Mengapa Anak Saya Pendek?
Menyambung tulisan saya sebelumnya yang membahas tentang memperkirakan tinggi anak, kali ini saya akan membahas keluhan yang banyak disampaikan ibu ibu yang mempunyai anak lebih pendek daripada teman temannya. “Mengapa anak saya pendek dok? Padahal ibu dan bapaknya tinggi tinggi?”
Anak yang berperawakan pendek bukan merupakan idaman setiap ibu, sayangnya kejadian perawakan pendek cukup sering, walaupun di Indonesia data epidemiologi tentang ini sangat sedikit.
Secara umum, penyebab perawakan pendek adalah kelainan organik, keturunan, pertumbuhan janin tergganggu, kekurangan hormon pertumbuhan dan yang tidak diketahui penyebabnya. Beberapa keadaan medis yang dapat menganggu pertumbuhan dan menyebabkan perawakan pendek antara lain : penyakit kronis pada anak khususnya penyakit yang mengenai jantung, paru, pencernaan dan ginjal karena penyakit ini dapat memperlambat pertumbuhan anak. Tetapi seandainya penyakit penyakit tersebut diketahui sejak dini maka kita dapat mengembalikan proses pertumbuhan pada anak.
Selain penyakit khronis, penyebab perawakan pendek yaitu karena kurang cukupnya asupan nutrisi terutama yang terjadi pada masa bayi dan pubertas. Penyebab lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kekurangan hormon tertentu yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan, antara lain hormon tiroid dan hormon pertumbuhan.
Demikian artikel pendek saya, semoga berguna…:)







9 May 2007 pukul 19:20
wah, dok anak saya malah sangat tinggi untuk ukuran umurnya yang baru 15.
sudah diatas 182 cm.
apa perlu saya cek juga?
biar dia engga umur 19 tahun 2 meter tingginya?
ayahnya tinggi 182 cm
saya (agak mini) 167 cm
lalu ukuran sepatu dia itu lumayan menakutkan 47-48
kali kebanyakan makan kacang panjang ya…..?
*canda dikitttt*
#khan udah saya bilang Mbok, banyak faktor yang menentukan tinggi anak, salah satunya faktor genetik, kali kali aja suami Mbak punya gen tinggi#
11 May 2007 pukul 23:54
pendek tidak apa-apa, asalkan tetap pede dan sehat selalu. yang penting dia mampu dan mau mengasah talenta. benar bahwa sekarang banyak anak-anak atau remaja tinggi-tinggi bisa membuat minder yang cukup pendek. tapi kuncinya satu, bila disayang dengan baik, dia akan ’setinggi’ teman-temannya
#yap…kepercayaan diri sangat penting, kelemahan di satu sisi bisa jadi kelebihan disisi yang lain…#
30 October 2007 pukul 10:01
Adik saya paling pendek dibanding saudaranya yang lain, tapi IQ paling tinggi. Dul;u dapat Beasiswa luar negeri. Sekarang kerja di Beijing denga gaji tinggi. Jadi ? syukuri aja karunia ALLOH.
[imcw] Manusia tidak ada yang sempurna, kelebihan di suatu sisi, bisa jadi ada kekurangan di sisi yang lain. Benar, terimalah pemberian Tuhan apa adanya.
22 July 2008 pukul 21:25
dok, orang tua saya pendek tapi anak-anaknya tinggi-tinggi, apakah ini faktor minum susu yang kuat waktu kecil ?
23 July 2008 pukul 9:59
Kalo pendek kayaknya kagak ngaruh dengan minum susu…., kebanyakan minum susu bikin kere nanti ;-).
Liat iklan alat atau obat peninggi badan kayaknya gak ngaruh tuh… ambil contoh iklan nempelin banda ke tengkuk tetep gak ngefek… kekeke
BolaNaga
http://www.lesehan.cn
24 July 2008 pukul 16:00
@ auliahazza : Yap. Orang tuang Mbak sebenarnya bisa tinggi sayangnya asupan makanan bergizi waktu kecil kurang.