Tips mengendalikan amarah saat berkendara

Kategori Intermezzo pada 16 Mar 2007

Mengendalikan emosi saat kita sedang berkendara, ternyata tidaklah semudah yang kita bayangkan. Apalagi bila dipicu oleh sikap pengemudi lain yang ‘ugal-ugalan’ dan tidak santun di jalan raya, juga oleh berbagai kondisi kemacetan di jalan yang tidak mendukung. Hal itu tentu mempunyai efek yang buruk bagi kita juga.

Agar terhindar dari sasaran kemarahan orang lain atau mencegah diri sendiri terpancing emosi, berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan agar kita tetap dapat berkendara dan menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.

Tips Mengendalikan Amarah

  • Rencanakan perjalanan Anda sejak awal dan beri waktu ekstra agar tidak terburu-buru di jalan serta perhitungkan kondisi jalanan, apakah jalan yang dilewati terbilang macet atau tidak Berdoalah dahulu sebelum Anda berkendara.
  • Disiplin dan taati peraturan lalu lintas.
  • Pergunakan tanda (lampu sen) bila Anda akan berbelok atau pindah jalur, agar pengemudi di belakang Anda mengerti arah tujuan kendaraan Anda.
  • Jaga jarak yang aman antara kendaraan Anda dengan kendaraan yang berada di depan Anda.
  • Kebanyakan tabrakan dari belakang disebabkan karena jarak yang terlalu dekat antar kendaraan tersebut.
  • Berkendaralah dengan tenang. Jangan biarkan suasana hati yang buruk menguasai Anda. Rasa amarah itu tidak sehat, dan
    tidak ada gunanya menyesal kemudian.
  • Hindari bahaya, dengan membiarkan terlebih dahulu pengendara yang agresif berada di muka Anda. Jangan terpancing emosi. Jangan menantang pengemudi yang agresif atau orang yang gemar menyalip dengan mempercepat atau sengaja memperlambat kendaraan Anda.
  • Bila di malam hari, jaga sinar lampu kendaraan Anda, khususnya saat Anda menggunakan lampu jarak jauh. Pastikan bahwa kendaraan yang berlawanan muka dengan Anda tidak terlalu silau akibat lampu yang Anda gunakan. Sebaiknya tidak menggunakan lampu jauh, kecuali bila memang diperlukan.
  • Hindari kontak mata dengan pengemudi yang agresif.
  • Jangan memberikan kode tangan/jari yang sifatnya menghina orang dan membahayakan Anda. Sebaliknya bila Anda yang menerima perlakuan tersebut, abaikan saja, jangan masukkan dalam hati, dan jangan membalas.
  • Kurangi penggunaan klakson, kecuali bila memang perlu.
  • Bila jalanan sedang macet/ramai, usahakan tetap tenang dan tidak terpancing emosi untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu, seperti memaki pengemudi lain yang berjalan lambat, dsb. Bila emosi Anda mulai terpancing, cobalah untuk beristighfar dan pasanglah musik yang lembut agar emosi Anda reda.

Yang terpenting dari semua itu, tetaplah tenang dan berpikiran jernih.
Ingatlah bahwa tujuan utama Anda adalah agar selamat sampai ke tempat tujuan.

Belum ada komentar yang spesial.
Baca Juga :

Trackback URI | RSS Komentar

6 Komentar untuk “ Tips mengendalikan amarah saat berkendara ”

  1. #1 Evy Berkomentar :

    Waah asyiiik nemu TS lagi di WP…. aku link ya dok…:)

  2. #2 imcw Berkomentar :

    yap…saya juga lagi hunting ngumpulin blog ts yang bertebaran di dunia maya…kalo ngumpul rame rame khan asyikkk…;)

    blog mbak saya link juga ya…

  3. #3 rusle Berkomentar :

    berkendara dan amarah adalah dua kegiatan yang tentunya menguras pikiran…hehehe…
    saran saya: stay focus on safety!
    kalo berkendara ya berkendara saja, gak usah pake marah2…hehehe

    salam kenal.

  4. #4 imcw Berkomentar :

    menurut penelitian yang saya baca, kemacetan lalu lintas merupakan sumber stress paling tinggi untuk masyarakat kota…so berbahagialah orang orang yang tinggal di desa yang tidak mengalami hal ini…;)

  5. #5 pedhet Berkomentar :

    iya tuh, waktu (dulu) saya jalan-jalan ke jakarta - cirebon, pokoknya pulau jawa deh, macetnya minta ampun, pokoknya bisa buat stress banget. yang harusnya perjalanan cukup ditempuh 1/2 jam, ini bisa 2-3 jam. gimana nggak stress tuh? tapi untung saja saya tinggal di pulau kalimantan, jd terhindar dari rasa stress kemacetan lalu lintas :P~

  6. #6 imcw Berkomentar :

    to pedhet
    huehehehehe…kalo di kalimantan sih jangan dibandingkan ama jakarta dhet…lagian kalo di kalimantan sih masih bisa naik tali kayak tarzan…;p

Leave a Reply


  • You Avatar
  • Pencarian Kustom