Susu Formula Itu Kini Bermasalah

Bagi mereka yang suka menonton televisi khususnya program berita tentu tahu berita apa yang paling sering muncul belakangan ini. Disamping berita tentang perdebatan (lagi) di parlemen tentang RUU Pemilu, juga berita tentang susu formula yang mengandung kuman berbahaya.
Adalah IPB (Institut Pertanian Bogor) beberapa hari yang lalu mengumumkan sebuah hasil penelitian yang mereka lakukan tentang terjadinya kontaminasi kuman Enterobacter Sakazakii (ES) pada beberapa sampel susu formula yang mereka teliti. Hasilnya pun tidak tanggung tanggung, hampir 80 persen dari sampel tersebut positif mengandung bakteri yang berbahaya tersebut.
Masih menurut mereka, bila susu formula yang terkontaminasi kuman ES dikonsumsi oleh bayi yang berumur kurang dari 1 tahun maka bayi tersebut bisa menderita berbagai penyakit mulai dari radang usus, liver sampai dengan radang selaput otak. Hasil penelitian ini sudah diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk ditindaklanjuti berikut daftar merk susu yang terkontaminasi.
Mendengar pengumuman dari IPB ini, pemerintah melalui menteri kesehatan langsung bereaksi keras. Menteri yang terkenal bicara ceplas ceplos ini langsung menyerang peneliti IPB dengan mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan IPB tidak valid dan tidak bisa dipercaya. Sang menteri juga menuduh penelitian ini dibiayai pihak tertentu untuk menimbulkan keresahan di masyarakat.
BPOM selaku ‘anak buah’ dari menteri kesehatan segera mengamini apa yang dikatakan oleh Ibu Menkes. Mereka dengan agak sedikit terpaksa membentuk tim peneliti tandingan untuk meneliti ulang apa yang diteliti oleh IPB.
Bagi saya pribadi, apa yang dilakukan kedua lembaga intelektual ini tidak ada yang salah namun bukan berarti tindakan mereka bisa dikatakan 100% benar.
IPB sebagai institusi pendidikan sudah selayaknya melakukan penelitian terhadap semua bidang yang termasuk dalam lingkup keilmuan mereka, salah satunya adalah produk produk olahan pertanian dalam hal ini susu. Mereka pun berhak untuk mengumumkan hasil penelitian mereka itu ke publik agar penelitian tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. Sayangnya ada blunder yang mereka lakukan kali ini dengan mengumumkan juga efek atau akibat dari infeksi bakteri ES pada manusia. Seolah olah efek yang terjadi tersebut hasil dari penelitian yang mereka lakukan.
Untuk meneliti efek suatu kuman terhadap tubuh manusia tidak cukup hanya dengan menggunakan tikus seperti yang dilakukan IPB. Harus dilakukan penelitian langsung pada tubuh manusia karena secara fisiologis tubuh manusia berbeda dengan tikus. Tahapan tahapan penelitian pun sangat panjang dan berbelit, terlalu panjang untuk dijelaskan disini. Penelitian terhadap manusia sudah bukan menjadi tanggung jawab IPB tetapi sudah menjadi milik dari dunia kedokteran dalam hal ini Departemen Kesehatan.
Menteri kesehatan dan BPOM tidak semestinya terlalu reaktif mendengar press release yang dikeluarkan oleh IPB. Seandainya terdapat koordinasi yang bagus diantara kedua lembaga ini maka mereka sebenarnya bisa bekerjasama dalam melakukan penelitian.
IPB meneliti susu formula sampai menemukan bakteri berbahaya, Departemen Kesehatan/BPOM dapat melanjutkan penelitian tersebut mengenai efek dari bakteri yang ditemukan oleh IPB terhadap tubuh manusia.Ketika hasil akhir sudah diperoleh maka kedua lembaga ini dapat duduk bersama sama di depan wartawan untuk mengumumkannya kepada publik.
Bila langkah manis dan elegan itu ditempuh maka kepanikan para ibu yang mempunyai bayi seperti yang terjadi belakangan ini tidak akan terjadi.
Hikmah dari peristiwa ini adalah : ASI masih yang terbaik untuk bayi saudara.
Belum ada komentar yang spesial.







28 February 2008 pada jam 21:48
untung belum punya anak, juga belum nikah, juga belum punya cewek.
jadi aman.
Tulisan terakhir di blog paramarta adalah : boleh tau topik situs kamu ini sebenarnya apa?
28 February 2008 pada jam 21:51
oya ada lagi… kalo susu cewek apa masih aman dok?
sorri pak dokter… becanda nih
Tulisan terakhir di blog paramarta adalah : boleh tau topik situs kamu ini sebenarnya apa?
28 February 2008 pada jam 21:55
wah ini blognya dokter sungguhan yaaaak? ^^
met malem pak dokter…
thanks da mampir ke blogkoe
apa sih yang blm terkontaminasi di indo ini?
Tulisan terakhir di blog elmo adalah : Anna Kournikova without Skirt
28 February 2008 pada jam 22:01
saya sangat mendukung penelitian2 yang dilakukan pihak nnon pemerintah untuk memberikan banyak varian informasi pada kita. tolong diumumkan susu apa saja yang terkontaminasi. sebagai pelajaran untuk produsennya juga. kalau riset ini salah, toh sanksi yang diterima IPB amat besar (moral/material). so, go IPB…!
apakah SGM masuk salah satunya? Si bani minum susu ini. paling murah di kelasnya dan produk dalam negeri (pembenaran ni) hehe
28 February 2008 pada jam 22:55
sedih dengan berita ini, dengan hargu susu formula yang begitu mahal, tetapi bukannya kepuasan dari pelanggan malah ke waswasan yang di dapat , ASI saja yuk
Tulisan terakhir di blog hendriadi adalah : Lezatnya Lotek Cihapit
28 February 2008 pada jam 23:36
saya jadi ngeri nih kasih susu buat anak saya.. apalagi ASI mamanya gak keluar, jadi dari bayi banget udah minum susu formula.. sekarang udah 2 tahun sih, dan sehat2 saja.. dan gak pernah ganti merk susu. mudah2an ini berarti susu anak saya sudah benar..
Tulisan terakhir di blog jimmy adalah : Space Sheriff Gaban
28 February 2008 pada jam 23:52
tak disangka muncul juga penyakit ato katakanlah isu seperti ini… yang jelas kerugian akibat isu ato kabar buruk ini sangat sangat merugikan mereka yang kurang mampu
29 February 2008 pada jam 0:07
waduhh, anak saya pake Enfagrow nih pak cock dan Bebelac. Masuk kategori bahaya juga susu itu? ipb tuh harusnya benar2 cross check dulu sebelum melempar konklusi ke masyarakat
Tulisan terakhir di blog Made adalah : There is Meat in my Eyes. Whatz??
29 February 2008 pada jam 1:06
saatnya kembali ke produk asi….. air susu ibu
Tulisan terakhir di blog Anang adalah : Empat Tahun Sekali
29 February 2008 pada jam 1:19
iya sering liat di tipi kasus ini.
Tulisan terakhir di blog rd Limosin adalah : Apakah Kalian Semua Tukang Tipu?
29 February 2008 pada jam 1:54
[...] saya dengar di televisi sedang ribut-ributnya soal susu bayi yang mengandung bakteri sakazaki. Rata-rata banyak blog membicarakannya. saya jadi ingat kejadian anak adik saya “aga” yang [...]
29 February 2008 pada jam 3:07
iya pak dokter, semalam saya nonton juga tuh beritanya di tv…
keayang gak sih kalo dari kecil sudah minum bahan kimia gak jelas gitu, gedenya bisa error tuh kesehatannya :((
pemerintah dan badan pom lebih jeli lagi dong!!!
OOT : dapet pr nih Buat postingan MLM LINK
Tulisan terakhir di blog ridhocyber adalah : MLM Link (PR Para Blogger Indonesia)
29 February 2008 pada jam 11:45
kayaknya masih bakal berlanjut nih perseteruan menkes lawan IPB.
BTW perasaan tumben kita punya menkes yang berani kayak siti fadilah supari itu. bukunya kan bikin merah muka amerika serikat tuh. mungkin Pak IMCW bisa mengikuti jejaknya paling tidak jadi menkes aja, gak pake berani nyentil AS
Tulisan terakhir di blog baladika adalah : Tragedi Cinta Tomblos & Koncreng
29 February 2008 pada jam 12:50
Bener Pak. Bu Menkes in imemang rada ‘kekanak-kanakan’. Kurang bijaksana mengingat banyaknya warga masyarkat yang memang masih memakai Susu Formula. Pernyataannya mirip dengan teroris yang menebar bom dimana-mana… Hmmm…
Salam!
29 February 2008 pada jam 13:03
@ paramarta : Wah, promosi nih. Huehehehe.
Untuk susu cewek, asal cewek sendiri masih aman, tapi kalau cewek orang lain saya tidak bisa menjamin keamanannya.
@ elmo : Yap. Semua sudah terkontaminasi termasuk blog.
@ luhde : Menurut awig awig penelitian, peneliti memang tidak boleh mengumumkan sampel/responden penelitiannya. Ini yang sulit, mestinya BPOM yang proaktif melakukan penelitian lanjutan bukan marah marah seperti sekarang ini. Jujur saya juga tidak tahu susu yang terkontaminasi, anak saya juga minum susu buatan Nestle dari bayi sampai sekarang dan mereka sampai saat ini masih sehat sehat saja.
@ hendriadi : Mahalnya susu karena biaya promosi yang besar plus kemasannya. Memang kembali ke ASI adalah yang terbaik.
@ jimmy : Yap.
@ quelopi : Yang kurang mampu malah banyak yang menggunakan ASI, Mas. Yang dirugikan adalah ibu ibu golongan menengah atas yang malas untuk menyusui anaknya dengan berbagai alasan.
@ Made : Saya pribadi juga tidak tahu.
@ Anang : Btw, kapan nih punya ASI sendiri?
@ rd Limosin : Yap.
@ ridhocyber : Segera ke TKP.
@ baladika : Kalau saya jadi Menkes, Bos Baladika menjadi Dirjen Perlendiran.
@ rahadian : Saking semangatnya kali.
29 February 2008 pada jam 13:18
yup, stuju. menurut saya, ASI yang paling baek buat bayi.
ngeri juga yah susunya terkontaminasi kuman. emangnya kumannya didapet darimana?
Tulisan terakhir di blog pink adalah : Gimana rasanya?
29 February 2008 pada jam 15:18
Pak Dokter, kalo ibu ato bapaknya ga suka minum susu gimana? Berpengaruh ga terhadap perkembangan janin dan bayinya, Pak?
-gaya dik pertanyaan ne, biar keliatan cara nak dueg-
*kaburrrr*
Tulisan terakhir di blog Nyoman Ribeka adalah : Postingan Ga Penting of the Day
29 February 2008 pada jam 15:52
trus gimana kita menyikapinya pak dokter? apa untuk sementara kita tidak usah memberikan susu formula kepada anak kita? musti mencari alternatif pengganti susu formula nih…
Tulisan terakhir di blog Totok Sugianto adalah : Ponsel Cina, Mau?
29 February 2008 pada jam 16:32
Saya kurang simpati sama menkes ini udah dari dulu! soalnya kesannya dia terlalu menggampangkan masalah! Mulai dari flu burung, DBD, trus masalah susu ini. Apalagi waktu Departemen Kesehatan bikin acara di Metro TV. Duhm saya dongkol. Coba bayangkan kalo dana acara itu dipake buat bikin rumah sakit buat nampung pasien DBD di sanglah! Kan lumayan tuh!
** Pemikiran spontan..
Tulisan terakhir di blog imsuryawan adalah : Partai… oh… partai…
29 February 2008 pada jam 16:32
Itulah tujuannya bayi itu di imunisasi.. supaya bisa kebal.. dan juga tadi saya baca. kalau susu itu di seduh dengan air panas… bakteri yang ada disana akan mati.. jadi kayaknya ga masalah koq..
Tulisan terakhir di blog Dexno adalah : Comodho.Com pengganti blogrush?
29 February 2008 pada jam 19:05
untungnya jg, ada medical blogger (kapan ya istilah bloger diresmiin..) spt blogdokter dan dokterearekcilik yg ‘menyumbangkan pendapat’ via blog
bpom juga sudah ada press release
jd yg baca blog jgn panik ya..
1 March 2008 pada jam 17:45
Memang ASI yg paling bagus untuk perkembangan bayi pak,Saya udah gede kaya sekarang aja masih suka ama ASI pak. (Asiknya Susu Inem) hehehe.
tumben koment dini, padahal udah sering mampir.
ya itung-itung nitip link ya..!
Tulisan terakhir di blog ady gondronk adalah : Kalo bisa murah kenapa harus mahal..??
1 March 2008 pada jam 19:06
[...] juga: Enterobacter sakazakii, siapa sih lu? Susu Formula itu kini Bermasalah Share : These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web [...]
1 March 2008 pada jam 20:49
@ pink : Saat proses pengolahan di pabrik sampai dengan pengolahan saat akan menyajikan. Pink besok besok anaknya dikasi ASI aja ya.
@ Nyoman Ribeka : Tidak masalah. Saya juga tidak suka minum susu, baru cium baunya saja sudah mual.
@ Totok Sugianto : Bila umur bayi kurang dari 6 bulan segera kembali ke susu formula, bila lebih dari itu masak susu dengan benar sesuai dengan anjuran yang ada di kemasannya.
@ imsuryawan : Betul, walau saya dokter tapi saya juga tidak setuju sama menkes ini.
@ Dexno : Betul, asal saat memberikan pada bayi di dinginkan dulu.
@ dani : Yap, baru tadi lihat beritanya di teve.
@ ady gondronk : Seeep.
2 March 2008 pada jam 12:36
betul pak dokter ASI memang yang terbaik untuk bayi…
Tulisan terakhir di blog dipoetraz adalah : Ikut Pindahan?
2 March 2008 pada jam 20:43
@ dipoetraz : Yap.
5 March 2008 pada jam 3:36
Menurutku..
Data yang nggak akurat emang bisa bikin kacau dan resah..
Aku punya anak 2, cewek semua. Yang paling gede umur 2 taun masih mimik susu formula (produk endonesia), dan Alhamdulillah adiknya penggemar asi.
Gara-gara pemberitaan di TV dan jurnal yang udah nggak relevan (ditambah salah ketik mungkin), akhirnya sekampung resah semua! Namanya sayang anak kan jadi takut, khawatir, dan marah. Susu yang di “iklankan” mengandung gizi ini, gizi itu, baik untuk perkembangan otak, blah blah blah, ternyata mengandung bakteri berbahaya untuk otak!
Googling di internet, hasilnya dapet info dari http://www.antara.co.id,
Penelitian itu dilakukan tahun 2003, dan wajib dilaporkan berupa jurnal kepada depdiknas (sebagai penyandang dana). Ditampilkan oleh IPB di websitenya, tanggal pada website tercantum februari 2008 dan didalam tulisan itu penelitian diambil dari sampel pada bulan april~juni 2006. (salah ketik ya? katanya penelitian taun 2003)
link nya di sini..
Nah lho!
Hikmah dari peristiwa ini adalah: Data yang nggak akurat emang lebih kejam dari pembunuhan..
5 March 2008 pada jam 22:58
@ Bachtiar Rahady : Ditambah dengan berita yang dibuat simpang siur.
12 March 2008 pada jam 19:12
mohon bantuannya untuk susu formula yang bermasalah ?
12 March 2008 pada jam 19:37
@ winnie : Bantuan apa, Mbak?
14 March 2008 pada jam 13:29
aku masih mahasiswa kebidanan… aku,sekarang sedang membuat tugas akhir.judulku tetang susu formula.. kenapa ibu2 sekarang lebih senang dan bangga jika bayinya diberi susu formula padahal ASI adalah makana terbaik bagi bayinya…. terlebih skrg,ada bakteri yang mencemari susu formula….
aku sebenarnya ingin menggali lebih jauh, apa sich sebenarnya susu formula itu?dan yang baik dan sesuai itu seperti apa?
tapi sampai saat ini aku belum menemukan jawaban yang pasti.
14 March 2008 pada jam 15:07
@ utami : Cari jawaban dari pertanyaan itu dengan penelitian. Nanti kalau sudah ketemu, umumkan disini.
25 March 2008 pada jam 13:02
permisi
saia mahasiswa kedokteran.. saya ingin mengetahui apakah susu formula berhubungan dengan reaksi hipersensitivitas tipe 1 pada bayi?
bila ada tolong jelaskan mekanismenya… bila iya, apakah kipersensitivitas tersebut dapat sembuh?
terima kasih
25 March 2008 pada jam 15:37
@ eiffell : Sama saja koq dengan mekanisme RH tipe 1 yang lain. Cuma yang berperan pada susu formula sebagai alergen adalah laktosa. Seperti halnya RH yang lain, RH pada susu formula juga sifatnya herediter atau menurun dan tidak bisa disembuhkan.
12 November 2008 pada jam 10:01
15 November 2008 pada jam 8:21
@laksmi : Makanya susah saat ini menjadi konsumen makanan.