Peranan DHA dan ARA dalam ASI
Bagi ibu ibu yang mempunyai bayi tentu tidak asing dengan yang namanya DHA dan ARA. DHA dan ARA merupakan asam lemak yang sangat dibutuhkan bayi untuk perkembangan otak dan ketajaman penglihatan. Di iklan iklan susu formula di teve, hampir semua pabrikan susu berlomba lomba memperbanyak kandungan DHA dan ARA pada setiap susu formula buatan mereka. Dan biasanya susu formula yang mengandung DHA dan ARA harganya bisa naik beberapa kali lipat bila dibandingkan dengan yang tidak mengandung asam lemak esensial itu.
Sebenarnya bayi kita bisa memperoleh DHA dan ARA secara gratis alias free of charge. Koq bisa? Ya karena DHA dan ARA juga terdapat dalam ASI alias Air Susu Ibu.
Sejak dahulu, ASI dikenal sebagai makanan alami terbaik bagi bayi. Salah satu alasan dibalik pendapat itu adalah para bayi yang mendapatkan ASI umumnya perkembangan otak dan jaringan sarafnya lebih baik daripada mereka yang mendapatkan susu formula. Selidik punya selidik ternyata diketahui bahwa ASI mengandung sejumlah kecil DHA dan ARA (sekitar >1% dari total asam lemak untuk DHA dan sekitar 0,5% dari total asam lemak untuk ARA). Meskipun jumlahnya sedikit, DHA dan ARA ternyata penting dalam perkembangan intelektual dan daya penglihatan anak.
Saat DHA dan ARA absen dari makanan bayi (misalnya pada bayi yang mendapat susu formula tanpa DHA/ARA), atau kadarnya rendah (misalnya pada bayi prematur), ternyata timbul penurunan ketajaman penglihatan dan kecerdasan bayi. Kesimpulan ini disokong oleh beberapa penelitian yang menemukan bahwa :
- Bayi bayi yang mendapatkan susu formula yang diperkaya dengan LC-PUFA (contohnya DHA dan ARA) menunjukan ketajaman penglihatan yang lebih baik daripada mereka yang mendapatkan susu formula tanpa LC-PUFA.
- Bayi bayi yang mendapatkan susu formula dengan DHA dan ARA memiliki ketajaman penglihatan yang sama dengan bayi bayi yang mendapat ASI, sementara mereka yang mendapatkan susu formula tanpa DHA dan ARA ketajaman penglihatannya lebih rendah.
- Bayi bayi yang mendapatkan susu formula yang diperkaya dengan DHA dan ARA mengalami peningkatan kemampuan intelektual dibandingkan mereka yang mendapat susu formula tanpa DHA dan ARA.
- Pada bayi prematur yang mendapat tambahan DHA dalam makanannya ternyata menunjukan peningkatan perkembangan sel sel di retina dan ketajaman penglihatan, serta peningkatan perkembangan sel sel di korteks otak dan kemampuan belajar serta mengolah informasi.
Karena itu, kini dianggap bahwa DHA dan ARA merupakan salah satu sebab adanya perbedaan kecerdasan dan daya penglihatan bayi bayi yang mendapatkan ASI dibandingkan bayi bayi yang mendapatkan susu formula (yang umumnya tidak mengandung DHA).
Sehingga untuk memperoleh kandungan DHA dan ARA yang tinggi dalam ASI, maka diet ibu hamil juga harus diperhatikan, karena dalam beberapa makalah disebutkan kandungan DHA dalam ASI bervariasi, terggantung dari banyaknya asupan asam lemak dalam diet ibu. Penelitian membuktikan bahwa ketika ibu mendapat tambahan DHA dalam dietnya, kandungan DHA dalam ASI juga akan meningkat. karena itu, sebaiknya ibu mendapatkan DHA dan ARA dalam jumlah yang cukup selama menyusui. Sumber DHA dalam makanan antara lain : ikan laut (misalnya salmon), minyak ikan, daging dan telur.
Lalu apa sebenarnya fungsi DHA dan ARA dalam perkembangan otak dan mata bayi? DHA dan ARA merupakan komponen utama lemak membran sel dan merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (LC-PUFA) utama dalam sistem saraf pusat. DHA juga merupakan komponen utama membran sel fotoreseptor retina. Melihat peranannya yang vital, wajar jika kekurangan DHA dan ARA dapat berpengaruh pada perkembangan otak dan mata bayi.
Otak bertumbuh maksimal sejak 3 bulan terakhir dari masa kehamilan sampai kurang lebih usia 2 tahun. Karena itu, dalam periode tersebut bayi sebaiknya mendapat DHA dan ARA dalam jumlah cukup, yang dapat diperoleh dari ASI.
Belum ada komentar yang spesial.







16 April 2007 pada jam 12:30
Kalo blogger banyak dikasih AHA dan DHA kayaknya semakin bagus dech tullisannya hehehehehe
#iya ya…sayangnya dha dan ara hanya berguna pada otak yang sedang tumbuh…;)#
16 April 2007 pada jam 17:44
hi salam kenal
untung aku gak akan punya bayi. jadi gak pusing mikirin dha- ara. ini ada bubungannya dengan cholustrum gak ?
#nggak akan punya bayi maksudnya?…
mengenai colustrum, beda mas…colustrum adalah air susu pertama yang dikeluarkan oleh ibu setelah melahirkan, banyak mengandung zat zat kekebalan tubuh#
16 April 2007 pada jam 22:37
waktu menyusui anak kedua, dokter anak & DSOG (yg masih mengontrol pasca sectio) malah menyarankan saya untuk menghentikan ASI waktu bayi saya baru berumur 2 bulan, karena semakin banyak bayi minum ASI semakin parah diarenya. katanya, kemungkinan ASI saya terlalu tinggi kadar laktosanya. tapi saya ngotot menyusui (selang-seling dengan susu formula), karena sebagus apa pun susu formula nggak bisa menggantikan ikatan batin yang terbentuk oleh proses menyusui.
anak pertama juga diare parah selama tahun pertama kehidupannya (kisahnya jadi juara waktu diikutkan lomba menulis kisah nyata di majalah kesehatan Panasea tahun 1993-an, saking serunya ‘kali, hehe…). tapi waktu itu gak kepikiran kalau ASI-nya yang bermasalah.
emang ASI bisa menimbulkan masalah atau reaksi alergi seperti itu ya dok? (sorry kalau kurang nyambung)
#alergi bisa apa aja mbak…beberapa hari yang lalu malah ada istri yang alergi ama sperma…susah khan?…walau kasusnya sedikit, tetapi tetap aja ada#
1 May 2007 pada jam 15:15
Wah, dapat referensi tambahan nih untuk mendukung program ASI Ekslusif 6 bulan buat Nisa..
Terimakasih informasinya.
20 July 2008 pada jam 22:04
Terima kasih atas informasi DHA dan ARA nya..
Tulisan terakhir di blog Cecilia adalah : Nyonya Cai