Pemeriksaan Selama Hamil

Posted in Info Kesehatan on 03 Oct 2007 Cetak

Walau istrinya sudah dinyatakan positif hamil oleh dokter kandungan, Fredy masih menunjukan wajah kebingungan. Dalam benaknya masih ada perasaan bingung apa yang selanjutnya dilakukan dalam menghadapi kehamilan ini. Seperti orang tua pada umumnya, Fredy sangat berharap bahwa kelak anak yang dilahirkan oleh istrinya merupakan anak yang sehat baik secara fisik maupun mental.

Kebingungan yang dialami oleh Fredy merupakan hal yang wajar dan sering terjadi pada orang tua yang baru akan mempunyai anak. Kehamilan pertama merupakan pengalaman baru sebagai orang tua. Sayangnya masih banyak diantara mereka yang malu untuk bertanya kepada dokter kandungan atau bidan tentang apa apa saja yang perlu diperhatikan pada masa kehamilan.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah berat badan. Pemeriksaan berat badan hendaknya sudah dilakukan saat pertama kali seorang ibu dinyatakan hamil. Hal ini berguna untuk menyiapkan status gizi seorang ibu dalam menghadapi kehamilan. Apabila ternyata ibu tersebut kekurangan gizi yang ditandai dengan tidak seimbangnya antara tinggi badan dan berat badan maka hal tersebut dapat segera dikoreksi untuk mencegah hal hal yang tidak diingini. Minggu minggu berikutnya tinggal memperhatikan peningkatan berat badan selama kehamilan. Berat badan ibu hamil bertambah 0,5 kg per minggu atau 6,5 sampai 16 kg selama kehamilan. Bila kurang dari itu maka ada kemungkinan ibu tersebut menderita kekurangan gizi atau ada kebiasaan buruk yang dilakukan oleh ibu tersebut sehingga menyebabkan tidak meningkatnya berat badan.

Selanjutnya adalah tekanan darah atau tensi. Seorang wanita dalam keadaan hamil tidak boleh mempunyai tekanan darah sistolik melebihi dari 140 mmHg. Bila hal ini terjadi maka kemungkinan besar ibu tersebut menderita apa yang disebut dengan preeklampsia, eklampsia atau hipertensi dalam kehamilan. Hal ini sebagai pertanda si ibu harus lebih sering berkunjung ke dokter kebidanan untuk dapat dipantau perkembangan janin dengan lebih baik.

Hal yang ketiga adalah tinggi fundus atau tinggi perut saat hamil. Ketinggian fundus akan meningkat sesuai dengan usia kehamilan. Hal ini terutama terlihat pada saat kehamilan memasuki bulan ke tujuh walau sebenarnya pada tiga bulan pertama ketinggian fundus sudah bisa diukur dengan baik.

Yang keempat adalah bunyi jantung bayi. Dalam keadaan normal frekuensi bunyi jantung bayi adalah antara 120 – 160x/menit. Pemeriksaan bunyi jantung bayi biasanya dilakukan oleh bidan atau dokter dengan bantuan alat yang disebut dopler. Bila bunyi jantung kurang dari 120x atau lebih dari 160x maka kemungkinan telah terjadi kegawatan janin dan perlu segera dilakukan tindakan sesuai dengan umur kehamilan dan penyebab yang diperkirakan. Bila tidak ditemukan bunyi jantung bayi maka bisa dipikirkan bahwa janin telah mati. Tentu hal ini harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan USG.

Bagian kelima adalah bengkak pada kaki. Terjadinya pembengkakan pada kaki saat umur kehamilan memasuki bulan bulan terakhir adalah sesuatu yang normal. Namun bila yang bengkak tidak hanya kaki tetapi muka, tangan juga ikutan bengkak, apalagi ditambah dengan peningkatan tekanan darah maka bisa dicurigai telah terjadinya preeklampsia.

Hal yang keenam adalah besar dan letak janin. Ukuran rahim yang tidak sesuai dengan umur kehamilan (lebih kecil), bisa terjadi pada kasus kasus gangguan pertumbuhan janin atau kematian janin dalam rahim. Sebaliknya bila lebih besar dari seharusnya, kemungkinan disebabkan oleh pertumbuhan abnormal pada janin atau pada kehamilan kembar. Memasuki minggu ke 34, letak janin yang normal adalah memanjang dengan kepala di bawah. Bila ternyata kepala terletak di bagian atas maka disebut kehamilan letak sungsang, dan bila disamping disebut letak lintang.

Terakhir adalah perdarahan. Perdarahan pada 3 bulan pertama kehamilan dapat merupakan sesuatu yang normal (sering dikira haid). Hal ini terjadi karena proses melekatnya hasil pembuahan pada dinding rahim bagian atas yang menimbulkan perlukaan. Perdarahan berlangsung sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan. Namun bila perdarahan yang terjadi banyak dan sering maka bisa dipikirkan telah terjadi keguguran atau abortus. Dan bila perdarahan terjadi pada kehamilan memasuki bulan bulan terakhir maka harus dipikirkan kemungkinan terjadinya plasenta previa atau plasenta letak rendah.

Demikian tujuh hal yang harus diperhatikan selama kehamilan mulai sejak dinyatakan positif oleh dokter atau bidan sampai si jabang bayi lahir. Sehingga kebingungan seperti yang dialami oleh Fredy tidak dialami oleh bapak bapak yang membaca blog ini.

Gambar diambil disini

Popularity: 9% [?]

Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com

Share |

Baca Juga :

113 Responses to “Pemeriksaan Selama Hamil”

  1. Blog Dokter says:

    @Eni : Resikonya terlalu besar, Mbak. Kasihan anaknya.

  2. amy says:

    asalam, saya ingin bertanya saya dah delay piod 3hari lepas datang piod pulak
    pada hari ke 4 tapi piod kali ni tak banyak cuma 3hari je then piod nya sikit je
    sekarang dah hari ke 9 tapi tetap spotting biasanya saya tak pernah kerna
    bergini paling2 pun piod mesti habis pada hari ke 6-7 je….heran la saya pastu
    sering berdebar2 rasanya dan pinggang saja sangat sakit saya harap anda
    dapat membantu saya sekian terima kasih…….

  3. Blog Dokter says:

    @amy : Coba segera ke dokter untuk memeriksakan diri dan minta obat penghenti haid.

  4. dok ,saya ingin anak saya sehat walafiat dn cerdas

    dok benar gak kalo , daun pepaya kalau sering digosokkan pada istri kita ,ntar istri kita saat hamil dan melahirkan gak akan sakit.

    ini saya baca refrensinya di satu panduan pengobatan.

    terima aksih salam sehat dan tambah tinggi
    bungbonafit

  5. Blog Dokter says:

    @bungbonafit suka tambah tinggi: Saya tidak mengetahuinya, tapi boleh saja dicoba toh tidak berbahaya.

  6. anti says:

    Saya baru seminggu telat haid. Hasil dr test pack saya positif.
    Untuk memastikan saya periksa ke bidan cuma di tanya kapan terakhir haid, di tensi, periksa perut(katanya belom terdeteksi),
    kemudian saya disuruh tes darah dan urine hasilnya hb saya 118 dan protein +..
    saya bingung saya hamil ga si dok? Soalnya bidan tdk bilang saya hamil tapi menyebutkan “umurnya 5minggu”
    mohon saran dokter, mungkin saya juga salah tdk menanyakan saya hamil ato engga.
    Trims dok.

  7. Blog Dokter says:

    @anti: Memang di bidan belum bisa terdeteksi umur kehamilan segitu. Harus dilihat dengan pemeriksaan USG ke dokter kandungan.

  8. meta says:

    hallo dok..nama saya meta

    dok,saya sedang hamil 30 minggu, setelah di periksa letak janin saya sungsang..bidan menyuruh saya untuk latihan nungging..saya mau tanya ada cara lain selain nungging..krn dengan sering tangan saya terasa pegel lalu bagian pinggang juga sering sakit..mohon saran nya..terima kasih

  9. Blog Dokter says:

    @meta: Kalau memang tidak mau nungging tidak apa apa, ada cara lain yakni dengan memutar dari luar. Tapi harus dilakukan dengan benar.

  10. sasey says:

    dok sy sdh hamil 14 minggu , bs ga sy merasakan denyut jantung bayi sy tanpa bantuan alat atau dokter ? kalo ya cara nya bgm ? tksh

  11. sasey says:

    dok, usia kandungan ku uda 17 mgg. sblm aq hamil aq pernah punya kista dan dioperasi bln nopember 2008. menurut dokter apakah sy akan melahirkan normal atau caesar ? krn br setahun kmarn sy operasi kista. tksh byk dok

  12. Blog Dokter says:

    @sasey: Kalau hanya operasi kista, bisa lahir normal.

Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom