Seluk Beluk Kolesterol (3 habis)

Dampak dari naiknya kolesterol HDL.
Pada beberapa percobaan yang dilakukan oleh para ahli untuk menguji dampak dari penurunan kadar kolesterol LDL dalam mengurangi kejadian serangan jantung, ternyata ditemukan juga kalau dengan peningkatan kadar kolesterol HDL yang sedikit saja sudah mampu mengurangi kejadian serangan jantung. Pada setiap peningkatan 1 mg/dl kolesterol HDL, akan terjadi penurunan resiko penyakit jantung koroner sebesar 2 sampai 4%. Meskipun tidak ada target khusus dalam usaha pengobatan kolesterol, kadar kolesterol HDL harus tetap dipertahankan diatas 40 mg/dl.
Bagaimana cara meningkatkan kadar kolesterol HDL?
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL (dan menurunkan rasio LDL/HDL) adalah dengan mengubah pola hidup yang tidak sehat. Jika dengan perubahan perilaku ini peningkatkan kadar kolesterol HDL tidak mencapai apa yang diharapkan, maka baru dipertimbangkan untuk melakukan pengobatan dengan obat-obatan. Dalam memberikan obat, dokter akan selalu mempertimbangkan segala hal tentang keadaan atau kondisi pasien termasuk ketidaknormalan kadar kolesterolnya.
Olah raga secara teratur, penurunan berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, akan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Anehnya, beberapa ahli malah menganjurkan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit secara teratur (segelas sehari) untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL, meskipun hal ini masih menimbulkan perdebatan karena mekanisme yang belum begitu jelas. Mungkin karena sebab itulah maka konsumsi alkohol ini tidak dianjurkan sebagai pengobatan rutin untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL, disamping ternyata alkohol juga mempunyai banyak efek yang tidak baik bagi tubuh.
Sudah cukupkah sekedar menurunkan kadar kolesterol LDL?
Sayangnya, pencegahan dan pengobatan aterosklerosis sangatlah komplek, tidak sekedar menurunkan kadar kolesterol LDL lalu masalah selesai. Pengurangan kadar kolesterol LDL baru merupakan pertengahan jalan untuk memerangi aterosklerosis. Seseorang dengan kadar kolesterol LDL normal atau meningkat sedikit tetap mempunyai kemungkinan untuk mengalami aterosklerosis dan serangan jantung walaupun faktor resiko yang lain seperti merokok, tekanan darah tinggi serta diabetes melitus tidak ada. Kesimpulannya, keberhasilan menurunkan kadar kolesterol LDL tidak serta merta membebaskan pasien dari kemungkinan terkena aterosklerosis dan serangan jantung sehingga dalam melakukan pengobatan ini perlu juga dilihat segala faktor lain yang terlibat di dalamnya. Hal ini akan menambah kewaspadaan dari para dokter dan pasien untuk menghadapi hal hal yang tidak diinginkan.
PS : Mengenai pertanyaan Agam mengenai kandungan kolesterol pada makanan, bisa dibaca disini



Sumber gambar disini
Belum ada komentar yang spesial.







22 December 2007 pada jam 23:20
easy reading,
waduh gitu ternyata yach…baru tau
22 December 2007 pada jam 23:44
aku komentar gambarnya aja deh: lucu. :))
Tulisan terakhir di blog anton adalah : Sambil Mancing Menyantap Seafood
22 December 2007 pada jam 23:57
dok, umur berapaan sih kita harus waspada dg masalah kolesterol ini?ga pandang umur?
Tulisan terakhir di blog Made adalah : Info ISP di Bali
23 December 2007 pada jam 1:56
memang berat membuat disiplin untuk berolah raga teratur tapi tidak ada cara lain memang
THX tipsnya Dok
Tulisan terakhir di blog Totoks adalah : Televisi
23 December 2007 pada jam 11:48
Maksih Pak Dokter, tulisannya sangat bermanfaat. Apalagi bagi orang setua saya. Boleh ya kapan-kapan onsultasi langsung?
Tulisan terakhir di blog Ersis WA adalah : Menulis Sampai di Draf
23 December 2007 pada jam 12:06
matur nuwun, serial kolesterolnya komprehensif & mengenyangkan. gitu dong harusnya seorang dokter
Tulisan terakhir di blog titah adalah : Kanker Lidah Atau Ketidakstabilan Hormon?
23 December 2007 pada jam 18:09
@ dodot : Yap.
@ anton : Gambar hasil comotan.
@ Made : Umur 30 tahun keatas sudah harus waspada.
@ Totoks : Memang lebih susah memerintah diri sendiri daripada memerintah orang lain.
@ Ersis WA : Sama sama, Pak. Silakan manfaatkan sarana yang ada.
@ titah : Makasi, Mbak.