Ngurus STNK Hilang

Kategori My Day pada 24 Aug 2007

Disaat bangsa Indonesia merayakan proklamasi kemerdekaan yang ke-62, saya malah sedang bernasib sial. STNK motor Honda SupraX yang sering dipake istri hilang entah kemana. Berhubung motor ini tidak hanya dipakai oleh istri saya, sempat juga dipakai oleh adik, bapak, dan saya, maka tentu akan sangat sulit untuk melacak kapan hilangnya. Sudah menjadi kebiasaan di kalangan kami, bahwa bila motor yang sering dipakai barengan seperti itu, STNK di taruh di bawah jok untuk menghindari budaya lupa.

Berbagai upaya telah saya coba untuk menemukan kembali STNK itu, baik melalui penerawangan alam gaib (huehehehehe), maupun peneropongan di alam nyata dengan mengobok obok seisi rumah. Namun semua upaya itu hanya berbuah kenihilan. Akhirnya setelah capek mencari dengan tanpa hasil maka melalui rapat keluarga yang disertai dengan adu otot eh adu argumentasi dan debat sengit, kami putuskan untuk membuat STNK baru lagi ke samsat. Masalah baru muncul, bagaimana cara mengurusnya?

Sebenarnya kalau mau bertanya ke kantor samsat sih bisa saja, lagian jarak antara kantor samsat dengan rumah saya tidaklah begitu jauh, cuma rasanya koq ya ada yang kurang rasanya kalau tidak memanfaatkan dunia teknologi informasi. Maka mulailah saya menjelajahi dunia antah berantah internet untuk mencari informasi tentang proses pengurusan STNK yang hilang di Bali. Sayang beribu sayang, upaya saya itu sia sia, sebab kebanyakan informasi yang saya dapatkan yaitu cara pengurusan STNK hilang di Jakarta. Sedangkan info proses pengurusan STNK untuk di Bali sama sekali tidak ada. Dengan sedikit putus asa, akhirnya saya putuskan menggunakan jalan konvensional yaitu menuju kantor samsat untuk bertanya :).

Setelah mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental, tepat pukul 08.00 WITA, tanggal 23 Agustus 2007, saya berangkat ke kantor samsat yang letaknya di seputaran Renon. Lima belas menit kemudian saya tiba di kantor samsat dan langsung menuju meja informasi untuk bertanya. Syukurlah, petugas di kantor samsat ini baik banget sehingga saya tidak mendapatkan kesusahan lagi untuk hanya memperoleh sebuah info. Setelah mendapatkan cukup info, saya langsung cabut dan menuju kantor Poltabes Denpasar untuk mendapatkan Surat Keterangan Kehilangan Benda dan Rekomendasi Tilang dari Polisi.

Tepat pukul 10.00 WITA, saya tiba di Poltabes dan langsung menuju kantor pelayanan umum yang letaknya di pintu gerbang bagian barat. Seperti layaknya orang membuat berita acara kehilangan, saya ditanya macam macam tentang hal ihwal mengenai kehilangan STNK. Petugas yang cukup ramah itu menyelesaikan tugasnya membuat Surat Keterangan Kehilangan Benda sekitar 15 menit, lalu menyodorkan berkas tersebut ke saya. Karena merasa terbantu, saya lalu menanyakan mengenai pembayaran, eh langsung dijawab, “sukarelanya Bapak aja”…hm…jawaban yang tidak saya harapkan karena membuat saya bingung mau membayar berapa. Akhirnya tangan saya merogoh dompet dan menyerahkan selembar uang 20ribuan. (cukup nggak yah?)

Langkah selanjutnya saya menuju Kantor Urusan Tilang yang letaknya di bagian belakang Poltabes. Disana saya membuat berkas Rekomendasi Tilang yang menyatakan bahwa motor yang saya miliki tidak dalam proses penilangan. Proses pengerjaannya relatif lebih lama karena saya harus mengantri. Disini pembayarannya lebih jelas, karena begitu berkas selesai, petugas langsung nyeletuk, sepuluh ribu.

Pulang dari Poltabes, saya kembali ke kantor samsat untuk melaksanakan langkah selanjutnya yaitu cek fisik. Disini saya diminta membayar 5ribu untuk stiker dan blangko pengesahan cek fisik. Prosesnya tidak begitu lama karena kebetulan tempat cek fisik lagi sepi dan petugas yang melaksanakan memang cukup cekatan.

Setelah cek fisik, saya ke kantor pajak untuk mendapatkan Leges atau bukti lunas pajak kendaraan. Kantor pajak letaknya persis di belakang kantor samsat sehingga sangat menghemat energi dan cukup memudahkan. Begitu leges selesai, dengan ramah petugas magang meminta 5ribu rupiah sebagai biaya pembuatan leges.

Langkah terakhir yaitu menuju kantor duplikasi STNK yang letaknya di lantai 2 kantor samsat Denpasar. Semua berkas saya diterima dan dilegalisasi dalam 1 map. Sebelum pulang saya diberikan surat pemberitahuan kalau STNK masih dalam proses dan dipesankan untuk mengambil STNK hari senin (wah lama banget).

Demikianlah perjalanan saya mengurus kehilangan STNK di tempat saya tinggal, kota Denpasar. Semoga ini bisa menjadi acuan bagi mereka yang kebetulan kehilangan STNK dan bertempat tinggal sama dengan saya. Sekedar informasi, bila menggunakan biro jasa, maka biaya yang diminta adalah 250rb, mahal sekali ya, makanya lebih enak ngurus sendiri :)


Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,
Ice Rocket : , ,
Flickr : , ,
Zooomr : , ,
Buzznet : , ,
Riya : , ,
43 Things : , ,

Belum ada komentar yang spesial.
Baca Juga :

Trackback URI | RSS Komentar

16 Komentar untuk “ Ngurus STNK Hilang ”

  1. #1 Kang Kombor Berkomentar :

    Informasi yang bermanfaat, Bli. Seminggu yang lalu STNK Mio istri saya selalu ada di dompet saya. Soale itu Mio hanya dipake di dalam satu kompleks perumahan beda cluster untuk ngantar anak ke TK. Paling jauh dia ke rumah emaknya yang jaraknya hanya 6 km.

    Sekarang sudah saya berikan ke istri saya daripada kalau dompet saya ilang STNK Mio istri saya juga ikut ilang. Apalagi waktu kredit Mio itu di BPKB dan STNK memang sudah dipakein nama istri saya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan untuk sertifikat rumah, harus pakai nama saya.

    [imcw] iya kang…kehilangan dokumen seperti itu sebenarnya bukan masalah biaya yang menjadi beban, tetapi masalah repot itu lho…itu aja saya habis waktu seharian buat ngurus…itu cuma 1, bagaimana kalo 10 dokumen yang ilang…

  2. #2 AG. Syam Berkomentar :

    Moral dari cerita ini adalah: Pak Dokter harus segera membuat informasi/postingan di blog mengenai bagaimana caranya kalau kehilangan STNK di Bali. Bukan begitu Dok?

    [imcw] benar mas…soalnya kemarin ngubek ngubek google, hasilnya nihil…:(

  3. #3 peyek Berkomentar :

    wah salut, tumben cepet dok!
    bukankah biasanya berbelit dan butuh biaya nggak sedikit!

    mudah-mudahan bisa ditiru sama daerah lain.

    [imcw] pikiran pertama ketika stnk ilang adalah akan beribetnya urusan birokrasi yang akan saya hadapi termasuk pungli dll…eh ternyata begitu dijalani tidak seperti yang saya pikirkan…

  4. #4 coffeebreak Berkomentar :

    “…mahal sekali ya, makanya lebih enak ngurus sendiri”
    lebih enak gak ilang dunkz,pak. hwhwhwhw…

    [imcw] betul sekali…huehehehehe

  5. #5 rd Limosin Berkomentar :

    wah, jangan sampe ilang…

    [imcw] kalo sampe ilang, baca lagi blog ini…:)

  6. #6 dani iswara Berkomentar :

    ditauin dokter bukan?? (mis. cock diminta nunjukin ktp ke petugas2nya ngga..ada ket ‘dokter’ ngga di ktp-nya :D )

    kali aja mrk segen.. :)

    ditauin punya blog ngga?? :D

    itu dtg sendiri kan ya..bukan ngajak mrk yg ‘berseragam’ jg.. :D

    dtgnya pake dasi ya??

    semoga layanan publik kita makin baik yaa..

    [imcw] huehehehe…memang sih di ktp ada gelarnya, tetapi apa memang karena itu?…mudah mudahan nggak Dan…

  7. #7 Taryan Berkomentar :

    Ribet juga yah ngurusin STNK yang hilang … :d

    [imcw] itu baru stnk, belum sim, bpkb, sertifikat, ktp, simcard dll…:)

  8. #8 aLe Berkomentar :

    aLe juga pernah kehilangan STNK, tp yg ngurus Pak dhe, ya karena beliau yg ngilangin :D

    [imcw] jadi belum tahu bagaimana nikmatnya ngurus sendiri ya…;)

  9. #9 mk Berkomentar :

    Hueheheheheh… saya pernah mbayar pajak STNK seharian, biasanya cuma 15 menit, ternyata komputernya rusak… :(
    Alhamdulillah saya gak pernah kehilangan STNK.. :)

  10. #10 Anang Berkomentar :

    baru balik nih.. wah ada berita menggemparkan rupanya.. turut berduka cita atas menghilangnya STNK tersayang ini… n btw thanks atas informasinya… bisa menjadi cerita buat anak cucu kelak nantinya..

  11. #11 kangguru Berkomentar :

    wah sip infonya pak…
    *ngelamunkapansayapunyastnk*

    [imcw] berarti selama ini pake mobil bodong ya Kang?

  12. #12 calculus Berkomentar :

    untung cuma stnk yang raib, ndak sekalian motornya…. untung aja…

    [imcw] kayaknya sih bukan pekerjaan maling Lus…mungkin tercecer dimana…yap untung bukan motor yang hilang…:)

  13. #13 vampire_surfer Berkomentar :

    wah ternyata banyak juga yah yang hobi hilang stnk hihihi, nice posting. bagi yang di jakarta kurang lebih prosedur kurang lebih sama. Hati-hati PUNGLI.

  14. #14 tyrande Berkomentar :

    duwh susah juga yach
    gmN saya,, STNK motor sya ilang,,
    motor baru lagi,,
    taun 2008
    brp yach kira”??

  15. #15 imcw Berkomentar :

    @vampire_surfer : Pungli juga rata rata sama. :)

    @tyrande : Terggantung lokasi kali.

  16. #16 Harnadi Berkomentar :

    Pelayanan Cepat itulah MOTTO Kepolisian kita tetapi bukan Indonesia kalau yang harusnya cepat dibuat lambat n lama sekali…….hehehehehe

Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom