‘KESADARAN-PERSONAL’ Ini Mesti Tanggal
Compassion is the desire
that moves the individual self
to widen the scope of its self-concern
to embrace the whole of the universal self.
~Arnold Toynbee.
Seperti halnya kekuatan yang kecil diatasi dengan
mudah oleh kekuatan yang lebih besar, pandangan yang
sempit diatasi oleh pandangan yang lebih luas,
‘kesadaran-personal’-pun akan diatasi dengan mudah
oleh ‘kesadaran-universal’.
Meninggalkan suatu ruangan —kendati ia hanya sempit
saja— yang sudah kita huni seumur-hidup kita, yang
sudah terlanjur kita cintai dan identikkan dengan
keberadaan kita, memang bukan main sulitnya. Kalaupun
seseorang punya niatan untuk meninggalkannya, ia mesti
melalui sebentuk pergulatan hebat untuk bisa
benar-benar melepaskannya demi yang baru, demi yang
lebih luas, lebih lapang dan —oleh karenanya— lebih
melegakan.
Keterikatan dan kemelekatan kita pada bentuk kesadaran
personal sudah sedemikian karatannya. Tanpanya, kita
merasa sebagai ‘bukan-kita’ lagi; dan ini tak-ubahnya
pemusnahan-diri sendiri, bagi kita. Sudah barang tentu
ini teramat sangat menakutkan. Padahal, untuk bisa
benar-benar menjadi manusia, menjadi manusia yang
seutuh-utuhnya, mau-tak-mau ‘kesadaran-personal’ mesti
tanggal. Hanya jika kita berhasil melepaskan diri dari
kungkungannyalah, kita bisa menemukan keutuhan
manusiawi kita, kemurnian fitrah kita sebagai manusia,
sebagai makhluk yang —oleh sementara orang—
disebut-sebut sebagai bermartabat paling tinggi di
muka bumi ini.
Merasa terbantu dengan artikel diatas? Mohon peran sertanya disini
Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com











