilakukan setelah umur kehamilan diatas 39 minggu kecuali atas indikasi medis yang mutlak.

Apa saja tahap tahapan operasi seksio?

Sebelum operasi

Operasi seksio memakan waktu kurang lebih 45 sampai 60 menit bertempat di kamar operasi. Jadi, jika anda berada di ruang persalinan atau kamar perawatan maka anda akan dipindahkan ke kamar operasi. Setiba di kamar operasi, tim operator yang terdiri dari dokter kebidanan, dokter anestesi dan perawat akan menjelaskan prosedur tindakan kepada anda. Setelah itu akan dilakukan pembiusan melalui tulang belakang (epidural/spinal block). Setelah dilakukan pembiusan, perut anda akan dibersihkan lalu di tutup dengan kain steril.

Saat operasi

Setelah semua persiapan selesai, dokter kebidanan akan memulai melakukan pembedahan. Irisan umumnya dilakukan melintang pada bagian bawah perut tepat diatas lipatan perut bawah sepanjang lebih kurang 20 cm. Irisan ini akan diperdalam sampai menembus otot dan rahim. Setelah rahim terbuka, bayi yang ada di dalamnya akan dikeluarkan berikut plasenta yang melekat pada dinding rahim. Setelah dilakukan pembersihan rahim dari sisa sisa plasenta, selanjutnya dilakukan penjahitan kembali secara lapis demi lapis pada setiap jaringan sampai kulit. Proses penutupan atau penjahitan inilah yang biasanya memakan waktu lama.

Setelah operasi

Setelah operasi selesai, anda akan dipindahkan dari kamar operasi menuju kamar pemulihan. Di tempat ini, kondisi anda akan terus di monitor sampai beberapa jam setelah operasi. Yang di monitor antara lain, kondisi hemodinamik atau tekanan darah anda dan adanya perdarahan pasca operasi. Bila setelah waktu pemulihan selesai dan tidak terdapat komplikasi maka anda akan segera dipindahkan kembali ke kamar perawatan.

Perlu diingat bahwa 7 hari setelah tindakan adalah masa masa rawan terhadap kemungkinan terjadinya infeksi. Gejala atau tanda tanda infeksi pasca operasi dapat ditandai dengan :

  • Nanah yang keluar dari luka operasi.
  • Demam.
  • Nanah atau darah yang keluar dari kemaluan.
  • Penyembuhan luka yang lama.

Bila terjadi tanda dan gejala tersebut, segera kontrol ke dokter agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Serba Serbi Sakit Perut04.06.10

Sakit perut atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah abdominal pain adalah perasaan nyeri atau sakit yang dirasakan pada perut. Secara anatomi, rongga perut atau abdomen dibatasi oleh diafragma di bagian atas dan tulang pinggul di bagian bawah. Meskipun nyeri perut juga bisa disebabkan oleh otot dan kulit yang membungkus rongga perut, namun biasanya istilah abdominal pain digunakan untuk menggambarkan keluhan yang disebabkan oleh gangguan organ yang ada di dalam rongga perut. Organ tersebut antara lain lambung, usus halus, usus besar, hati, kandung kencing dan pankreas.

Kadangkala, nyeri yang dirasakan pada rongga perut bukan berasal dari kelainan organ yang ada di rongga perut begitu pula sebaliknya kelainan organ yang terdapat di dalam rongga perut, rasa nyeri bisa dirasakan sampai di luar rongga perut.

Apakah penyebab abdominal pain?

Nyeri perut umumnya disebabkan oleh karena adanya peradangan (contoh : appendicitis, diverticulitis, colitis), peregangan organ (contoh : sumbatan usus, sumbatan saluran empedu, pembengkakan hati), dan gangguan aliran darah ke organ (contoh : kolitis iskemia).

Kadangkala penyebab gangguan ini sulit ditentukan sehingga dikelompokan ke dalam istilah Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Bagaimana mendiagnosa atau menentukan penyebab abdominal pain?

Untuk menentukan penyebab abdominal pain, dokter melakukan langkah langkah berikut :

1. Anamnesa (Wawancara).

Pasien ditanyakan tentang riwayat keluhannya. Mulai dari karakteristik nyerinya, kapan nyeri mulai dirasakan, sampai keluhan keluhan lain yang dirasakan berbarengan dengan rasa nyeri di perut. Ditanyakan pula riwayat penyakit yang pernah dirasakan oleh pasien yang kira kira berhubungan dengan keluhannya saat ini.

2. Pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan fisik meliputi kondisi pergerakan usus dan organ di dalam rongga perut. Tanda tanda peradangan, nyeri tekan, pembesaran organ dan lain lain.

3. Pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang meliputi, pemeriksaan laboratorium, ronsen, USG dan sebagainya.

Apa yang anda harus siapkan sebelum ke dokter?

Tidak selamanya dokter mudah menentukan penyebab dari nyeri perut. Sangat diperlukan kerjasama pasien dalam mengungkapkan keluhannya dengan lebih jelas sehingga membantu dokter dalam menentukan penyebab nyeri perut yang diderita pasien.

Berikut hal hal yang perlu anda catat sebelum ke dokter :

  • Obat yang selama ini anda konsumsi.
  • Riwayat alergi obat, makanan dan bahan bahan lainnya.
  • Obat yang anda konsumsi untuk meredakan keluhan anda saat ini.
  • Riwayat penyakit khronis yang pernah anda derita seperti penyakit jantung, diabetes, dan sebagainya.
  • Riwayat operasi pembedahan sebelumnya terutama di daerah perut.
  • Riwayat opname sebelumnya/
  • Riwayat pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan.
  • Riwayat keluarga yang memiliki keluhan yang sama.
  • Riwayat merokok, konsumsi alkohol dan sebagainya.

Yang perlu anda ceritakan sehubungan dengan keluhan yang anda derita saat ini antara lain :

  • Kapan nyeri mulai dirasakan.
  • Apakah ada keluhan yang sama sebelumnya.
  • Frekuensi nyeri yang dirasakan.
  • Apakah nyeri datang tiba tiba ada bertahap.
  • Seberapa parah nyeri yang dirasakan.
  • Apa yang menyebabkan nyeri bertambah parah.
  • Apa yang dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Karakteristik nyeri.
  • Keluhan lain yang berbarengan dengan nyeri perut seperti demam, kedinginan, keringat dingin, diare, penurunan berat badan, berak darah, hilangnya nafsu makan, mual, dan lemas.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Penyakitwith 15 Comments →

Berak Bercampur Darah? Artinya?04.01.10

Anda tentu akan terkejut dan merasa cemas jika saat buang air besar anda mendapati kotoran anda bercampur dengan darah. Darah yang keluar bersama dengan kotoran bisa jadi disebabkan oleh adanya perlukaan pada saluran pencernaan. Gejala ini memerlukan tindakan segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Menurut beberapa literatur, penyebab darah yang keluar bersama kotoran antara lain :

  • Adanya masalah pada pembuluh darah saluran cerna.
  • Adanya perlukaan atau ulkus pada usus dua belas jari atau lambung sehingga menimbulkan perdarahan.
  • Gangguan aliran darah pada saluran cerna.
  • Penyakit pada anus, kanker usus besar atau polip pada usus besar.
  • Hemoroid atau wasir.
  • Peradangan pada saluran pencernaan.
  • Infeksi.
  • Tumor pada usus halus.

Yang terpenting adalah segeralah ke dokter bila anda mengalami gejala ini.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Sekilas Infowith 20 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics