Diabetes Melitus II (Pada Kehamilan)

Kategori Info Penyakit pada 25 Jun 2007

Pada pembahasan tentang diabetes sebelumnya , kita sudah membicarakan tentang penyakit Diabetes Melitus yang terjadi pada pasien dengan kegemukan, selanjutnya pada bagian ini kita akan membahas penyakit Diabetes Melitus yang terjadi pada kehamilan.

Diabetes Melitus pada kehamilan atau sering disebut Diabetes Melitus Gestasional, merupakan penyakit diabetes yang terjadi pada ibu ibu yang sedang hamil. Gejala utama dari kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa lapar (polyfagi). Cuma yang membedakan adalah keadaan pasien saat ini sedang hamil. Sayangnya penemuan kasus kasus diabetes gestasional sebagian besar karena kebetulan sebab pasien tidak akan merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya selain kehamilan, dan gejala sering kencing dan banyak makan juga biasa terjadi pada kehamilan normal.

Seperti halnya penyakit kencing manis pada umumnya, pada pemeriksaan gula darah pun ditemukan nilai yang tinggi pada kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan serta bila dilakukan pemeriksaan kadar gula pada urine (air kencing) juga ditemukan reaksi positif. Pemeriksaan ini dapat diulang selama proses pengobatan dengan obat antidiabetes untuk memantau kadar gula darah.

Tindakan yang dapat dilakukan pada pasien diabetes gestasional antara lain dengan tetap mengutamakan pengaturan diet diabetes dan obat antidiabetis oral, apabila kadar gula darah terlampau tinggi bisa dilakukan opname untuk regulasi dengan insulin baik intravena maupun suntikan subkutan. Jadi usahakan pada semua penderita hamil untuk memilih pengobatan dengan pengaturan diet dan antidiabetika oral dulu dan bila tidak tercapai keadaan kadar gula darah yang normal baru disuntik dengan insulin. Obat tambahan lain bisa dengan vitamin vitamin untuk menjaga kondisi tubuh pasien.

Yang perlu diperhatikan dalam pengaturan diet wanita hamil adalah kebutuhan kalori pada wanita hamil tidak sama dengan wanita normal sekalipun wanita hamil tersebut menderita kencing manis. Jumlah kalori untuk diet = berat badan ideal wanita hamil x (25-30)kalori + ekstra 200 - 300 kalori dengan perincian minimal 200 gr hidrat arang dan protein (1,5 - 2) gr/kg BB ideal.

Jika pada pemeriksaan berat badan bayi ditemukan bayinya besar sekali maka perlu dilakukan induksi pada minggu ke 36 - 38 untuk mencegah terjadinya komplikasi saat persalinan. Proses persalinan ini harus dalam pengawasan ketat oleh dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis penyakit dalam.

Biasanya setelah bayi lahir maka kadar gula darah akan kembali normal, apabila tidak, maka perlu dilanjutkan pemberian antidiabetes oral sampai jangka waktu tertentu.


Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,
Ice Rocket : , , ,
Flickr : , , ,
Zooomr : , , ,
Buzznet : , , ,
Riya : , , ,
43 Things : , , ,

Belum ada komentar yang spesial.
Baca Juga :

Trackback URI | RSS Komentar

24 Komentar untuk “ Diabetes Melitus II (Pada Kehamilan) ”

  1. #1 cakmoki Berkomentar :

    sip. Ada contoh diet ukuran rumah tangga untuk ibu hamil gak?
    Saya belum bikin soale, mau nyontoh aja …hehehe

    saya udah buat disini cak

  2. #2 Agam Berkomentar :

    ika pada pemeriksaan berat badan bayi ditemukan bayinya besar sekali maka perlu dilakukan induksi pada minggu ke 36 - 38 untuk mencegah terjadinya komplikasi saat persalinan.

    btw, induksi itu diapakan ya?

    maaf pake istilah aneh aneh…induksi itu merangsang proses persalinan, biasanya dengan obat obat yang meningkatkan konstraksi otot rahim…

  3. #3 rd Limosin Berkomentar :

    diabetes tuh penyakit turunan gak??

    yap

  4. #4 gita Berkomentar :

    ergh dok, kira2 menurun ga yah sama si jabang bayi-nya nanti diabetes itu?

    jaga berat badan aja mbak…asal nantinya anak tersebut tidak gemuk maka kemungkinan kecil kena diabetes kecuali memang ada kelainan di pankreasnya…

  5. #5 Hileud Honky Berkomentar :

    Pak Dokter aku ke sini buat ngucapin Selamat hari raya Galungan buat besok.

    Salam

    terima kasih mas

  6. #6 suandana Berkomentar :

    Soal yang penyakit keturunan itu, Pak Dokter. Apa benar kalau ayah yang kena, maka putri-nya punya kemungkinan lebih besar untuk terkena penyakit ini, sedangkan kalau ibu yang menderita maka putranya yang punya kemungkinan besar untuk mengidap penyakit yang sama? Soalnya, banyak yang bilang seperti itu nih…

    untuk DM tidak berlaku seperti itu Pak…belum jelas hitungannya seperti halnya albino atau hemofilia

  7. #7 aLe Berkomentar :

    ha, penyakit menurun ya ternyata,
    alhamdulillah kliarga aLe g ada satu pun.
    ohya pak, aLe khan pny kelebihan neh (klbhn brt bdn mksdnya) :P
    ktny rentan kena pnykit Diabet ya, apa yg menyebabkan bgitu,
    trus bgmn dan apa yg musti aLe lakukan untuk mencegahnya.

    thanks

    coba ukur lingkar pinggang sejajar ama pusar…untuk laki laki tidak boleh lebih dari 90cm…bila lebih segera turunkan dengan mengatur makanan dan olah raga…kegemukan rentan kena diabetes karena beban kerja insulin yang tinggi pada orang gemuk

  8. #8 Ria_zahra Berkomentar :

    duh, dok..saya dapat tugas tentang diet buat ibu hamil yang terkena diabetes melitus dan diabetes gestasional. trus diet makanan yang diberikan sama aatau tidak untuk kedua ibu hamil yang menderita diabetes yang berlainan. misalnya yang satu terkena diabetes melitus dan yang lainnya terkena diabetes gestasional??? makasih ya Dok bwt jawabnya…

    prinsip diet untuk pasien DM adalah, mau atau tidak pasien mengatur diet makanannya maka dosis insulin yang menyesuaikan…jadi tidak masalah lagi pasien mau makan apa yang penting kadar gula darah dijaga oleh pemberian insulin…namun akan lebih baik jika pasien mau menaati pantangan pantangan diet sehingga dosis obat bisa diturunin…pada dasarnya, diet untuk DM sama saja, baik itu DM gestasional maupun bukan.

  9. #9 gusti ayu Berkomentar :

    oh…my god……..ternyata ibu hamil bisa kna DM,,,mengerikan…..
    mesti diet ketat donk demi masa depan keluarga!!!

    salam kenal

  10. #10 imcw Berkomentar :

    @ gusti ayu : Nggak perlu terlalu ketat, asal jaga berat badan sudah cukup koq.

  11. #11 unie_regar Berkomentar :

    lam kenal dok,,,

    maaf bisa bantu saya bwt karya tulis g dok ????

    saya mo ambil judul diabetes melitus gestasional….
    tapi saya bingung harus mulai darimana???

    makasih yups sbelumnya

  12. #12 imcw Berkomentar :

    @ unie_regar : Salam kenal juga. Ambil aja dari pengertian diabetes, epidemiologi, pathofisiologi, nah baru ke DM gestasional

  13. #13 tie Berkomentar :

    apakah diabetes bs menyebabkan susah hamil?

  14. #14 imcw Berkomentar :

    @ tie : Secara langsung sih nggak, Mbak. Namun bila terjadi komplikasi nah ini yang bisa menyebabkan susah hamil. Terutama komplikasi pada organ kelamin pria.

  15. #15 Chairul Ihsan Berkomentar :

    Diabetes melitus yang terpenting adalah bagaimana cara nya:
    a. Mengatur makan setiap hari (diit), BB ideal (>40 th) TB-100 = a kal, BMR= a x 25( utk Perempuan),= b kal, di + aktifitas berat 35%,sedang 30%, ringan 25% = d Kal + 200 atau 300 kal = E kalori.
    b. Olah Raga
    C. Penggunaan Obat ( obat pun digunakan apabila seorang Diabetes tidak bisa turun dengan diit dan Olah Raga ) baru + obat.

  16. #16 imcw Berkomentar :

    @ Chairul Ihsan : Terima kasih atas masukannya.

  17. #17 dela Berkomentar :

    mw tanya dok,,pencegahan bt diabetes kehamilan yang paling bgus tuh kyak apa?

  18. #18 imcw Berkomentar :

    @ dela : Jaga berat badan, kurangi konsumsi karbohidrat dan gula.

  19. #19 indah Berkomentar :

    dr, mau tanya kalau diabetes gestasional itu perlu insulin tdk ya, lebih aman dengan insulin atau obat oral ?

  20. #20 imcw Berkomentar :

    @indah : Tergantung kondisi pasien saat itu. Bila memang diperlukan penurunan gula darah yang cepat maka bisa diberikan insulin tetapi bila hanya untuk mempertahankannya maka cukup diberikan obat oral.

  21. #21 dyah Berkomentar :

    saya lagi searching bahan ttg DM gestasional ketika baca blog anda. Coba di baca sekali lagi isi blog anda ini ada kata ‘antibiotik oral” apa maksudnya antidiabetika oral??

    penggunaan antibiotik pada ibu hamil perlu diwaspadai!!

    dan saya baca di “cermin dunia kedokteran” bahwa penanganan DM pada ibu hamil itu dg pengaturan diet, jika tidak memberi hasil signifikan ato malah gula darah meningkat lgsg di gunakan insulin untuk treatment -nya.

    ANTIDIABETIKA ORAL atau OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL pnya efek TERATOGENIK , yaitu mnyebabkan GANGGUAN PEMBENTUKAN ORGAN pada janin, bisa2 BAYI LAHIR CACAT….

    ini yg nulis dokter beneran bukan sih????kasih info yg bener dunk!!!

  22. #22 imcw Berkomentar :

    @dyah : Yah…koq marah marah disini. Kalau tidak setuju silakan baca second opinion yang lain. Yang benar memang antidiabetika oral bukan antibiotika, terima kasih atas masukannya.

  23. #23 dyah Berkomentar :

    well…sory klo gitu, mungkin karena ak kurang ilmu juga d bidang ini. :???:

    klo gitu bener ato ga OHO itu pnya efek teratogenik? alur dr adanya second opinion ini gmn modelnya? apa karena epidemiologi yg berbeda di tiap daerah?tp bukankah mekanisme farmakologinya sama, ato perbedaan buku acuan/guideline?

    apa yg biasanya di sarankan kebanyakan dokter di Indonesiaa pd DM gestasional ini? apa seperti yg anda tulis di atas :?:

  24. #24 imcw Berkomentar :

    @dyah : Ilmu terus berkembang, Mbak. Yang saya baca mungkin sudah ketinggalan jaman, jadi maksud saya mendapatkan sekond opinion seperti cara Mbak mencari di majalah CDK. Beberapa literatur terakhir memang diabetika oral bisa memberikan efek teratogenik, tapi kita disini dalam menangani pasien harus punya pilihan, kalau memang tidak ada insulin injeksi lalu apakah kita biarkan ibu tersebut dalam keadaan koma diabetikum yang akan mengancam tidak hanya nyawa ibunya tetapi juga bayinya? Sekali lagi tulisan diatas bukan jurnal ilmiah yang mutlak kebenaranya, tolong baca lagi kebijakan yang saya tulis di blog ini. Makanya saya buka kolom komentar ini ya untuk menerima sanggahan seperti yang Mbak lakukan.

Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom