Olah Raga Pada Masa Kehamilan

Kategori Tips Kesehatan pada 03 Feb 2008

2238879992 1e23895e5b O

Tetap sehat di masa kehamilan merupakan dambaan setiap wanita yang sedang hamil. Selain makanan, olah raga merupakan salah satu cara untuk memperoleh keadaan sehat tersebut. Sayangnya masih banyak wanita hamil yang takut untuk berolah raga. Mereka khawatir olah raga bisa menyebabkan gangguan pada kehamilannya.

Pada umumnya, olah raga aman dilakukan saat hamil. Beberapa olah raga yang dianjurkan atau diperbolehkan pada masa kehamilan yaitu aerobik, jalan jalan, berenang, senam air, menari, bersepeda statis, dan yoga. Setiap wanita hamil mempunyai karakteristik yang berbeda beda sehingga olah raga yang dipilih harus disesuaikan dengan keadaan si ibu hamil. Bila kesulitan menentukan olah raga yang cocok, jangan pernah takut untuk menanyakan ke dokter kebidanan agar bisa diperoleh informasi mengenai olah raga yang sesuai dengan kondisi kehamilan saat itu.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat berolah raga di masa kehamilan :

Riwayat kehamilan buruk : Yang dimaksud dengan riwayat kehamilan buruk adalah riwayat kehamilan sebelumnya yang mengalami masalah seperti keguguran, perdarahan saat hamil, kematian anak dalam kandungan dan lain lain. Perlu dicatat bahwa keadaan ini tidak menghalangi 100 persen wanita hamil untuk berolah raga namun pemilihan jenis olah raga harus lebih selektif dan hati hati. Disamping itu diperlukan pengawasan dokter kebidanan yang lebih ketat untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan.

Detak jantung : Detak jantung wanita hamil saat berolah raga dianjurkan untuk tidak melebihi 140 kali per menit. Sayangnya rekomendasi ini masih menjadi bahan perdebatan karena sedikit sekali bukti bukti yang mendukung. Beberapa penelitian menunjukan peningkatan detak jantung sampai 70% dari normal tidak akan menganggu atau mempengaruhi detak jantung pada bayi dalam kandungan. The Canadian Society for Exercise Physiology and Society of Obstetricians and Gynecologists of Canada memberikan rekomendasi sebagai berikut : Untuk wanita hamil yang berumur kurang dari 20 tahun, detak jantung maksimal antara 140-155. Untuk bumil yang berusia antara 20-29 tahun, detak jantung maksimalnya yaitu 135-150 sedangkan bagi ibu hamil yang berusia 30-39 tahun detak jantung maksimalnya 130-145. Terakhir bagi ibu hamil yang berusia lebih dari 40 tahun maka detak jantung maksimal sata berolah raga yaitu 125-140.

Olah raga dengan cara rebahan : Tekanan akibat berat perut yang sedang hamil dapat menganggu aliran darah pada janin terutama pada trimester pertama. Penurunan curah jantung bisa mencapai 9% sehingga wanita hamil tidak dianjurkan melakukan olah raga sambil rebahan di lantai terutama pada trimester pertama.

Hidrasi : Sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan saat berolah raga. Minumlah 800 cc air 20-30 menit sebelum berolah raga dan minum 800 cc lagi selama berolah raga.

Keseimbangan : Perubahan pusat gravitasi pada tubuh wanita hamil akibat dari perubahan bentuk tubuh bisa menyebabkan masalah keseimbangan. Hal ini menyebabkan wanita hamil menjadi lebih mudah untuk jatuh terutama pada olah raga yang memerlukan perubahan posisi tubuh yang cepat seperti olah raga yang menggunakan raket, skating, dan senam gimnastik. Olah raga seperti ini lebih baik dihindari.

Olah raga kontak fisik : Olah raga seperti hoki lapangan, tinju, sepak bola, beladiri yang beresiko kontak fisik lebih baik dihindari.

Panas : Otot memproduksi panas saat berolah raga yang akan meningkatkan temperatur tubuh. Peningkatan suhu tubuh yang berlebihan dapat menganggu janin terutama pada trimester pertama. Walaupun tubuh wanita hamil sudah mempunyai mekanisme untuk menjaga suhu tubuh selalu dalam keadaan normal, namun hal ini tidak akan berguna bila tubuh dipaksa untuk berolah raga dalam kondisi lingkungan yang panas dan lembab. The American Academy of Family Physicians merekomendasikan (1) berolah ragalah pada pagi hari atau sore hari untuk mencegah tubuh terlalu panas dan (2) pastikan ruangan yang digunakan untuk berolah raga memiliki ventilasi yang cukup sehingga udara yang ada di dalam ruangan tidak terlampau panas.

Kesimpulan dari pembicaraan kita kali ini yaitu berolah raga merupakan aktifitas yang aman pada masa kehamilan selama olah raga yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi kehamilan dan memperhatikan beberapa hal seperti yang disebutkan diatas. Beberapa efek yang menguntungkan bila wanita hamil rajin berolah raga antara lain, mempersingkat waktu persalinan, mengurangi resiko untuk operasi seksio, mengurangi ketidaknyamanan saat persalinan, dan tenaga yang dibutuhkan saat persalinan menjadi lebih sedikit.

Ingat untuk selalu berkonsultasi ke dokter kebidanan sebelum melakukan olah raga karena pembahasan yang saya uraikan disini bersifat sangat umum sedangkan kondisi wanita hamil sangat individual.

Salam olah raga. :)

Baca Juga :

Trackback URI | Comments RSS

13 komentar untuk “ Olah Raga Pada Masa Kehamilan ”

  1. # 1 My Day My Memories » Blog Archive » Tulisan Tentang Kehamilan Meluncur Berkomentar:

    [...] ini tulisanku tentang Olah Raga Pada Masa Kehamilan kelar, sudah di publish juga disini. Silakan dibaca bagi yang berminat, bagi yang tidak berminat silakan dilihat saja. [...]

  2. # 2 anton Berkomentar:

    jd inget masa2 nemenin istri jalan2 sore di puputan badung atau lapangan lumintang. mungkin perlu ditambah jg soal perlunya suami nemenin istri yg olah raga. sptnya sepele. tp itu sangat mendukung psikologi alias olah jiwa juga bagi istri. :)
    Tulisan terakhir di blog anton adalah : Tak Ada Kasur, Nyebur pun Jadi

  3. # 3 imcw Berkomentar:

    @ anton : Betul. Koq saya nggak kepikiran kesana ya? Terima kasih atas masukannya.

  4. # 4 ogi Berkomentar:

    bagus-bagus. Trus trus, mbok ya tambahin satu artikel lagi, gimana caranya “ber-xxx” saat hamil :D
    Tulisan terakhir di blog ogi adalah : Weekend yang menyenangkan

  5. # 5 pandi merdeka Berkomentar:

    yah yang masih perjaka gimana nih :cry:
    Tulisan terakhir di blog pandi merdeka adalah : Ketika Konsumen tidak punya produsen

  6. # 6 imcw Berkomentar:

    @ ogi : Beres Boss. Segera saya susun.

    @ pandi merdeka : Beneran perjaka? :P

  7. # 7 Anang Berkomentar:

    ctrl+s buat jaga2 besok kalo udah punya istri hamil..

    Tulisan terakhir di blog Anang adalah : Anang on Wiki CahAndong

  8. # 8 devari Berkomentar:

    klo berXXX saat istri hamil, bisa dimasukkan kategori olahraga juga? :)
    Tulisan terakhir di blog devari adalah : Ngeblog, Idealist atau Realist?

  9. # 9 imcw Berkomentar:

    @ Anang : Punya istri aja dulu. :)

    @ devari : Bukannya kalo ber XXX, sang suami lebih banyak bergerak. :)

  10. # 10 luhde Berkomentar:

    wah, menurut saya senam hamil itu kok cuma produk tambahan industri kehamilan, seperti juga susu formula untuk orang hamil.

    Tulisan terakhir di blog luhde adalah : No Money, More Honey

  11. # 11 imcw Berkomentar:

    @ luhde : Bukan koq, Mbok. Semua itu hanya kepintaran pengusaha dalam memanfaatkan momen kehamilan. Sayang banyak diantara ibu hamil yang terbutakan saat memilih beberapa produk tersebut. Itulah gunanya blogdokter untuk memberikan penncerahan [halah]. :)

  12. # 12 alhuda Berkomentar:

    tolong tampilkan mekanisme persalinan kala 1 sampai dengan kala 4

  13. # 13 imcw Berkomentar:

    @ alhuda : Kala I = Kala pembukaan, pembukaan serviks dari 0 sampai lengkap. Kala II = Kala persalinan, saat keluarnya bayi. Kala III = Kala melahirkan placenta. Kala IV = Masa nifas, kembalinya organ kewanitaan ke posisi sebelum hamil.

Tinggalkan sebuah komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.

  • Pencarian Kustom