Memperkirakan Tinggi Anak
Pagi ini setelah membantu dokter spesialis kebidanan melakukan proses operasi seksio, saya disodori pertanyaan menarik dari ayah si bayi. “Dok, apakah anak saya nanti bisa tinggi kayak saya?” Yap, hampir semua orang tua pasti mengharapkan anak yang mereka lahirkan menjadi anak yang sempurna atau minimal lebih baik dari orang tuanya baik dari segi mental maupun fisik.
Salah satu faktor fisik yang penting menurut mereka adalah tinggi badan. Sebab tinggi badan merupakan salah satu faktor yang menunjang masa depan si anak terutama dalam menentukan pekerjaannya nanti. Banyak dari pekerjaan yang mensyaratkan tinggi badan sebagai salah satu syarat utamanya. Misal untuk menjadi Tentara, Polisi, Pramugari, Model dll. Sayangnya sedikit dari mereka mengetahui bahwa tinggi badan seorang anak sangat ditentukan oleh tinggi badan orang tuanya. Perhitungannya bahkan bisa diketahui sebelum anak tersebut lahir.
Untuk melakukan prediksi atau perkiraan tinggi badan anak bisa menggunakan rumus dibawah ini :

Misal : Tinggi Ayah = 170, tinggi Ibu = 160 maka tinggi anak perempuan =
![]()
atau berada di rentang 150,5 cm - 167 cm.

Misal : Tinggi Ayah = 170, tinggi Ibu = 160 maka tinggi anak laki laki =
![]()
atau berada di rentang 163 cm - 180 cm.
Mudah bukan? Jadi untuk ibu ibu hamil, mulailah mengukur kemungkinan tinggi badan anak ibu. Tetapi perlu diingat, tinggi badan seperti rumus diatas akan tepat bila anak mencapai tahap pertumbuhan yang optimal dan tercukupi masalah gizi makanannya. Untuk membahas masalah gizi untuk menunjang tumbuh kembang anak, kita bahas dilain kesempatan.
Baca Juga :








29 April 2007 pada jam 23:00
Brarti, selalu ada kemungkinan bahwa seorang anak lebih tinggi dari orang tuanya ya?
#yap…tetapi tentu saja tidak melebih rentang sesuai dengan rumus diatas…#
30 April 2007 pada jam 0:25
perlu ada keseimbangan antara jasmani dan rohani…
30 April 2007 pada jam 23:23
rumusnya jelas… yang susah memastikan pertumbuhan optimalnya nih.
kalo orang awam ngeliatnya dari panjang ruas (tulang) tungkainya… kalo panjang2 ya anaknya bakalan tinggi…
btw jadi inget pelajaran biologi SMA ttg hukum Mendel, dominan vs resesif, brarti walo ayah-ibunya pendek kalo sama2 punya gen resesif tinggi anaknya bisa tinggi donk! cmiiw
1 May 2007 pada jam 20:56
itu rumus baku,pak? apa bukan karena nutrisi yang cukup sehingga anak bisa tinggi. orang jepang yang dulu dibilang orang kate,karena pendek, sekarang tinggi2.
2 May 2007 pada jam 22:01
Bagaimana dengan renang bang? Bukankah kabarnya juga bisa membantu meningkatkan tinggi badan?
#sapa bilang mas?…renang cuma mengoptimalkan tinggi badan yang sudah tercipta dari sono-nya…yang sangat berperanan dalam mencapai tinggi badan maksimal adalah nutrisi selama kehamilan dan anak sampai berusia 18 tahun…#
3 May 2007 pada jam 9:35
Akhirnya bisa komen.. jumat keamren ga bisa Pa Dok!
Nanay jadi tingginya .. 157, sekian .. yah .. padahal pengennya ikut ayahnya yang tinggi .. hikhikhik.. kali jadi model hallah .. mimpiiiii.. *kabur sebelum dipukulin*
#yap…kemrin blogdesk-nya error…sekarang udah pindah pake zoundry jadi bisa lancar lagi…mengenai tinggi badan, khan ada rentang-nya atau nilai koreksi yang besarnya 8,5 cm…kalo memang nutrisi yang nay dapatkan cukup maka nilai tertinggi bisa dicapai#
5 May 2007 pada jam 22:55
[...] oleh imcw di/pada Mei 5th, 2007 Menyambung tulisan saya sebelumnya yang membahas tentang memperkirakan tinggi anak, kali ini saya akan membahas keluhan yang banyak disampaikan ibu ibu yang mempunyai anak lebih [...]
11 January 2008 pada jam 1:43
Tetapi kenapa saya lebih tinggi dari Ibu dan ayah saya, ayah saya tingginya 160 dan ibu 157, sedang saya tingginya 167 cm .. sudah tahu jaman dulu makan saja apa adanya, maklum anak orang nggak mampu, dari sekian saudara saya, sayalah yang paling tinggi, apa faktor olah raga ? sejak kecil olah raga cumin gobak slodor sama main bentik.
Tulisan terakhir di blog Yohan adalah : Ayo Ngeblog Biar Nggak Goblog !
11 January 2008 pada jam 10:38
@ Yohan : Tergantung kecukupan kalsium selama hamil. Bila makanan yang didapat sejak hamil sudah optimal maka bisa didapatkan tinggi badan yang optimal juga. Wah gambarnya ilang ya?