Keloid

Posted in Info Penyakit on Dec 13, 2008 Print

Apakah keloid itu?

Keloid pada dasarnya adalah jaringan parut yang tumbuh tanpa dapat dikontrol setelah kulit sembuh dari luka. Jaringan parut keloid bersifat keras dan berwarna kecoklatan tumbuh meninggi di atas kulit normal. Bentuknya yang tidak beraturan dan membesar secara cepat merupakan sifat dasar dari keloid. Tidak seperti jaringan parut pada umumnya, keloid tidak bisa mengecil atau berkurang seiring berjalannya waktu.

Apa beda keloid dengan jaringan parut biasa?

Setelah kulit terluka, proses penyembuhan akan meninggalkan jaringan parut. Jaringan parut ini selanjutnya akan membesar dan mengeras namun tetap berada diatas batas luka. Beberapa bulan kemudian, jaringan parut akan mengecil dan menghilang. Pengobatan dengan steroid terkadang akan mempercepat proses ini.

Sebaliknya keloid tumbuh beberapa waktu setelah luka sembuh dan membesar melebihi batas luka. Kemungkinan untuk membesar melebih batas luka inilah yang merupakan perbedaan utama keloid dengan jaringan parut biasa. Keloid biasanya muncul pada luka bekas operasi namun bisa juga tumbuh setelah kulit mengalami peradangan lokal. Hal hal lain yang sering menyebabkan keloid adalah luka bakar dan tindik atau tato.

Apa saja tanda dan gejala keloid?

Keloid tumbuh dan tampak sedikit mengkilat dengan warna kemerahan sampai kecoklatan. Beberapa keloid bisa tumbuh sangat besar dan tidak enak dilihat. Selain tidak bagus secara kosmetik, keloid juga bisa menyebabkan gatal dan nyeri saat dipegang.

Apa sih yang menyebabkan keloid?

Sampai saat ini belum dimengerti dengan pasti mengapa seseorang bisa dengan mudah mengalami keloid sementara yang lainnya tidak. Perubahan pada bagian sel yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel diperkirakan berhubungan dengan proses terjadinya keloid. Sayangnya semua itu belum bisa dibuktikan dengan data statistik yang pasti.

Siapa saja yang mempunyai kecendrungan menderita keloid?

Keloid jarang terjadi pada anak anak dan orang tua. Keloid mudah terjadi pada orang yang mempunyai kulit gelap tetapi tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin.  Pada beberapa kasus, keloid mempunyai kecendrungan diturunkan dari orang tua ke anaknya alias bakat keloid.

Pada bagian tubuh yang mana keloid biasanya tumbuh?

Keloid dapat tumbuh dimana saja, tapi yang paling sering adalah di bagian dada, punggung, bahu dan daun telinga. Jarang sekali keloid tumbuh di bagian wajah kecuali pada bagian bawah mulut.

Apakah keloid dapat dicegah?

Seseorang yang mempunyai bakat keloid atau pernah menderita keloid sebaiknya menghindari luka baik yang disengaja maupun tidak. Jauhi keloid semampunya.

Bagaimana pengobatan keloid?

Beberapa tindakan pengobatan keloid yang sering dilakukan oleh dokter antara lain :

  • Injeksi dengan kortison. Cara ini lumayan aman dan tidak menyakitkan. Injeksi biasanya diberikan sebulan sekali sampai manfaat maksimal diperoleh. Injeksi steroid akan meratakan keloid dengan cara memaksimalkan fungsi pembuluh darah pada daerah keloid.
  • Operasi. Tindakan ini sangat beresiko karena irisan pisau dapat menyebabkan tumbuhnya keloid baru. Beberapa ahli bedah biasanya mengkombinasi pengobatan injeksi kortison dengan pembedahan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Laser. Pengobatan dengan laser terbukti efektif untuk meratakan keloid dan memudarkan warnanya. Sayangnya terapi yang cukup aman dan tidak menyakitkan ini masih jarang digunakan.
  • Salep silikon. Penggunaan salep silikon untuk menutup keloid masih menimbulkan hasil yang beragam. Beberapa ada yang berhasil, namun ada pula yang gagal.
  • Pembekuan. Pembekuan keloid dengan menggunakan nitrogen cair terkadang mampu meratakannya namun efek sampingnya bisa menyebabkan daerah keloid menjadi lebih gelap.

Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com

Share |

Baca Juga :

107 Responses to “Keloid”


  1. we de says:

    Gemeeeeees sekali dengan keloid saya ini. Saya pernah minta dioperasiin keloid saya, tetapi baru 2 minggu, bekas operasi yang tadinya hanya seperti seuntai benang sudah timbul keloid. Aduh pasrah deh dok, suntikannya amboy sakit nian.
    Krem dan gel dan cica care, dan apapun namanya sudah saya coba, tetapi seperti kata dokter di atas, gatot semua, alias gagal total. Lumayan ni dengan condolisa keloid saya tak begitu nampak hitam.
    Dengan laser masih ada kemungkinan timbul lagi ga ya dok?
    Jadi ga bisa pakai bikini nih dok :)
    Terima kasih…..

  2. escoret says:

    lucu kok….

    malah kyk tato alami..kekkekek

    *jd pingin bikin tato*

  3. dolphin says:

    Bukannya itu kayak bekas tato gt..???

    Tato yang gagal or mau dihilangkan…wkwkkwkwk

  4. ario saja says:

    sip pak dokter, suwun informasinya. ngomong2 temenku banyak yang punya keloid nih

  5. Wah.. saya baru tau kalo itu yang namanya keloid. Trims for info Dok. :)

  6. syamsu says:

    oh.. itu namanya keloid ya :grin:
    Thanks infonya dok

  7. Antin says:

    Pernah punya pengalaman terapi untuk pasien keloid yang memuaskan? Barangkali bisa sharing di blog ini. Saya kadang2 juga kasihan, saat harus berulang kali nyuntik kenacort. Tapi kalo ga disuntik, keloidnya makin menonjol dan gatal.

  8. Antin says:

    Btw, salam kenal. Salut tuk blognya. Mudah2an saya bisa segera ikutan berperanan penting di dunia blogger Indonesia.

  9. baharazwar says:

    Dok, katanya keloid itu lebih mudah tumbuh pada kulit yang tegang atau yang berlawanan dengan garis Langer.

  10. Yudhi Gejali says:

    Penyakit simple..tapi sangat menjengkelkan.

  11. wira says:

    saya punya yg ginian, di paha kanan, panjang, hehehe, maklum bekas operasi patah tulang. Tapi sekarang sudah tidak tumbuh lagi.

    Oya dok, katanya ini bisa diobati dengan didih yang keluar dari bambu yang terbakar, bener nggak ya?

  12. imcw says:

    @we de : Keloid memang menyusahkan. Laser saya hanya baca teorinya, pengobatan langsung belum pernah saya alami.

    @escoret : Tato? Janganlah, di Indonesia tato masih menjadi sesuatu yang bermakna negatif.

    @ario saja : Mudah mudahan tidak tambah banyak.

    @Gung De a.k.a Rah Reborn : Sama sama.

    @syamsu : Sama sama.

    @Antin : Pengalaman saya ya menggunakan kenacort itu. Sayang memang hasilnya sangat bervariasi dan sungguh menyakitkan. Ada pula sih yang menggunakan salep Mederma tetapi hasilnya juga nggak begitu bagus.

    @baharazwar : Yap, tetapi kembali ke bakat keloid itu. Pengalaman saya ada yang mudah kena ada pula yang tidak.

    @Yudhi Gejali : Yap.

    @wira : Saya tidak tahu tentang hal itu. Tapi tidak ada salahnya dicoba.

  13. Crista says:

    Dok, anak saya pernah kena cacar air, umur 13 thn. Karena anaknya agak kasar, sore hari bintil-bintilnya keluar, esok hari pada pecah semua. and akhirnya ketika dia sembuh dari cacar air, bintil-bintil itu ngga hilang dan ngga kempes. Tetep melenthung, apakah itu juga keloid? Kasihan dok, kini dia kan pra remaja, suka minder, kalau berenang. :cry:

  14. Rosyidi says:

    wow.. gede banget keloidnya. Salah satu masalah bagi yang punya keloid adalah gak bisa daftar jadi angkatan. Temenku yang mau jadi perwira karir terhambat waktu tes kesehatan, karena ada keloid di tangannya. Aneh. padahal keloid gini doank koq gak boleh sih? padahal kan gak ada pengaruh ama kekuatan fisik. ya kan?

  15. imcw says:

    @Crista : Bisa jadi, karena saya nggak bisa lihat langsung maka nggak bisa memastikan.

    @Rosyidi : Betul, tapi dokter biasanya lebih lunak tes kesehatannya. :)

  16. reza says:

    :idea: Tau ga seh..aku punya keloid di siku tangan kanan & tangan kiri, yg di tanga kanan tambah hari tambah gede! tp yg di tangan kiri keloid ku kempes. kok bs gitu seh….??? tolong kalo ada yb bs jawab pertanyaanku, email aku di chocoholic_terry@yahoo.com

  17. imcw says:

    @reza : Sudah dijawab via YM.

  18. teti sugiarti says:

    Terimakasih atas infonya. saya punya keloid di payudara kanan. Terasa mengganggu karena sering gatal dan sakit dan ada kecenderungan semakin besar. Dokter pernah memberikan alternatif di suntik atau dioperasi. Katanya kalau disuntik akan sakit….sekali ya dok, apalagi di payudara jadi sampai sekarang saya nggak berani. Dioperasi …mahal…kan. Wah…harus gimana ya.. makanan apa yang harus saya hindari ?

  19. imcw says:

    @teti sugiarti : Pilihannya cuma itu, mengenai makanan tidak ada yang menjadi pantangan.



Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom