World Hospice Palliative Care Day

Hari ini tanggal 6 Oktober 2007, seluruh masyarakat dunia memperingati World Hospice Palliative Care Day, Hari Perawatan Hospis dan Paliatif Sedunia. Mungkin peringatan ini tidak banyak yang tahu karena memang peringatannya tidak seheboh peringatan Hari AIDS Sedunia atau Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Walaupun demikian, tidak mengecilkan arti dari perjuangan mereka mereka yang bergelut dalam bidang perawatan paliatif.
Ketika seorang pasien divonis menderita suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan, seketika itu pula kematian sudah berada di pelupuk mata. Segala binar kehidupan yang pernah menyala tiba tiba padam. Dunia terasa gelap, segala asa musnah dihembus angin. Sebagai petugas kesehatan yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang menyangkut diri pasien, tentu hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada daya dan upaya untuk mengangkat pasien dari kegelapan dan memberikan harapan walau hanya sementara.
Harapan yang dimaksud disini bukanlah harapan untuk kesembuhan dari penyakit yang diderita tetapi harapan untuk mendapatkan kenyamanan dan dukungan dari lingkungan kepada diri pasien dalam menghadapi penyakitnya. Dukungan bisa berupa pemberian semangat dari keluarga, petugas kesehatan, tetangga dan lain lain sehingga pasien tidak merasa sendiri dalam menghadapi penyakitnya. Jika diperlukan, bisa juga diberikan konseling dari psikolog atau psikiater apabila dukungan dari sekitar belum mampu memberikan hasil yang memuaskan.
Sedangkan untuk kenyamanan lebih kepada membebaskan pasien dari rasa sakit, mual dan keluhan fisik lainnya yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita. Disini peranan dokterlah yang utama dalam menangkap keluhan yang dirasakan pasien. Bila nyeri sangat hebat, diberikan obat penghilang nyeri dan bila rasa mual yang dominan sehingga menganggu asupan makanan maka diberikan obat penghilang rasa mual.
Semua tindakan diatas merupakan salah satu contoh betapa pentingnya perawatan paliatif untuk pasien pasien yang telah memasuki fase terminal dari penyakit yang diderita. Menteri kesehatan sampai perlu menerbitkan sebuah Kepmenker No. 812/Menkes/SK/VII/2007 yang isinya agar setiap rumah sakit menyediakan perawatan paliatif di masing masing rumah sakit untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Jadi sekarang tinggal dukungan dari kita sebagai petugas kesehatan dan segenap komponen masyarakat terhadap perawatan paliatif.
Sumber gambar disini
Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com
Baca Juga :
- Gejala Batu Ginjal Yang Harus Diketahui
- Persiapan Sebelum Menikah dan Hamil
- Varises Musuh Si Kaki Indah
- Sakit Kepala (3 habis)
- Radang Tenggorokan (Faringitis Akut)








This is a very powerful blog. Keep up the great work my friend.
[imcw] thank you sir…
wahh ternyata dukungan moral, penting juga ya pak?!
kayaknya emang kurang
dipopulerkan, saya aja baru tahu sekarang[imcw] saya juga baru tahu peringatan ini dari baca koran…:)
Oh ini seperti kerjaannya Peter Petrelli di Heroes itu yah?
[imcw] belum sempat nonton filemnya…:)
tgl 6 hari jadian saya, hehehe
*oot
oya dok, sekedar info, saya udah pindah ke http://www.wirautama.net
[imcw] segera meluncur…:)
mudah mudahan juga sejalan dengan program obat murahnya…
[imcw] amien…;)
ternyata hari seperti ini toh. saya baru tahu kalau ada peringatan hari seperti ini.
*OOT* Dok 8 habbit dari pak dani mana? ditunggu neeh
[imcw] 8 habit sedang disusun, koq malas sekali buatnya ya…mungkin karena habitnya jelek jelek semua…huehehehe
heheh .. dokter yang satu ini rajin banget ngumpulin hal-hal kayak gini
[imcw] huehehehe daripada bengong di ruang praktek pas tidak ada pasien, khan lebih baik nulis…:)
wah, sekarang pakai key code?? dan live traffic ?? tambah keren aja nih blog
[imcw] keycode ternyata paling ampuh ngatasin spam…tidak ada lagi spam yang mampir…bahkan askimet sudah saya deactivated
tidak bisa banyak berkomentar, soalnya baru denger kali ini dok
Lagipula tanggal 6 kemarin di Indonesia ini tidak terlalu ramai (baca : terdengar) peringatannya/beritanya
[imcw] karena peringatannya yang langka makanya saya angkat ke blog…:)
yg perlu diingat adalah bahwa banyak dokter yg pengen menjadi penyembuh. namun mereka sering lupa bahwa dokter hanyalah membantu proses penyembuhan diri pasien itu sendiri. ada juga yg menyatakan bahwa mati adalah salah satu bentuk kesembuhan. kayanya kampanye ini perlu digalakkan, supaya banyak pasien bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang dan lebih bermartabat.
btw, boleh tuheran link? saya sudah link situs ini, mohon sejawat mau link back.. thx. selamat idul fitri juga..
[imcw] betul mas…
Telah dirayakan di Bali dengan menyelenggarakan peringatan World Palliative care Day, tepat pada tgl 6 Oktober 2007 jam 19.00 WITA di kediaman Bapak Gubernur Bali, hadir tidak kurang dari 300 orang, dari berbagai kalangan di Denpasar, Bali. Acara konser musik dari Balawan band. Di Indonesia telah eksis perhimpunan Masyarakat Paliatif Indonesia (MPI), kebetulan periode 2005-2009, penulis sebagai Ketua Umumnya. Bagi sejawat dokter yang ingin bergabung sangat welcome.
@ W.Suardana : Suatu kehormatan bagi saya karena dokter Suardana berkesempatan mampir dan membaca blog saya ini. Terima kasih, dok. Dokter Suardana, SpTHT adalah dosen saya waktu menempuh koass di bagian THT FK UNUD/RSUP Sanglah.