Fenomena Sakit Buatan

Orang yang sakit tentu harus segera diobati. Sudah menjadi tugas dan kewajiban seorang dokter untuk mengobati orang sakit yang kebetulan datang padanya. Tak peduli darimana ia berasal, tinggi rendahnya status sosial atau banyaknya simpanan yang terdapat di bank, pokoknya kalau sakit harus diobati.
Permasalahan timbul jika yang datang adalah orang sehat yang mengaku sakit. Lebih ekstrim lagi, orang yang sudah mengaku sehat tetapi memaksa dokter untuk mendiagnosa sakit. Alat yang dipakai memaksa pun bermacam macam, dari berupa tetesan air mata yang berlinang, mata yang molotot dengan garang, gebrakan meja, todongan senjata sampai dengan segepok uang di dalam amplop.
Alasan yang dipakai pun bermacam macam, namun pada umumnya adalah mangkir dari pekerjaan dengan berbagai sebab. Yang marak dan menjadi berita di media massa akhir akhir ini adalah keterangan sakit dari dokter yang digunakan untuk mangkir dari sidang pengadilan. Kepentingannya pun beraneka ragam, dari sekedar untuk mendapatkan penangguhan penahanan, pengunduran sidang, sampai dengan pembebasan bersyarat.
Lalu, bagaimana seorang dokter harusnya menyikapi hal ini? Apakah memberikan apa yang dikehendaki oleh pasien dengan mengorbankan idealisme dan sumpah jabatan sebagai seorang dokter? Atau menolak mentah mentah segala bentuk pemaksaan tersebut dengan konsekuensi menerima kekerasan fisik maupun mental?
Saya tunggu komentar teman teman…
Belum ada komentar yang spesial.







16 October 2007 pada jam 22:26
ayo, ayo. Ditunggu jawaban para dokter
17 October 2007 pada jam 22:08
idealnya sih jalankan idealisme anda
jangan jadikan uang sebagai alasan, penghasilan dokter kan udah tinggi
[imcw] tidak semua dokter penghasilannya tinggi bli, contohnya saya yang masih pas pasan…:(
19 October 2007 pada jam 11:10
kalo sakit hati apa dok obatnya………????? halah…g’ nyambung yo….
[imcw] huehehehe…sakitnya karena apa? patah?…:)
19 October 2007 pada jam 18:05
Kalau pak dokter mau gak? Diterima gak tuh duitnya?
hehehe..
Kalo aku insyaAllah gak bakalan nemuin kejadian kayak gitu. Masak dokter gigi dimintain surat ijin sakit :p hehehe..
kecuali kalo operasi gigi pada kasus2 tertentu sih mungkin juga. Tapi moga2 aja gak sampe diancam2 gitu.
Tapi kalo misalnya aku kena kasus semacam itu, gampang aja. Aku berencana merekam semua pembicaraanku dengan pasien. Jadi kalau kita dituntut karena kasus2 semacam itu, tinggal tunjukin aja bukti rekamannya. Ini lho buktinya kalau saya dipaksa dengan ditodong senapan misalnya :p
hehehe..
Kalo lagi terdesak. Kan gak apa2 memberikan kebohongan, itu kan demi kebaikan kita juga. Dari pada mati gara2 gak memberikan surat dokter.
Tapi mo tanya juga nih sebagai pasien. Cara pura2 sakit biar gak ketauan kalo bohongan gimana ya :))
hahaha….
[imcw] saya biasanya milih milih Gam…susah juga kalo yang minta itu saudara atau teman akrab…:)
pura pura sakit tuh gampang, yang paling sulit di periksa adalah sakit kepala, sakit perut, pusing seperti yang dibilang ama Dani…keluhannya sangat subyektif…
19 October 2007 pada jam 19:08
sakit kepala, migren, pusing, dll keluhan yg subjektif..plus begadang dikit biar tensi agak rendah
dulu srg dpt yg kayak gitu..
[imcw] makanya putar haluan ngambil jurusan komputer ya Dan?…:)
24 October 2007 pada jam 12:10
Kasih aja MC jika untuk sakit 1 - 2 hari, daripada berantem sama pasien terus , nanti yang sakit malah dokternya lama2. kegunaan MC kan untuk istirahat pasien seperti yang disarankan dokter untuk mempercepat kesmbuhan jiwa dan raga. Mengenai surat MC digunakan untuk kepentingan lain, itu bukan urusan dokter karena dokter tak bisa memantau aktifitas pasien diluar ruang praktek, betul?
[imcw] Maksudnya DC kali Pak. Benar, untuk kasus kasus sakit biasa, saya biasanya memberikan DC selama 1 - 2 hari, dengan asumsi pada hari ke - 3 pasien harus kontrol kembali bila sakitnya masih berlangsung.
25 October 2007 pada jam 8:16
Jangan di kasih dong dok ! itu kan sama aja ndoain yang sehat jadi sakit ! dit4 kerjaku kaloketahuan boongnya malah bisa kena sanksi yang lumayan berat tuh.
[imcw] Yap. Saya tidak pernah memberikan kecuali memang membutuhkan.
25 October 2007 pada jam 14:41
MC = medical check-up.
kalau di Singapura sini, istilah yang normal untuk “mbolos”,
“Boss, I take MC today, i need to take a
vacationrest :)”[imcw] Oooo…Begitu ya? Baru tahu saya.
26 October 2007 pada jam 22:38
ada ya yang pura-pura sakit padahal sehat, trus berobat ke dokter?
hahaha … kayaknya perlu dicoba nih. hehe …
[imcw] Silakan coba kalau berani. Siapa takut?
30 October 2007 pada jam 9:49
MC = Medical Certificate, istilah Surat Keterangan Sakit di Batam, mau tahu pasien JPKM di Batam? Over dosis! 70 - 90 pasien dilayani dalam waktu 2,5 jam oleh 1 orang dokter, Belum dikurangi waktu istirahat Sholat untuk sore hari, minimal hari sepi 50 pasien. Mana bisa senyum? Mana bisa tanya jawab dengan baik? Kalau tak dikasih MC marah2, Waktu habis untuk melayani, belum pasien berikutnya udah nengok2 tak sabar dari balik pintu. Jika tak dikasih MC pasien kirim surat komplain ke pimpinan RS/ klinik , masukkan ke media dengan alasan macam2. Daripada kita di peringatkan oleh pimpinan RS dan diancam dikeluarkan dari RS mana yang dipilih? Berbahagialah dokter yang merdeka dengan waktu konsultasi yang banyak .
[imcw] Intinya, memang susah jadi dokter. Tahu begini, dulu saya tidak akan mau jadi dokter.
13 May 2008 pada jam 17:49
pak dokter,
apa sih ketentuan bikin “surat keterangan sakit” (SKS)?
maksud saya, apakah ada batasannya perlu beristirahat maksimal berapa hari.
saya lagi sewot, anak buah saya menyerahkan SKS dari dokter, dgn tulisan perlu beristirahat selama seminggu.
ketika saya menghubungi dokter tsb, dokter mengatakan bahwa staff saya memang sakit.
saya memberitahukan dokter tsb bahwa SKS dari dokter aneh, krn tertulis “seminggu”.
bagaimana tanggapan pak dokter?
pls adv.
terima kasih yaaaaa…
14 May 2008 pada jam 0:06
@ Eve : Pembuatan SKS tergantung dari sakit pasien. Kalau hanya sekait kepala cukup sehari. Semua sangat tergantung dari subyektifitas dokter pemeriksa. Kalau Mbak Eve keberatan dengan SKS dari dokter A, Mbak Eve bisa minta pertimbangan ke dokter B, karena seperti yang saya tulis diatas, semua bisa dibeli koq.
26 August 2008 pada jam 0:31
Saya malah paling suka kalo dokternya yang nawarin sendiri. Saat sakit saya berpikir masih sanggup masuk kerja, tapi malah dokternya bilang gak usah kerja dulu, ini saya buatin surat untuk istirahat 3 hari. Dalam hati sih, bersorak horeee …
Lain case ya pak.
Tulisan terakhir di blog brokencode adalah : Blogging Your Heart Out
26 August 2008 pada jam 15:06
@brokencode : Huehehehe…dokternya baik sekali.