Indonesia Krisis Energi

Kategori Editorial pada 04 Apr 2008

2387830460 D29c283344 M

BlogDokter mengucapkan keprihatinan yang sedalam dalamnya atas krisis energi yang terjadi di negeri ini. Negeri Indonesia yang kaya akan kekayaan alam baik yang bisa diperbahatui maupun yang tidak bisa diperbahatui kini mengalami krisis energi yang parah.

Diawali dengan kelangkaan minyak tanah dimana mana. Rakyat berdesak desakan antre untuk mendapatkan setetes minyak tanah untuk mengepulkan asap dapur. Dengan alasan konversi minyak tanah ke gas, peredaran minyak tanah sengaja dikurangi. Akibatnya minyak tanah menjadi barang langka. Pemerintah dengan tanpa dosa menyalahkan rakyatnya yang bandel tidak mau menggunakan kompor gas.

Beberapa hari belakangan ini giliran elpiji yang langka di pasaran terutama tabung kemasan 12 Kg. Rakyat kembali mengantre untuk mendapatkan gas elpiji untuk mengepulkan asap dapur. Kompor minyak tanah sudah keburu dijual ke tukang loak karena tidak bisa dibelikan minyak tanah. Rakyat yang mencoba mengikuti saran pemerintah untuk konversi minyak tanah ke gas kembali gigit jari. Dengan santainya pemerintah dan Pertamina menyalahkan rakyat karena banyak rakyat yang mengganti tabung 50 Kg mereka ke tabung 12 Kg.

Maunya pemerintah apa sih?

Di Bali saya juga mengalami krisis energi yang entah disebabkan oleh salah siapa. Bensin premium menjadi barang yang sangat langka. Di hampir seluruh SPBU di Bali terjadi antrean kendaraan yang akan membeli premium. Karena tidak ada pilihan lain, pertamax pun menjadi barang yang laris manis. Mungkin 2 hari ini, nilai penjualan pertamax di Bali jauh diatas penjualan rata rata nasional. Dan lagi lagi Pertamina yang diuntungkan, rakyat yang menderita.

Maunya pemerintah apa sih?

Belum ada komentar yang spesial.
Baca Juga :

Trackback URI | RSS Komentar

15 Komentar untuk “ Indonesia Krisis Energi ”

  1. #1 baladika Berkomentar :

    seharian saya gak bisa bajak sawah :( sapi saya kekurangan makanan :(. POM bensin pada kehabisan rumput buat sapi jepang saya :(
    Tulisan terakhir di blog baladika adalah : Budaya Sogok Menyogok

  2. #2 syamsu Berkomentar :

    maunya pemerintah ya rakyatnya bingung

    Tulisan terakhir di blog syamsu adalah : Upgrade ke wordpress 2.5

  3. #3 Rosyidi Berkomentar :

    Naik sepeda aja biar hemat. Bike 2 Work.
    Enak hemat energi dan juga sehat :D
    Tulisan terakhir di blog Rosyidi adalah : Beda Hacker dan Cracker

  4. #4 cempluk Berkomentar :

    pertamina kurang tanggap dan cekatan dalam menangani kasus krisis energi ini..cempluk bener2 prihatin dengan semua nya…:(

    Tulisan terakhir di blog cempluk adalah : Keceriaan masa - masa SMA cempluk

  5. #5 artana Berkomentar :

    Bali saat ini sudah menjadi lumpuh ya…saya takut pergi keluar karena takut nggak kebagian bensin…..pusing dok!

    Tulisan terakhir di blog artana adalah : Otak lagi heng, nge-blog ah..!

  6. #6 goeshy Berkomentar :

    lacur!!! begitu kata orang bali, sudah harga-harga sembako melambung tinggi, krisis energy dimana-mana, transasksi legal terus terjadi di tengah laut, mau kemana sebenarnya pemerintah mengarahkan rakyat yang sudah hampir separuh rakyatnya jatuh miskin????????

  7. #7 imcw Berkomentar :

    @ baladika : Sama.

    @ syamsu : :(

    @ Rosyidi : Tempat saya kerja lumayan jauh. :(

    @ cempluk : Betul.

    @ artana : Turis akan membawa berita ini ke seluruh dunia.

    @ goeshy : Khan dulu kita semua kompak “Bersama Pasti Bisa” maksudnya bisa miskin.

  8. #8 gadjah.net Berkomentar :

    Selain krisis energi juga krisis teknologi informasi, penyebabnya adalah tutupnya akses ke youtube dari Indonesia.

    Padahal faktor edukasi youtube lebih tinggi dibanding dengan faktor negatifnya.

    Tulisan terakhir di blog gadjah.net adalah : [Windows] Setting Crimson Editor Untuk Eksekusi File JAVA

  9. #9 imcw Berkomentar :

    @ gadjah.net : Betul.

  10. #10 Deddy Berkomentar :

    Jadi resah juga nih… waktu ni sempet nyaris kehabisan bensin waktu pulang kampung. untungnya di spbu terakhir dapet minyak. fiuh…

    Tulisan terakhir di blog Deddy adalah : Antara Blogger, Viagra dan Spam

  11. #11 imcw Berkomentar :

    @ Deddy : Saya juga jadi malas kemana mana. :(

  12. #12 Okta Sihotang Berkomentar :

    wah..harus ngirit negh speertinya.. :)
    Tulisan terakhir di blog Okta Sihotang adalah : Ujian Hari Pertamaku !!!

  13. #13 Freddy Hernawan Berkomentar :

    syukurnya masyarakat indonesia ini sabar sabar yak bli. kalau saja nggak sabar, bisa pecah pecah kali nih provinsi buat negara sendiri.

    Tulisan terakhir di blog Freddy Hernawan adalah : Speedy Banjarmasin: Adakan Lomba Blog 30 juta

  14. #14 imcw Berkomentar :

    @ Okta Sihotang : Kita semua harus ngirit.

    @ Freddy Hernawan : Kesabaran tetap ada batasnya.

  15. #15 Qinimain Zain Berkomentar :

    Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 31 Mei 2008

    Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen
    (Satu Sebab Krisis Indonesia)
    Oleh Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . s(cience). m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain).

    INDONESIA, sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Lalu, mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini?

    Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah satunya, yaitu ilmu pengetahuan, system ilmu pengetahuan. Pokok bahasan itu demikian penting, yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun, selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian, manufaktur, teknik, keuangan, pemasaran, pelayanan, komputerisasi, penelitian, sumber daya manusia dan kreativitas, atau lebih luas bidang hukum, ekonomi, politik, budaya, pertahanan, keamanan dan pendidikan. Kemudian, apa definisi sesungguhnya sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri.

    Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan, berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn, to know). Sampai abad XVII, kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Kemudian, setelah abad XVII, pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie, 2001), sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. Dan, bukti nyata masalah, ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang):

    Contoh, “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Menemukan hukum-hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat, oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 1982:4, PT Gramedia, cetakan VII, Jakarta). Juga, “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen, baru dimulai tahun 1900. Sebelumnya, hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan, merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, 2005:19, Gajah Mada University Press, cetakan kedelapan belas, Yogyakarta).
    Kemudian, “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi, lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Tahap Kuantifikasi, yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta, karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie, Pengantar Ilmu Pemerintahan, 2005:18-19, PT Refika Aditama, cetakan ketiga, Bandung).

    Lebih jauh, Sondang P. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25, cetakan ke-21, Jakarta), sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen, yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority, TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama, TQO Tahap Survival (1886-1930). Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Kedua, TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Ketiga, TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya, perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Keempat, TQI Tahap Behavioral (1959-2000). Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Kemudian, Sondang P. Siagian menduga, tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika, didasarkan gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. (Yang ternyata benar dan saya penuhi, meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan, bukan komputer). Kelima, TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukumnya, (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). (Contoh, dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III, saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna, Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja - sistem ZQD, padanan m(eter), k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta - sistem mks. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert, itu pun tanpa satuan). (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma baru, TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).

    Bandingkan, fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138), Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45), atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22, 25-26).
    Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). Artiya, adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan, departemen, dan sebuah negara) pun mampu memahami, mengatasi, dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum, mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya.

    PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar, jika dibiarkan tanpa alat bantu, membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon).

    BAGAIMANA strategi Anda?

    *) Ahli strategi, tinggal di Banjarbaru, email: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com).

    THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm - The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008.

    Tulisan terakhir di blog Qinimain Zain adalah : Strategi (R)Evolusi Sistem Ilmu Pengetahuan (+)

Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom